Tampilkan postingan dengan label TIBBUL QULUB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIBBUL QULUB. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Agustus 2021

PERTEMUAN VIRTUAL INI HAMPIR SAJA SAYA BATALKAN

 TERAMPILLAH MENERIMA BERKAH 

BEGITU Prof. IZAN FATANU  terlanjur biasa saya anggap adek ini  memposting  sebuah info penting  informasi  tentang UIN  Rdi Lampung dinilai oleh sebuah lembaga Penelitian tentang Perguruan Tinggi sebegai terbaik ketiga di lingkungan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia . Saya punya niat mengajak  adinda yang Provesor ini untuk bicara banyak tentang prospektip Lembaga Pendidikan Islam setidaknya di Indonesia.  Maka  saya pilih hari Senin itu untuk menhubunbgi beliau, dan saya pilih permintaan itu lewat  Grup Alumni dengan harapan para alumni bisa ikut ambil bagian. 

Sebenarnya keinginan memanfaatkan beliau itu sudah muncul dibenak saya ketika beliau menyampaikan tausiyah singkat di Bengkulu juga kepada farum alumni.  Saya ingin mengambil tema Tibbulo Qulub, tetapi nampaknya  rekan rekan alumni kurang tertarik,. Maka Ketika Issue prestasi terbaik ketiga tentang UIN Rd. Intan saya memiliki keyakinan  bahwa ini bisa diperluas  untuk melibatkan pembicaraan, saya tidak hanya ingin melibatkan  Para alumni saja. Tetapi keterlibatan alumni sebagai modal utama, saya memiliki berbagai profesi para alumni itu bisa mengungkap dan mengabadikan bagaimana sepak terjang para alumni, yang tentu saja jabatan di lembaga Pemerintahan  bukanlah sebagai satu satunya ukuran keberhasilan.  Tentu Prof Izan Fautanu punya narasi dalam menjelaskannya. 

Tetapi info sekilas yang diposting beliau itu  bisa kita eksploitior sedemikian rupa sehingga menjadi kajian yang menarik. Selain masalah ini membuat saya berhayal, atau berimajinasi  juga akan menjadi kajian menarik  di Pihak UIN, bahkan saya memiliki keyakinan bahwa lembaga lain juga akan memiliki ketertarikan  untuk ikut membicarakannya. 

Saya sengaja mempengaruhi Adinda Sobir Thoyib sebagai orang pertama yang akan membantu saya  menguras pengetahuan dan Pemikiran  Idzan Fautanu dan jumlah mereka akan kita kembangkan lagi, karena selain Prof Izan kita berharap para Prof. yang juga sebenarnya ada di Grup WA kita dan sejumlah orang yang kita kenal dengan baik dan memiliki ikatan emosianal dengan kita akan  akan kita libatkan  sambil internal kiita sebagai Grup WA Alumni UIN ini  mempersiapkan diri. Bolehkan kita mengawali pemikiran dan langkah ini  mulai dari Angan angan  ... ? 
 
Semula rencana ini ingin saya tunda kembali sehubungan dengan salah satu aktivis kami sedang berkabung  yaitu meninggalnya Saudara maki HM Syihri Munir, saya pikir tunda saja dulu sekitar satu minggu, di luar dugaan saya ternyata Prof, Izan justeru menyetujui diselenggarakan sekarang juga bahkan bila memungkinkan kita kasih kesempatan beberapa orang untuk menyampaikan testimoni. Oh saya pikir benar sekali sekali kali kita awali tradisi ini dari lingkungan kita untuk melaksanakan acara Takziyah secara virtual. Prof tidak mengatakan istilkah itu karena beliau tahu bahwa seringkali dalam virtual ada juga yang coba coba nain curang .... hehe ,  tak salahnya kita coba dulu,  Siapa tahu ada berkahnya, di mana mana sering banyak berkahnya, maka kita harus terampil dalam menerima berkah,

Wallohu a'lam bishowab.  


Senin, 26 April 2021

MINTA MAAF ITU SEJATINYA MULIA

 
TETAPI MINTA MAAFNYA NADIM MAKARIM KENGECEWAKAN. 

KEMENTERIAN Pendidikan Dan Kebudayaan  termasuk lembaga yang rajin minta maaf kerpada rakyat dengan mengakui segala keslahan dan kalimat sedikit membela diri dengan kata kata kami tak memiliki maksud seperti apa yang dihebohkan oleh masyarakat, Seperti kita ketahui Produk terbaru Kemendikbud Kamus Sejarah Indonesia semula di awal dalam buku itu akan ada konten tentang sepak terjang NU dan Pendirinya dalam sejarah penting itu, tetapi belkakangan nama Pendiri NU Hasyim Asy'ari itu talk lagi ada tercantum sedikitpun, sebaliknya munculnya beberapa tokoh Partai Komunis Indonesia. Tentu saja warga NU kecewa dan netizen menyatakan geram. Ini sudah untuk kesekian kalinya Kementerian Pendidikan menyatakan minta maaf  atas sejumlah naskah yang sudah beredar itu, dan kemendikbud menyatakan akan menarik, tetapi apakah  pernyataan itu berarti selesai. Tentu kita telah hilang keperbayaan 

Dalam suatu tayangan di Medsos seorang Pengamat bernama Roky Gerung mengatakan itu kurang baik, jika langsung meminta maaf, seharusnya dipertahankan dulu dengan cara menyelenggarakan diskusi dengan mengumpulkan para pakar, nanti setelah dibabakbelurkan dalam diskusi baruy puituskan untuk merubah serta menarik kembali semua naskah yang terlanjur tersbar dengan menunjukkan mekanisme cara menariknya. Cara seperti itu tentu akan lebih baik, walaupun memang para pejabat dan tim akan kehilangan muka dan kemungkiunan tak lagi akan ditunjuk sebagai Tim, atau Tim harus berterus terang mereka melakukan itu atas arahan siapa, dan atas pertimbangan apa Tim melaksanaka saran atau arahan itu. 

Tetap[i itu akan jauh terasa lebih m,endidik ketimbang langsung janji berubah, lalu besok diulang lagi dan diulang lagi serta diulang lagi, karena gaya serti itu sudah terlampau seting dilakukan oleh seorang Menteri kelompok millenial yang dibangga banggakan itu. Jangan sampai masyarakat menganggap ini hanya akal bulus belaka, dengan harapan kecurangan tidak ketahuan, tetapi bila terlanjur ketahuan. gampang saja minta maaf selesai urusannya, dan besok akan dulang lagi. Ibarat jatuh di lubang dengan cara yang satu terus terus menerus, dipastikan ada apa apanya. Seperti aga sesuatu yang cukup terencana.  Nadimk makarim mohon tunjukkanlah kualitas anda yang sebenarnya,  anda adalah millenial yang cerdas. 
Wallohu a'lam bisho0wab.

Selasa, 17 November 2020

MAHFUD MD WARAS, RUSAKNYA BANGSA KARENA RUSAKNYA PENGUASA, RUSAKNYA ILMUAN DAN DIAMNYA ULAMA.

                                  TUGAS KITA ADALAH MEMBANTU ULAMA AGAR TETAP BERANI MENYUARAKAN KEBENARAN.

KITA BANTU ULAMA UNTUK memperjuangkan tegaknya kebenaran, posisi yang paling sulit dihadapi para ulama adalah ketika kebenaran itu bertentangan keinginan dan hawa nafsu Penguasa. Karena dengan kekeuasaannya seorang Penguasa mengidentikkan dirinya dengan kebenaran itu sendiri. Dan mereka yang memiliki siukap berbeda dengan sikap Penguasa yang zalim, maka itu dianggap sebegai suatu yang makar. Mahfud MD Mengatakan : Rakyat akan berutal dan merusak jika Pemerintahn ya rusak, ilmuan rusah dan ulama tak berani bicara, ini yang sedang terjadi kata Mahfud, MD dulu. 

Itulah sebabnya maka ijtihad yang palibng berat bagi serang ulama adalah ketika dia harus menegur Penguasa yang rusak, seorang penguasa yang rusak adalah Penguasa yang ingin meraih kekuasaan yang seluas luasnya, apalagi bila untuki mencapai kekuasaan itu dibutuhkan dana yang banyak, maka Iya akan mencari uang yang sebanyak banyaknya demi mempertahankan kekuasaan yang sebesar besarnya, kata Machfud MD yang viral di beredar. Terima kasih Pak Mahfud. 

Ketika para ilmuan diam dan hanya mengekor kepada selera Penguasa, maka para Penuasa itu akan mengalami kematian hatinurani, Hidupnya hati itu adalah bertambahnya ilmu. Manakala ulama tidak sanggup bicara di hadapan Penguasa yang sedang mengalami kesesatan, Maka masyarakat luaspun akan ikut rusak dan berutal, itu terjadi di Indonesia kata Mahfud MD. Lihat saja youtubnya. Kita berharap agar masing masing mampu menahan diri, menahan hawa nafsu, agar Allah berkenan menunjuki kita semua jalan yang lurus dan di ridhoi Allah SWT. Aamiin.

Senin, 16 November 2020

MAHFUD MD DIBENTAK BENTAK ... ?

                              SEMOGA MAHFUD  MASIH BISA DISELAMATKAN.                                    

UNTUNG WAKTU MASIH KECIL telah terbiasa nonton film bisu, film itu tak ada suara baik dialog maupun musik  sehingga kami sebagai anak anak Desa Pagelaran membangun imajinasi kami masing masing, dan dengan imajinasi itu kami masih memiliki kemampuan untuk mengidentivikasi mana yang menokohkan orang baik baik, dan mana yang menokohkan sebagai penjahat yang layak disumpah serapahi, dan siapa pula yang keluar sebegai tokoh panutan yang layak didengarkan ucapannya dan ajakannya serta sedapat mungkin ditiru kelakuannya. Sehingga ketika muncul Youtube Bahasa Daerah Nadura dengan sedikit awalan berbahasa Indonesia, kitapun akan tahu untuk bisa menduga duga apa inti pembicaraan di yaoutube berbahasa Madura itu. 

Diawal youtube itu Prof. Dr. Mahfud MD, SH. MH dan sangat pantas ditambah gelar lagi sebagai upaya menggambarkan bahwa beliau bukan orang sembaranganm dalam bidang hukum, yang setidaknya pembimbing beliau waktu menyusun Disertasi S3 nya tak malu malu mengutip ngutip tulisan belai dalam Disertasi itu, itu sekedar kita menggambarka kehebatan Pak Profesor asli Madura itu. Tetapi dalam tampilan itu beliau mengambarkan kebencian dan menggap Cucu Rasul  Dr. Habib Riziq Shihab sebagai orang biasa biasa saja dan tak ada alasan memulyakannya. 

Durasi berikutnya tampil pemilik Chanel Youtube itu justeru memaki maki Prof. Dr Mahfud dengan panggilan seperti memanggil anak kecil, dengan sebutan Fud ... Fud ... Fud. dan beberapa kali memberikan kode penyembelihan dengan kode penyilangan di leher, yang artinya sembelih atau bunuh. Sepertinya tak terlalu sulit kita menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang tak sehat sedang terjadi. 

Bagi kita sebagai orang awam ini mudah saja mencari siapa orang yang paling pantas dimulyakan dalam Islam, yaitu ulama yang paling dibenci oleh orang orang kafir. untuk lingkup Indonesia maka ulama yang paling dibenci oleh banyak orang terutama orang yang terlibat atau berada dalam posisi berkuasa adalah mereka mnereka paliung benci kepada Habib Riziq Shihab. Walaupun memang sekarang ada fenomena baru bahwa telah mulai ada orang orang Non Muslim yang terutama aktivis pembela kebenaran dan keadilan merapat ke Habib Riziq. 

Tetapi tetap saja rumusan yang kita pakai sudah jelas bahwa ulama yang benar dan baik itu adalah ulama yang paling dibenci oleh orang orang kafir. Dan ulama yang paling banyak pencintanya dan paling banyak pembencinya adalah Habib Riziq Shihab, maka secara bodoh bodohan saja bahwa pada saat ini ulama yang paling baik dan pantas jadi ikutan itu adalah Habib Riziq. 

Lalu bagaimana posisi Mahfud MD sehingga orang orang Madura merasa sangat kecewa tidak lain tidak bukan adalah karena Mahfud MD memposisikan diri sebagai orang yang membenci Habib. Atau setidaknya Mahfud MD ingin kita catat ramai ramai sebagai orang yang tak suka kepada Habib Riziq Shihab. Kita berjarap agar para pemuda Madura itu mampu menuntun Mahfud MD ke jalan yang benar. Semoga Allah menuntun kita semua, termasuk Mahfud MD. Aamiin. 

Senin, 15 Juni 2020

. BERHATI HATI JANGAN TERGELINCIR DI MUSYRIK

FACHRUDDIN, FGD
EVALUASI ULANG KESEHATAN QALBU atau hati kita adalah  suatu keniscayaan, dan kasus qovit-19 sekali lagi ini adalah  peluang kita untuk mengevaluasi diri, apakah kita telah mengambil posisi dengan benar. Sebagai gambaran dari musholla mungil. di mana saya sebagai salah seorang jamahnya, igin membagi pengelompokan sikaf  dengan datangnya wabah virus corona ini. Saya menyadari bahwa saya tak akan sempurna dalam membuat pengelompokan ini, saya pastikan ada yang tak terwakili, ada yang kurang lengkap dalam menguraikan kelompok dimaksyd. 

Ada yang sejak penjelasan tentang corona masih bertentangan antara satu dengan yang lain masih cingkang pukan sulit disimpulkan, yang bersangkutan sudah ambil kesimpulan dan meneksekusi pemikiran subjektifnya, ada yang masih menunggu nunggu ke mana angin deras, bersama sama dengan yang lain, ada juga yang menunjukkan perubahan perubahan, ada juga seperti tak ambil peduli.Seperti baru menganggap kebakaran setelah asap membubung, sebelum ada asap yang membubung dianggapnya belum ada, maka asap kecil dan alus, tak akan dianggapnya sebagai suatu bahasa. Dia ambil pemikiran yang penuh resiko.


Ada beberapa buah hadits yang kiranya perlu kita jadikan bahan pertimbangan :  "Kalau demikian anggapanmu maka akan demikianlah jadinya (Hadits riwayat Ibnu Majjah)", "Barang sispa ridho, maka ridho itu akan menjadi miliknya. Barang siapa mengeluh, maka keluhan itu pula yang akan menjadi milik.(Hadits Riwayat Al Tarmizi)", " Salah satu kebahagiaan seseorang adalah keridhoannya menerima Keputusan Allah (Hadits Riwayat Ahmad)". Belum lagi saya mencari tahu bagaimana betul itu kualitas hadits tersebut di atas, tetapi yang saya tahu hadits hadits ini sangat populer.

Dari buku buku tentang motivasi saya juga menemukan pernyataan bahwa anak anak atau mahasiswa yang rajin belajar dan mencapai prestasi tinggi itu, memang telah pintar sebelumnya. Anda ingin kaya raya .... ? tanya penceramah motivasi. Maka kayakanlah hatimu sebelumnya. Kata si motivator, menjawab pertanyaannya sendiri. Tetapi mungkin kalimat yang paling dahsyat sebagai pemungkas dari sejumlah pertanyaan ini yaitu: Bahwa Allah akan sangat tergantung kepada apa prasangka hambanya, artinya jika kita berprasangka baik, maka Allah akan baik kepadanya.

Oleh karena itu barangkali pada saat terjadi kesimpangsiuran pendapat yang pada garis besarnya memang ada pihak pihak yang sengaja akan membuat masyarakat banyak sedunia ini akan merasa ketakutan dan kehilangan keyakinan akan sesuatu yang bisa dikendalikan. Ini sebuah peperangan, dimana peperangan ituj sejatinya baru akan dimulai manakala ketakuitan dan kekhawatiran ummat sedunia ini telah terbentuk.

Ada pihak pihak tertentu yang mendapatkan keuntungan yang besar dari rasa takut itu,  para produsen akan meraih kuntungan yang sangat mudah dari orang orang yang ketakutan dan kehilangan pegangan, orang orang akan mengeluarkan uangnya secara serentak. Dunia pengobatan sudah berulangkali menciptakan obat yang sejatinya tidak memiliki daya pengobatamn yang istimewa, tetapi manakala obat itu berhasil di promosikan dengan baik, maka akan sangat obat itu terjual.

Dahulu saya saya pernah bersahabat dengan seorang dokter. dr. Omar Hasyem namanya, ruimahnya terletak di jalan Diponegoro Sumurbatu Bandar Lampung, ada ucapannya yang selalu menjadi ingatan saya, pada saat itu saya adalah mahasiswa di sebuah Institu Negeri di Bandar Lampung. Dia mengatakan setelah sebuah obat diproduksi, obat itu tak langsung di jual. Produsen akan melakukan pertanyaan kepada Ibu Ibu karena obat itu diperuntukkan bagi anak anak. 

Bila para ibu ibu yang dijadikan sample dalam penelitian itu lebih banyak cenderung untuk memiliki anak seperti apa, dan memilih sebuah nama dari sekian banyak pilihan nama itu. Dan ketika muncul salah satu nama, yang terbanyak dipilih, maka namsanama itu akan dijadikan bahan promosi tama merasa perlu merubah isi kandungan obat, dan abat itu laris serta diminumkan kepada anak anak sesuai dengan keinginan para ibu ibu. Demian cara produsen memasarkan obat. Kata dr. Omar Hashem, alm.

Dengan demikian akan banyak sekali peluang peluang kecil, yang bisa menghantar seseorang menjadi musyrik, ketika keputusan dan sikapnya tak sepenuhnya berdasarkan atas prasangka baik kepada Allah. Itulah jalan menuju kemusyrikan, yang bisa berkembang manakala kita selalu berusaha memeliharanya dengan mencari pembenaran secara membabi buta.

Wallohu a'lam bishowab.

Sabtu, 06 Juni 2020

MUHAMMAD SAW ITU KAYARAYA.

FACHRUDDIN FGD
SATU HAL YANG BANYAK ORANG belum tahu, yaitu bahwa Nabi Muhammad SAW itu adalah sosok orang kayaraya. memang semula beliau bekerja pada seorang saudagar yang terbilang sukses di Kota Makkah, kekayaan Saudagar ini bertambah dengan pesat semenjak Muhammad muda yang bergelar Al Amin itu dipercayai untuk memenej perusahaan milik Saudagar kaya itu. Benar apa kata orang Barat, bahwa kejujuran itu adalah merupakan mata uang yang akan berlaku dimanapun dan kapanpun. Kejujuran sosok Muhammad itulah yang membuat kekayaan perusahaan itu menjadi yang terbesar, secara lambat laun tetapi kekayaan Muhammad hampir menyamai kekayaan si pemilik Perusahaan, terlebih ketika Ianda kaya pemilik Perusahaan bersepakat menikah bersama Muhammad yang besar sekali jasanya dalam mengembangkan perniagaan. Kalau seandainya mereka yang sedang menyelenggarakan Baksos terkait dampak Qovid 19 telah tahu sejak mereka kecil bahwa Muhammad adalah orang kaya raya, saya yakin mereka lebih kaya dari sekarang, dan mereka mampu menyelenggarakan Baksos yang lebih besar lagi.



 Demikian yang sempat melintas di benak saya, bahwa mereka ini memiliki semangat untuk berbagi tetapi dengan keterbatasa merekja mampu mengumpulkan beras dan minyak goreng, Memang belum sebanding antara mereka yang bisa menerima dengan mereka yang bisa dibagi, apalagi dampak dari lockdown arau apapun namanya itu ternyata tak begitu saja bisa dihentikan dengan dikatakan lockdown berakhir. Walaupun untuk mentara waktu terbilang sedang berjalan landai.

Grup yang sedang menyelenggarakan bakti sosial ini adalah Grup WA yang memiliki program Khatam Quran untuk mencapai akal sehat. Disebutkan bahwa akal sehat itu terdapat pada jiwa atau qolbu yang sehat. Kalbu yang sehat itu ketika memiliki kemampuan memutuskan sesuatu dengan penuh keyakinan berdasarkan pengetahuan yang juga diyakini kesahihannya, serta sejalan dengan al Quran dan al Hadits. Sementara terkait Corona ini kita dijejali dengan informasi yang cenderung brutal. Dan membuat masyarakat menjadi ragu ragu. Hati yang ragu ragu itu menunjukkan bahwa hatinya sedang sakit. Ciri ciri hati yang sakit adalah ragu ragu ketika menetapkan kepuitusan. Banyak orang yang tak lagi mengunjungi masjid, tetapi Ia malu bercerita, banyak juga yang masih rajin ke masjid, tetapi Ia sendiri ragu, apakah kuputusannya benar. Ia pun sulit menyampaikan alasannya, karena memang tak dipahaminya.

Dengan cara berbagi dengan mereka yang membutuhgkannya, maka kita semua berharap agar memiliki kemampuan dan data data valid sehingga tak mengalami ragu ragu ketika menetapkan keputusan penting bagik bagi dirinya maupun keluarganya. Maka dengan mengkhatamkan alQuran, kita layak untuk berdoa atau meminta kepada Allah agar diberitahukan dengan al-Quiran apa apa yang kita belum, agar diingatkan  melalui alQutan apa apa yang kita terlupa dengan itu semua, karena hanya dengan al-Quran kita mampu mencapai derajat takwa, yang sebenarnya takwa. Dan pada hakekatnya kita bukan sekedar berbagi, tetapi sesungguhnya kita meminta yang lebih lagi, karena kita sadar bahwa kita penuh kekurangan dan kealpaan, sementara Allah maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Itulah kira kira salah satu makna kawan kawan memaksakan diri untuk bisa berbagi. Hanya kepada Allah kita berharap.

Walloa'lam bishowab.

Kamis, 07 Mei 2020

KENALILAH BERBAGAI PENYAKIT HATI SECARA DINI


Pada bagian awal tulisan di Blog ini 
terkait Tibbul Qulub hanay dijelaskan secara sungkat
bahwa hati kita ini disebut sedang sakit manakala 
ada keragu raguan dalam hati ketika
kita menentukan sikap. 

PENYAKIT HATI ITU ADA BEBERAPA DAN JUSTERU
ADA YANG SELAMA INI KITA IDAP DAN KITA 
SIMPAN SIMPAN TAKUT TAKUT JIKA DIKETAHUI 
ORANG.


DIANTARA PENYAKIT HATI, ada satu penyakit yang sesungguhnya banyak sekali yang menidabnya. Tetapi penyakit ini umumnya dibungkus rapi rapi sehingga jangankan orang lain, si pengidab sendiri akhirnya juga tidak tahu jika Ia sedang mengidap penyakita itu sehingga yang bersangkutan juga lalai untuk menyembuhkannya. Penyakit itu bernama munafiq.
Jika ciri munafik itu ada beberapa  umpamanya, maka yang banyak diidap ini belumlah mencapai satu dari satu dari beberapa itu, tetapi Ia sedang menuju kepada jumlah seutuhnya, yang disebut penyakit jiwa adalah sedang terbangun menuju point point kemunafikan itu tahap demi tahap, katakanlah misalnya adalah m,enyembunyikan kebenaran demi mempertahankan keinginan dan hawa nafsunya, atau orientasi politiknya, atau sekedar tiad mengakui kekurangannya. Tetapi manakala hal tesebut tidak segera diperbaiiki, maka bangunan kemunafikan itu akan semakin kukuh. 

Berikut kutipan terjemahan ayat terlaita munafiq : 
1. " Dalam hati m,ereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya ..." (Al-Baqoroh 10)
2. " Adag dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaiton itu sebagai cobaan bagi orang yang di dalam hatinya ada penyakit, dan yang kasar hatinya" (Al Haj 53). 
3. Sesunggunya bila tidak berhenti orang orang munafik, orang orang yang berpenyakit dalam hatinya, dan orang orang yang menyebarkan kabar kabar bohong  di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tiodak menjadi tetanggamu (di Madinah)  melainkan dalam waktu yang sebentar.(al-Ahzab 60)
 

Ternyata  banyak alasan dan penyebab seseorang menjadi munafik atau sedang bergerak menuju bangunan kemunafikan ada masalah moral, ada masalah gengsi politik ekonomi dan lain sebagainya semakin kesini akan semakin banyak hal yang bisa menyeret seseotang untuk bersikap munafik. Tetapi syukur ASlhamdulillah ternyata Allah memudahkan mereka untuk menyelamatkan diri dari kemunafikan, yaitu Kitab Al-Quran. 

" ...sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dar rabb kalian dan penyembuh dari penyakit penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk dan rahmat bagi bagi orang orang yang beriman, (Yunus 57)
"Dan kami turunkan Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmad bagi orang orang yang beriman, dan alQuran itu tidaklah menambah bagi orang yang zalim selain kerugian. (Al-Isra' 82)
" ... serta melegakan hati orang orang yang beriman, dan menghilangkan panas hati orang yang beriman. (At Taubah 14-15).

 










Selasa, 05 Mei 2020

PASTIKAN HATI YANG SEHAT KETIKA MENATAPKAN KEPUTUSAN

Ibnu Thaimiyah mengatakan 
bahwa hati yang sehat itu berciri keyakinan akan kebenaran
Sedang Hati Yang sakit adalah bersikap
ragu ragu. 

SESEORANG BISA YAKIN AKAN KEBENARAN 
Selain Banyak Ilmu Dia Yakin bahwa 
keputusannya sejalan dengan perintah dan larangan
Allah SWT.

KITA MEMILIKI PELUANG UNTUK MENILAI DIRI
SENDIRI, APAKAH HATI KITA SEHAT ATAU  BELUM

TERKAIT KASUS CORON nampaknya kita bisa mengukur diri sendiri secara mandiri, apakah kita sejatinya telah memiliki jiwa yang sehat. Kemungkinan yang lain adalah jiwa kita mati, manakala kita tak memiliki pengetahuan terkait virus corona. Jiwa kita disebut sedang tidur manakala justeru kita melakukan kelalaian terkait virus yang membahayakan ini. Atau kita dikelompokan sebagai jiwa yang sakit  manakala sejatinya kita ragu ragu dan hanya mengikuti saja kemana angin deras. Terkait dengan agama Islam maka unnat terbagi dua. Ada yang tetap sholat di Masjid termasuk lima waktu, berjama'ah dalam rarawih, dan tetap melaksanakan  sholatr Juma'at. Tetapi ada yang sejak pagi pagi telah  memutuskan bahwa kegiatan sholat sepenuhnya dilaksanakan di rumah selain sholat lima waktu, taraweh dan sholat Jum'at. Hatta belum dikategorikan sebagai zona merah. Padahal ulama menganjurkan sholat di rumah saja bila pihak berwenang menyatakan bahwa zona itu sudah termasuk zona merah.  

Suatu daerah disebut sebagai zona merah manakala di derah itu di dapatkan seseorang yang hanya beraktivitas di daerah lokal itu saja tertular dari orang lain yang juga hanya beraktivitas di lokalan itu saja pula. Virus corona bukan lagi didapat akibat kontak dengan orang luar, tetapi virus itu sudah terkategoro (produk lokal ?) Untuk zona merah itu MUI sepakat untuk menganujurkan (garisbawahi) sholat dirumah saja termasuk lima waktu, taraweh dan sholat jumat.

Kita batasi masalah ini dengan hanya Kota Bandar Lampung saja. Tim menyimpulkan bahwa Kotamadya Bandar Lampung termasuk zona merah, Pemerintah melarang ummat Islam sholat taraweh, sholat jum'at di Masjid. Tetapi sholat lima waktu silakan jika ingin sholat di masjid atau musholla. Dan sikap para jamaah ternyata bernekaragam.Dan salah satu kelompok dari ummat tetap beraktivitas peribadatan di Masjid dan Musholla karena Pemerintah juga simpang siur, sehingga ummat memilih cara sendiri. Salah satu pemicunya adalah Pemerintrah sendiri tidak dalam satu suara.

Tetapi ada yang menarik. Ada yang belum lagi larangan Pemerimntah untuk tidak sholat taraweh dan Jumatan, mereka telah memutuskan tidak lagi mengunjungi musholla dan Masjid, mereka full sholat di rumah. Ada juga yang sekalipun sudah keluar larangan namun mereka tetap saja sholat lima waktu, taraweh dan jumatan di Masjid. Tetapi ada juga yang datang sesekali walaupun semua telah menyatakan tak akan sholat di Musholla dan Masjid sebelum Corona reda. Ada yang menyatakan akan siap selalu sholat di Masjid dan Musholla tetapi sesekali tak nampak juga. Katakasnlah hal itu menjadi pilihan masing masing, karena viral di masyarakat agak nertentangan antara satu dengan yang lain. Maka kini kita bisa menilai apakah dilakukan sesuai hati yang sehat, itu penting karena dengan hati yang sehat, maka akalpun akan menjadi sehat pula.   .

Setidaknya hati itu bisa dikalssifikasikan menjadi  Hati yang hidup vs Hati yang mati, Hati yang Bangun VS hati yang tidur, Hati Yang Sehat VS Hati yang Sakit. Hati yang mana yang kita pumya, hati yang mana yang kita  gunakan ketika mengambil kesimpulan untuk dilaksaanakan. Berdasarkan Ketetapan Hati kita.
Keputusan berdasarkan Hati Yang Hidup, manakala kesimpulan dan keputusan hati  berdasarkan Pengetahuan yang standar untuk bisa memutuskan sesuatu. Karena ini terkait Corona, maka ilmu dan pengetahuan  yang dimaksud adalah terkait Coirona. Manakala Keputusan itu kita putuskan ketika kita sedang posisi kurang informasi tentang Corona, maka berarti kita memutuskan sesuastu dalam keadaan hati yang sejatinya sedang tidah hidup, atauy tepaynya kita memutuskan sesuatu dalam posisi hati yang mati.

Disebut Hati kita sedang Bangun, Ketika itu kita putuskan ketika belum atau bahkan tidak membaca baca ulang bagaimana petunjuk Allah dan Rasulnya terkaiy wabah penyakit menular, ketika itu kita putuskan dalam posisi tidak tahu tentang itu, maka sesungguhnya hati kita tidak dalam keadaan bangun. Dan disebut hati kita tidur manakala kita memutuskan sesuatu dalam posisi lalai.  (lihat tulisan terdahulu).Dan kita akan tercatat sebagai orang yang lalai ketika kita sanggup memutuskan sesuatu hanya dengan pengetahuan dan bahan bacaan sekedarnya, dan dengan pertanggungjawaban alakadarnya.

Disebut Hati Yang Sehat, manakala semua tahapan meliputi, hidupnya hati dan bangunnya hati terampawi secara sempurna dan meyakinkan. Ketika dalil dalil yang meyakinkan itu dijadikan dasar pengampilan keputusan maka berarti kepusutasn itu diambilk dengan hati yang sehat. Dengan hati yang sehat maka besar kemungkinan kita mampu menggunakan akal yang sehat.

Tetapi manakala ada pengetahuan kita yang kurang tentang apa yang telah kita putuskan, maka sesungguhnya hati kita sedang mati, manakala terjadi kelalayan terkait masalah yang telah kita putuskan, maka sesungguhnya hati kita kita sedang tidur. Tetapi yang lebih parah lagi manakala ada sesuatu yang telah kita putuskan dan bahkan sudah dilaksanakan, tetapi sesungguhnya hati kita ragu, maka pada hakekatnya pada saat itu hati kita sedang sakit.Tak mungkin pada saat itu kita bisa menggunakan akal sehat.

Hati kita termasuk sehat manakala pada saat memutuskan :
1, Kita telah memiliki pengetahuan yang memadai untuk menyimpiulkan sikap terbaik terkait Coron.
2. Kita telah mengkonfirmasi semua pengetahuan itu dengan al-Quran dan hadits serta beberapa sejarah yang terkait dengan halk tersebut dan sejalan dengan Islam
3. Berdasarkan ilmu dan agama, sedikitpun takada alasan untuk diragukan.

Hati kita tidak sehat jika dalam memutuskan itu keadaan kita.
1. Penegtahuan kita terkait coronba terbilang minim.
2. Kita tak sempat mengklarifikasi dengan ajaran agama tak maksimal
3. Kita mencari pengetahuan dan ajaran agama sekedar untuk memperkuat alasan sikap kita.
4. Sikap yang kita ambil menyisakan rasa bimbang.
Jika kita menisakan rasa ragu, maka berarti hati kita sedang sakit,
Terserah anda menilai diri anda sendiri.

Wallohu a'lam bishowab.




PASTIKAN HATI KITA SELALU DALAM KEADAAN BANGUN


Menurut Ibnu Thaimiyah Hati seseorang disebut 
bangun jika setiap saat Iya Dzikir kepada Allah sedang
hati itu dikatakan sedang tidur ditandai kelalaiyan 

Lalai menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Adalah Kurang Hati Hati dan Tidak mengindahkan
Dalam Al-Quran ada acman Bagi Orang Yang Lalai Dalam sholatnya.
(1) Menunda nunda waktu dalam melaksakan sholat, (2) Tidak menunaikan rukun dan syarat dalam Sholat. (3) Tidak khusyuk dalam menunaikannya. 

PASTIKAN BAHWA KITA SELALU DALAM KEADAAN DIZIKIR' 

DZIKIR ITU ARTINYA INGAT ALLAH, kita akan disebut memiliki hati yang bangun. ketika kita selalu merasa bahwa kita selalu dalam posisi diperhatikan Allah, maka hati kita akan selalu terbangun, apa yang kita lakukan ada respon dari Allah, apa yang kita ucapkan ada respon dari Allah dan apa yang kita pikirkanpun ada respon dari Allah. Manakala anda merasa bahwa Allah tak pernah  lepas dari respon Allah Swt. 

Karena Allah selalu merespon kita maka kita akan selalu menjaga hal hal yang tak disukai Allah, apalagi jelas jelas di larangnya, jamngankan yang dilarang yang makruh saja, yang tak disukainya harus kita hindari, manakala hal yang drmikian menjadi prinsip kita, maka berarti telah berusaha untuk tetap selalu terjaga, artinya hati kita bangun. Hati kita disebut bangun manakala kita selalu ingat atau dzikir kepoda Allah. 

Dengan selalu ingat kepada Allah, maka seseorang tidak akan lalai, lalai dalam bahasa Indonesia artinya kurang hati hati, atau tidak m,engindahkan. Sedang dalam al Quran lalai disebut bahwa neraka Wail bagi orang yang lalai dalam sholat, kelalaian dalam sholat itu antara lain  menunda nunda pelaksanaan sholat sehingga ketiadaan waktu, posisi waktu pada akhir, kedua tidak memenuhi rukun  dan syaratnya, sehingga tentu saja sholat itu kurang sempurna bahkan tidak syah, yang ketiga sholat dilaksanakan tidak sepenuh hati.

Jadi seseorang di katakan hatinya hidup manakala Ia merasa bahwa Allah selalu memperhatikan dan merespon apa yang dipikirkan, apa yang di ucapkan dan apa yang dilakukan. Sehingga Iya akan selalu melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya, serta meninggalkan larangannya. Dan seseorang disebut  manakala tidak melaksanakan tugasnya, atau walaupun dilaksanakan, tetapi jauh dari kesempurnaan.

Satu hal yang harus menjadi catatan bagi kita adalah bahwa pada hakikatnya dalam hati yang hidup bukan hanya kita yakin bahwa Allah akan merespon apa yang kita pikirkan, apa yang kita ucapkan dan apa yang kita lakukan. Tetapi yang juga harus kita garis bawahi bahwa Akal itu akan sehat justeru setelah kita merespon segala perintah dan ajaran Allah dengan hati, dengan ucapan dan juga dengan perbuatan.

Wallohua'lam bishowab.

Minggu, 03 Mei 2020

HIDUPKAN HATI TERUS, BILA INGIN PUNYA HATI YANG SEHAT.


Fachruddin FGD

Menurut Ibnu Thaimiyah hati itu dikatakan hidup adalah 
ditandai dengan upaya upaya dan keberhasilan kita menmbah
kan ilmu dalam hidup kita ini. Hati itu akan menjadi hidup 
manakala ilmu kita bertambah. 


SAYA PERNAH MENGALAMI PINGSANNYA HATI
MUNGKIN BELUM BENAR BENAR MATI. 

PENUJU HATI YANG SEHAT ITU hendaknya di awali dengan menhidupkan hati terlebih dahulu, menurut batasan yang dirumuskan oleh  Inbu Thaimyah adalah manakala seseorang berusaha dan berhasil menambahkan nambahkan ilmu padanya maka itu merupakan indikasi hidupnya hati seseorang.Kebalikan hidupnya hati adalah matinya hati. Matinya hati seseorang bisa di awal, bisa di tengah dan bisa pula di atas. Miskinnya pengetahuan seseorang bisa di awali dengan malas belajar, atau tidak mau sibuk sibuk belajar, pernah di awal perkewmbangannya, di tengah perkembangannya, dan juga di akgir perkembangannya, diantara itu saya pernah mengalaminya justeru termasuk dia awal perkembangan saya.

Di tingkat SD saya enjoy dalam belajar, di awal SLTP masih memiliki kemampuan mempertahankan semangat belajar, tetapi semangat belajar saya hilang di akhir LTP semulka saya diawali dengan mengalami sakit, sebenarnya sakit yang paling parah adalah di kls III SLTP saya mengalami sakit yang cukup parah, pada saat itu saya mengalami sakit hingga tiga (3) minggu lebih lamanya dan puykulan yang paling parah saya rasakan adalah jatuhnya prestasi saya di Ilmu Aljabar, saya disingkirkan oleh teman perempuan di kelas itu. jika tak salah namanya Maryati. Dia menjadi  Bintang Aljabar di kelas saya. setelah saya diringkirkan dalam ketidak berdayaan setelah saya mengalami sakit mencapai sebulan tak masuk sekolah. Dan langkah berikutnya saya kekurangan jatah bulanan, sehingga kecap menjadi teman nasi yang paling setia

Setammat SLTP masuk ke SLA nampaknya saya   saya masih belum mampu menghidupkan lematian atau mungkin baru pinsan, sampai pada saat kelas III SLTA atau tahun teralhir di SLTA. Pada saat kami masuk kelas akhir, kami di bagi dua dan memang saya dikelompokkan ke kelompok A, kami semua di bagi kelompok A dan B. A di anggangap lebih baik dari B.Tetapi saya merasa saya takdi kelompokkan kan A. Saya juga heran selama tiga tahun saya menggenjot untuk menutupi
ketertinggalan saya. Tetai hingga ujian akhir saya belum mampu mernunjukkan prestasi dan hasil belajar saya.

Hasil belajar saya baru nampak terasa setelah mulai duduk di bangku kuliah. Hasil hasil belajar saya baru mulai bermunculan dan terasa. Saya merasakan adanya grafik naik. Apa yang saya baca terasa lengket di ingatan saya, dan saya suka membaca baca buku apapun. Dan di Bangku kuliah saya menyenangai semua mata kuliah saya sukai, tidak seperti SLTA dahulu, aga mata pelajaran yang kurang saya sukai. Di Bangku kuliah tak mata kuliah yang tak saya sukai.

Hingga Sarjana Muda memang saya akui buku yang saya baca tak terarah, karena pada saat itu dosen tak mengarahkan, karena memang bukunya tak ada di Perpustakaan. Baru setelah doktoral kami mendapatkan intormasi buku apa yang diwajibkan dan buku apa yang diajurkan. Pada saat itu saya membaca buku buku itu selagi ada di toko buku dan di Perpustakaan.

Inti yang menjadi point saya adalah bahwa sakitnya hati bisa kita alami sekalipun kita dalam penuh kesadaran bahwa hati kita sedang sakit, dan kita berusaha belajar. Pada saat saya berusaha belajar itu saya belum sanggup menemukan hidupnya hati saya, tetapi yang sudah pasti saya dapatkan adalah semangat, semangat untuk belajar itu saya pikir menunjukkan bahwa hati saya belum mati. Dan kesimpilan saya untuk itu kita memang membutuhkan sebuah perjuangan. 

Selasa, 21 April 2020

DETEKSI MANDIRI KONDISI HATI ITU PENTING.






KETAHUILAH BAHWA  hati kita itu seperti juga halnya dengan fisik kita, ada beberapa situasi hati yang harus bisa kita identifikasi secara dini agar tidak keterusan, karena manakala terlanjur parah maka akan menyulitkan kita mencapai husnul khootimah. Namun demikian identifikasi mandiri itu adalah sesuatu yang sangat mungkin bisa kita lakukan sedini dan secepat mungkin, namun jangan samopai terlambat Ada hati yang hidup, ada hati yang mati,  ada hati yang bangun dan ada hati yang tidur, ada pula hati yang sehat, tetapi ada hati yang sakit.

Hati kita Hidup manakala ilmu kita selalu bertambah, hati kita akan menjadi mati manakala kita berhenti menambah ilmu. Hati kita akan Bangun bila kita berzikir, dan hati kita akan Tidur manakal kita lalai. Hati kita akan Sehat manakala kita memiliki keyakinan dalam menghadapi berbagai masalah, sedangkan hati ini akan sakit manakala kita menjadi Bimbang dan Ragu ketika menghadapi masalah.

Hidup pada era sekarang ini, yang disebut era digital,  era informasi dan era aplikasi, seyogyanya kita menapaki kehidupan ini akan lebih mudah dan nyaman, ternyata tidak. Bagaimana kondisi hati kitalah yang lebih menentukan, Bahkan barokah dan hidyah juga terkait hati kita pula. Berikut saya mencoba untuk menguraikannya, tetapi dalam uraiannya akan saya kaitkan dengan virus corona. bagaimana kita berfikir dan bersikap dan bahkan berbuat terkait vurus corona, semoga saja dari kasus itu kita bisa mengetahui di mana posisi hati kita ini. Hidipkah, atau matikah. Bangunkah atau tidurkah, Dan Sehatkah atau sakitkah.

Hati ini terbilang hidup manakala kita masih mempunya upaya menambah pengetahuan. Ketika kita tahu masuknya virus corona yang mengancam siapa saja, lalu apakah kita memiliki upaya untuk cari tahu lebih banyak. Jika Iya maka diyakini hati kita dakam keadaan hidup. Tetapi jika biar saja orang yang cari tahu, nanti kita ikut ikut saja, maka sesunggunya kita sedag enggan untuk hidup, tetapi yang paling banyak mungkin hidup enggan mati tak mau. Dia tak mau belajar. Dia mengalami matik yang sebenarnya manakala benar benar tak lagi memiliki pemahaman dan pengetahuan  tentang itu.

Tetapi hati kita mungkin belum mati, atau masih hidup. Tetapi apakah hati kita sedang Bangun ?, Batasan hati yang bangun, adalah apakah pengetahuan anda tentang virus tadi langsung dikaitkan dengan keberadaan Allah. Jika kita berhasil mencari tahu bagaimana ajaran agama terkait dengan virus coronas, dan kita menentuikan sikap kita berdasarkan ajaran Allah dan kita melakukannya, maka berarti hati kita itu sedang bangun. Tetapi manakala kita tak tahu bagaim=na dengan ajaran yang sebenarnya, dan kita ikut ikutran saja, ke mana angin deras, sehingga melakukan kelalaian kelalaian, maka kelalaian itulah yang disebut dengan hati yang sedang tidur.

Oke .... Hati kita Hidup, dan Hati kita bangun atau terja, tetapi sehatkah hati kita, ukurannya adalah apakah kita melakukan sesuatu dengan keyakinan yang beralasan informasi dan pengetahuan yang akurat, dan kita telah berhasil mengaitkannya dengan petunjuk Allah.  Banyak orang yakin, tetapi keyakinannya itu berdasarkan ketidak tahuan dan pemahakan yang memadai. Banyak orang yakin hanya berdasarkan ketakutannya saja dalam rangka mencari aman belaka. Biula itu yang ditempuh maka sesungguhnya dia belum sehat. Karena szesungguhnya seseorang dikatakn sakit hatinya manakala kita hidup dalam keragu raguan. Hidupnya terombang ambing, artinya hatinya sakit.

Di manakah posisi hati kita maka simaklah uraiah kilat, tetapi sedikit agak ribet ini, bacalah dengan sabar dan akhlas, maka maka kita akan memahami dan menadapatkan benang merahnya. Semoga hati kita sehat semua, karena dengan hati yang sehat itulah maka mati kita nanti dalam keadaan husnul khootimah.



Senin, 13 April 2020

HATI YANG SEHAT UNTUK MENCAPAI HUSNUL KHOTIMAH



KITA HARIS TAHU bahwa hati atau qalbu kita itu seperti juga halnya dengan tubuh kita. Kata Ibnu Thaimiyah ada enam macam yang dialami tubuh, demikian juga hati atau qalbu meliputi Sehat, sakit, hidup, bangun, tidur ada juga hati yang mati, (1)  Hati itu akan mengalami hidup manakala ilmu bertambah, (2) Hati akan sehat manakala Ia memiliki jeyajinan atau sesuatu yang pantas diyakininya,  (3) Tetapi hati itu akan sakit manakala hidupnya penuh keragu raguan, atau kehilangan kepercayaannya. (4). Hati itu akan tidur pulas manakala telah melakukan kelalaian kelalayan dalam hidupnya, (5) Hati itu akan bangun dengan dzikir dan mengingat Allag, (6) Hati akan Mati bila tak memiliki ilmu.

Tugas kita sekarang adalah memelihara hati agar sehat selalu, dalam sistematika penguraiannya adalah seperti ini : a) Hidup vs Mati, b). Bangun vs  Tidur,  c).  Sehat vs Mati.  Dan kita mulai dari hidup yang lawannya adalah mati. Yakinlah bawa hati kita itu masih hidup manakala kita masih memiliki semangat untuk untuk menambah ilmu dan pengetahuan, biasanya para ilmuan itu setelah mengetahui sesuatu maka carilah yang lain setelah yang satu itu didapat. Sumber ilmu pengetahun banyak, medianya juga banyak, berapa banyak sumber yang kita dapat dan seberapa banyak media yang kita gunakan. Kita bisa mengukur sendiri, dan artinya kita tahu sesungguhnya hati kita itu sedanh hidup atau sudah mati. Untuk membantunya, kita rumuskan pertanyaan dan kita cari jawabannya. Hidup dia.

Yang kedua kita juga harus memeriksa apakah hati kita sedang bangun atau sedang tidur. Hati kita akan bangun manakala kita sadar se sadar sadarnya bahwa Allah tak pernah melepaskan perhatiannya kepada kita, sehingga kita juga selalu mengingat Allah atau dzikir. Hati kita akan tetap bangun manakala kita selalu sedang merasa diperhatikan oleh Allah. Dan hati kita akan tertidur manakala kita mengira  kita sedang luput dari perhatian Allah, dan kita mulai dengan berbagai kelalaian. Kelalaian demi kelalaian akan membuat hati kita tidur. Sekali kita tidak melaksanakan sholat berjama'ah dan kita menganggap sesuatu yang biasa saja, lalu dua kali, tiga kali kita lali, dan hati kita tertidur pulas.

Hati kita akan sehat manakala kita menmukan sutau yang bisa meyakinkan kita, bisa kita percaya dan sekaligus juga yang kita yakini adalah sesuatu yang benar. Manakala kita terjebak   meyakini sesuatu yang salah kesehatan kita itu adalah kesehatan yang palsu. Dalam sholatpun kita bisa keliru  atau ragu, dalam jumlah rokaat. Maka yang paling penting kita harus buang peluang untuk korup,  bila kirta ragu ragu  tiga rakaat atau emap rokaat, maka segera putuskan tiga rokaat dan kita melaksanakan rokaat yang keempat. Segera hilangkan peluang untuk korup. Laksanakan rokaat yang keemapt dengan segala keyakinan kita.

Hati kita akan betul betul mati manakala kita memang sama sekali tak memiliki ilmu. Bagi seseorang yang memiliki ilmu dunia ini akan terasa gelap, dan kita akan mengikut saja kemana orah angin yang deras. Naka akan kita buat seperti apakah hati kita ini, itu sangat tergantung atas kemauan kita, Maka yang benar adalah Hidupkan hati kita, Bangunkan hati kita, sehatkan hati kita. Dan jagalah hati ini jangan sampai sakit,  jangan sampai tidur dan apalagi mati.. Ketika sedang mengejhmbuskan nafas yang terakhir  yakinkanlah bahwa hati kita sedang hidup, sedang bangun dan sedang sehat.