UCAPAN Rocky Gerung begitu dahsyat menyalah nyalahkan konsep Pendidikasn yang ada dipikiran Menteri Pendidikan di mata Pengamat Rocjy Gerung ini adalah tak memiliki konsep tentang pendidiikan katanya, tetapi dalam waktu bersamaan Dunia Pendidikan Indonesia akan diguyuri dana yang luar biasa banyak, dan dana itu bisa digunakan untuk sesuatu yang menyenangkan. Bukan hanya Rocky yang jengkel Tetapi para praktisi Pendidikan kita juga terlalu masih banyak yang bertanya tanya tentang Arah perubahan Pendidikanh Nasional, karena mereka juga nampaknya tak mengenali siapa yang berperan dalam melakukan perubahan perubahan itu. Untuk sementara cukup dengan satu kata Kementerian Pendidikan akan menciptakan Pendidikan yang Merdeka.
Senin, 18 Juli 2022
KITA INGIN MERDEKA ... ?
UCAPAN Rocky Gerung begitu dahsyat menyalah nyalahkan konsep Pendidikasn yang ada dipikiran Menteri Pendidikan di mata Pengamat Rocjy Gerung ini adalah tak memiliki konsep tentang pendidiikan katanya, tetapi dalam waktu bersamaan Dunia Pendidikan Indonesia akan diguyuri dana yang luar biasa banyak, dan dana itu bisa digunakan untuk sesuatu yang menyenangkan. Bukan hanya Rocky yang jengkel Tetapi para praktisi Pendidikan kita juga terlalu masih banyak yang bertanya tanya tentang Arah perubahan Pendidikanh Nasional, karena mereka juga nampaknya tak mengenali siapa yang berperan dalam melakukan perubahan perubahan itu. Untuk sementara cukup dengan satu kata Kementerian Pendidikan akan menciptakan Pendidikan yang Merdeka.
ANGIN MALAM DIKOTA KEMBANG MEMBUAT KENANGAN SEMAKIN HARUM
'
DINGINNYA ANGIN DI BANDUNG MEMBUAT KENANGAN INDAH SEMAKIN MERASUK
DARI FOTO DAN VEDEO yang dikirim oleh kawan kawan yang ikut dalam acara Reunian Alumni UIN Rd. Intan Lampung di Bandung. kedatangan mereka disambut tak kurang oleh Prof. Idzan Fautanu, dosen di UIN Gunung Jati Bandung dan diberbagai PT dan juga alumni S1 UIN Rd. Intan B. Lampung. Perjalanan Reuni Alumni ini memasang merk sebagai Study Wisata, ini menggambarkan bahwa kegiatan ini sejatinya tidak hanya sekedar senang senang, tetapi sebagai Grup WA Akumni sebuah Perguruan Tinggi tentu bukan hanya sekedar sedang senang tetapi tetap memiliki beban akademis dan kepentingan ummat, Bangsa Dan Negara.
Tentu banyak pihak yang pada saat ini sangat menantikan hasil hasil study wisata yang yang sepertinya sudah memulai untuk mengunjungi daerah lain di luar Lampung, yang berat dugaan kita adalah dalan
menghimpun dan memenuhi data data yang dibutuhkan dalam study tersebut sehingga pada saatnya nanti Sutudy ini memiliki kemampuan akademis untuk menentukan rumusan hypotesis yang benar benar memiliki bobot akademis yang akan menarik untuk dikembangkan oleh berbagai pihak yang memiliki keseriusan akademis dalam rangka mengantisipasi berbagai perubahan perubahan yang sangat drastis terutama dalam bidang ekonomi, politik, budaya yang sedikit banyaknya akan bersentuhan dengan agama. Mari kita tunggu hasil dari rencana Study yang sedang diupayakan oleh Grup Alumni ini.
Tetapi saya kira tidak salahnya jika kami juga yang kecil kemungkinan bisa berpartisipasi aktif dalam berpariwisata tetapi sekaligus sebenarnya melakukan Study mendalam, yang besar kemungkinan provosal itu justeru bisa berkembang ketika dilaksanakannya kunjungan ke daerah sasaran sehingga memunculkan gagasan gagasan baru setelah didapatnya informasi gari wilayah yang dikunjunginya.
Kami ucapkan selamat beraktivitas dan Sukses selalu.
Minggu, 15 Mei 2022
MAS BROTO DIA SANGAT SAYA KENALI
HARI INI Senin 16 Mei 2022, sejak beberapa Minggu lalu saya beberapa kali kepikiran ingin ke Metro mengunjungi sahabat saya Subroto yang tinggal di sana, tetapi saya mendapatkan kesulitan untuk bawa kendaraan, saya butuh bantuan karena saya dilarang oleh isteri untuk menyetir kendaraan roda empat, beberapa Minggu pikiran saya Ingin ke Metro waktu Hari Raya Ied ini, tetpi itupun gagal saya wujudkan, Pagi tadi saya dikejut oleh kdatangan Mas Broto di rumah saya. Beliau diantar oleh Anak perempuannya, menantu dan cucunya. Kenal sama saya tidak .. ? kata Mas Broto sambil membuka pecinya.
Tak sepatah katapun saya ucapkan, Beliau saya tubruk dan saya peluk erat erat sambil menangis ... ada kata kata yang akan diucapkan oleh Mas Broto tetapi kata kata itu tak selesai diucapkan .... beliay ikut menangis ... kami berdua menangis seperti anak kecil .... sambil menangis beliau saya tuntun masuk ruang tamu dan saya ajak duduk berhimpitan ... nampak sekali kami saling merindukan ... Dahulu mas Broto sering berkunjung ke rumah .... demikian juga saya ke Metro, kami berdua masih bujangan, masih kuliah.
Beberapa saat kami tak mampu mengucapkan kata kata ... kami berdua saling pandang ... kami berdua saling tukar senyuman ... dan berusaha mengucapkan sebuah kata ... tetapi apa boleh buat ... saya kembali menangis dan bahkan tangisan ku lebih tak tertahankan ketika Ia berusaha mengatakan bahwa dia telah mengalami struk kedua kalinya ... jangan sampai yang ketiga Din ... katanya lalu menangis ... dan sayapun kembali menangis .... Kami yakin kami sedang menjadi tontonan yang tak nyaman untuk disaksikan. Kami berdua berusaha meredam empsi dan bisa menguasai diri.
Entah sudah berapa kali kami berputar putar mencari alamat ini ... tetapi saya memaksa mereka untuk menemukannya .... terima kasih atas kunjungan Mas Broto ... kata saya sambil menjaga agar tangisan tak meledak kembali ... tapi sia sia ... saya tak samggup menahan tangis Mas Brotopun terpancing ikut menangis .... Lalu seperti biasa ... dengan beliau saya selalu berbahasa Jawa .... tetapi beliau melayani saya ... tidak pake bahasa Jawa .... kami saling menceritakan keadaabn kesehatan kami masing masing ... obrolan melai lancar.
Din ... aku datang sambil ngembaliin ... uang yang dulu pernah Aku pake .... Saya tertawa mendengar kata kata itu ... diantara kami berdua tak pernah terjadi transaksi pinjang meminjam ... cuma disitu bedanya ... saya ketika butuh uang sekedar jaga jaga untuk jalan jauh ... saya bilang saya Minta Uang Mas ... lalu saya terima dan saya mengucapkan terima kasih ... uang saya terima dan halal ... serta saya tak merasa perlu mengembalikannya ... dan itu terjadi secara berulang ulang entah sudah beraa kali saya gak itung.
Mengejutkan ketika sebuah amplop berisi uang dan saya raba itu cukup tebal ... ditambah ucapan ... Ini uang yang dulu Aku pake ... Aku kembalikan ... katanya tadi pag ... Utang Ku Lunas ... Ya Din ... Aneh saya bilang .... kapan kapan juga kamu pernah berhutang pada Saya ,,,, Memang sich ada beberaoa kali beliau pernah minta uang kecil kepada saya untuk naek Becak .. katanya ... langsung saja saya kasi karena jumlahnya tidak seberapa .... Tetapi uang yang saya terima tadi pagi sangatlah berlebihan bila dikatakan sebagai pengembalian Onkos becak ...seperti cerita tadi ...
Tetapi saya kenal karakter Mas Broto ... beliau tidak suka bila pembeiannya ditolak ... apapun yang diberikannya Wajib kita terima ... Pernah suatu kali beliau ngajak mampir ke Restoran ... saya bilang terima kasih saya sudah makan ... nampak sekali beliau kecewa dengan penolakan saya ... biar nanti saya yang Bayar ... Fachruddin jangan kuatir ... saya bilang ... oke ... rupanya perjalanan dibelokkannya di Warung Mie Pangsit .... Lalu dia memesan dua forsi Pangsit lengkap dengan bakso nya .... Itulah kali pertama saya makan Mie Pangsit pristiwa sekitar tahun 197/ 76 ,,, saya kagum Mas Broto mahir makan Pangsit pakai sumpit. Tetapi suatu hal catatan penting ... sudah karakter Mas Broto beliau akan sangat kecewa bila pemberiannya ditolak.
Mungkin hanya sekedar kebiasaannya ... pinjam wag receh kepada saya setelah saya serahkan ... selalu ditutup dengan ucapan minjam ya Din ... ucapannya itu tak saya gubris karena saya tak pernah menganggap dia pinjam uang receh itu ... Sangat banyak kenangan kenangan indah antara saya dengan Mas Broto, kenangan kami ada di beberapa temoat, yang tak kalah mengesankan ketika kami sama sama KKN di Way Jepara, pada saat itu juga beliau menemukan gadis impiannya.
Kami berdua mulai lancar dalam bicara tadi pagi ... kami berdua tak terkendala lagi dengan tangisan Dua Kakek Tua ini ... Din ... saya tak bisa lama ... Ijinkan kami pulang ... Mas Broto langsung memeluk saya ... dan tangisan pecah untuk kesekian kalinya .... Saya tak janji akan datang kerumahmu ... sampaikan salam saya kepada Isterimu Mbak Arsih ,,, kami berdua kembali berpelukan dan menangi .... kepulangan mereka tak sanggup saya cegah. ... Mas Broto melepaskan pelukannya dan mengambil sebuiah pisang yang terletak di Meja ... Din ... pisang ini saya bawa pulang sebagai tanda kepada Arsih ... bahwa saya sudah jumpa Kami ... Anak menantu dan cucunya ... menyalami saya ... yang terpaku .... mereka pulang sambil melambaikan tangan kepada Cucu saya yang ikut melepas kepulangan mereka. Perkara uang tadi kembali menggelitik pikiran saya ...
Ini Maksud Mas Broto ngasih uang begini banyak untuk apa maksudnya .... tetapi yang selalu saya ingat bahwa Pak Broto itu kecewa bila pemberiannya kepada saya saya tolak ... Setelah beliau bekerja sebagai Guru SMP dan sempat pula menjadi Kepala Sekolah ... saya ingat beliau pernag menyelipkan beberapa lembar uang ke kantong saya ... dan Mas Broto bilang Fachruddin tolong ini di terima ....
Terima kasih Mas ... pemberian mu Saya terima ... saya masih menghargai prinsip mu ... Biarlah uang ini akan dimanfaatkan dijelan yang benar .... semoga Allah menerimanya sebagai amal yang sholeh ... nanti klo benar Mas Broto ada hutang sama saya ... maka saya berhak menerima pahalanya walaupun lebih kecil dari Mas Broto ... karena Mas Broto tak pernah pinjam uang sebanyak ini kepada saya ... dan sejak dahulu kita sudah saling mengikhlaskan.





