Tampilkan postingan dengan label KEAGAMAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEAGAMAAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2022

Prof SELAMET GURU SAYA


NAMANYA SELAMET maaf nama Baptisnya yidak saya cantumkan, saya anggap dia Sebagao Guru Besar saya, boleh To  menganggap seseorang sebagai Profesor saya bila Dia telah mengajarkan sesuatu yang yang sangat berhrga kepada saya toh Dia tidak meminta dan tidak menuntut imbalan apapun. Tinggi kami seimbang, tetapi berat timbangan bisa jadi saya lebih berat karena saya lebih gemuk, ijinkn saya menyuebut Pak Prof sebagai penghormatan kepada teman senior yang sudah malang melintang sesuai umurnya. Dia tinggal di Jakarta, kami berdua sama sama menjadi pekerja di sebuah Perusahaan Konslultan, dan jam terbang beliau  jelas  lebih tinggi dan jauh dibanding jam terbang saya yang baru belajar dari dahan ke dahan rendh saja.   

Ini foto yang saya pasang adalah Foto yang saya ambil ketika kami bersama sama mengikuti pelatihan sebagai konsultan pendidikan yang diselenggarakanb di Bogor, selain kami berdua, ada dua orang lagi yang ditugaskan di Satu Daerah yang sama, Mereka adfalah Ibu Rajianti dan Ibu Susi, Jadi ada kami berempat ditugaskan dalam satu Tim tetapi berl;ainan Kabupaten saya, masing masing dua Kabupaten. Saya di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ulu Timur, Pak Selamet Kanupaten Empat Lawang dan Musi Rawas, Ibu Yanti di Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ulu Timur, sedsang Ibu Susi ditugaskan di Kota Palembang dan Kabupaten 

Masing masing kami diberikan kesempatan berkeliling di seluruh Kabupaten yang ikut menyelenggarakan program ini, lalu dilaporkan kepada Pihak Perusahaan, selanjutnya Perusahaan membagi kami wilayah dan kami konsentrasi di Kabbupaten masing masing  dua Kabuparen. Tetapi saya tidak inginmeceriterakan tentyang masing masing tugas kami, tetapi saya ingin berceritera tentang sahabat satu Tim saya yaitu Bapak Selamet. 

Memang sepengetahuan saya ada suatu program dari seperti Katolik dan Krisaten  untuyk sebisa mungklin memiliki hubungan asmara dengan sahabat yang beragama Islam dan sebisa mungkin  bisa menjalin cinta bersama pemuda pemudi Islam. Barangkali itu yang dilakukan sebagai Penganut Katholik. Dan Ia berhasil mempersunting seorang Gadis Muslim. sepertinya mereka hidup bahagia sampai melahirkan beberapa putra putri yang bahagia di tengah keluarga itu. 

Sampailah pada suatu saat ketika rejeki dati Tuhan mengalir cukup deras dan keluarga bahagia ini memnginginkan membel;i rumah sendiri. dan keluarga ini bersepakat untuk membeli rumah jadi dan bisa bergaulk dengan masyarakat kebanyakan. Akhirnya setelah berupaya  bertanya sana sini serta berusaha mengejar inforkasi dari media, akhirnya didapatkan berita bahwa ada sebuah di rumh yang cukup besar dengan tanah yang ideal. Terletak pada areal yang sangat mudah mencapai arus transportasi, mudah keluar dan juga mudah untuk pulang. 

Ternyata merela tyidak salah piliuh lokasi, sejumlah tetangga disekitar rumah tempat tinggal mereka sangat bersahabat, mereka bertegur sama sangat hormatnya. Walaupun ada juga yang sedikit terperanjat, ketika Si Ibu rumah Tangga, menjelaskan bahwa Suaminya adalah Penganut Katholik yang baik. Dan memiliki rasa toleransi yang tinggi, semua anak anak saya tak ada yang diBaptis ... Kata si Nyonya, tetapi anak anak sangat mencintai ayahnya, kata Ibu bangga.  Para tetangga mengangguk angguk tampa komentar kata.  Sungguih mereka merasa tak salah pilij lokasi rumah di Cipete Jakarta itu. 

Tiba pada suatu hari Ibu Ibu penduduk perumahan itu setelah mengetahui Si Ibu Selamet adalah seorang Muslimah, maka diacara Peringatan Hari Besdar Islam, beliau diundng, Dan dengan senang hati Ibu Selamet hadir diacara itu dengan segala rasa suka. beliau hadiri seperti Ibu Ibu Muslim lainnya, menutuip kepala. Sepanjang disampaikannya ceramah oleh Ustadz nampak Ibu Selamet  nampak terdiam, kita tak tahu mengapa ketika hadiri bersama tertawa karena adanya kalimat Ustads yang lucu, tetapi  justeru Ibu Selamat seperti terdiam dan membisu. 

Selang beberapa hari kemudian Ibu Selamat bertanya kepada sahabat barunya, di hari apa lagi Masjid kita menyelenggarakan  kembali, apakah ada pengajian rutin, apakah ada pembelajaran mengaji dan banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang dia ajuka kepada sahabatnya itu. Akhirnya Ibu Selamet memilih beberapa acara yang biasa diselenggarakan oleh ta'mir. Lambat laun pemahaman Ibu Selamat kepada Islam semakin banyak. Tetapi sejalan dengan itu Pak Semaet merasakan demiukian dahsyat perubahan dari Sang Isterinya. 

Suatu kali Pak Selamet seperti akan curhat kepada saya, walau[pun dia raguy ragu karena saya sulit diajak bicara serius katanya, tetapi kali ini dia bilang ' Ini Seris   Dia tanya pada saya, "Apa hukumnya Mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru, untuk menjaga perasaan, saya jawab dengan putar putar dan saya persilakan kepadanya untuk menyimpilkannya.  Dia bilang saya sudah menduga bakal dapat jawaban seperti ini, Tetapiu Natal tahun kemaren Fachruddin tidak menyalami saya. Maka jawabannya sayapun tidak terlalu berharap. 

Saya cuma ingin ngasih tahu bahwa Isteri saya semenjak kami tinggal di Cipete, selain sudah tidur di lain kamar Dia juga tidak mengucapkan  Selamat Natal dan Tahun Baru, Isteri saya melakukan perubahan drastis. Tetapi saya masih sangat terhibur dengan sikap anak anak saya, Walaupun sikap mereka seperti bervariasi.  Namun semakin lama semakin kabur sekap mereka, tetapi  Anak perempuan saya sangat memahami saya  Sangat memperhatikan kesehatan saya dan banyak lagi, setidaknya kata Pak Selamet perhatian itu lebih ditampakkan, walaupun pada saat Hari Natal dan Tahun Baru tak seorangpun diantara mereka yang masih melakukannya. 

Tetapi saya sangat terkejut sekali pada suatu kesempatan untuk pulang liburan ke Lampung saya Pamit kepada Pak Selamet, dan saya bilang memang tidak menyebutkan mau libur Tahun Baruan., pada saat itu saya nerharap  beliau akan mengerti  bahwa sebagai Ummat Islam saya tidak wajib mengucapkan  Selamat Natal dan  Tahun Baru, kecuali bila sebagai Pejabat dan atau Pimpinan lainnya yang sekaligus bisa membawahi mereka yang Natalan dan yang tidak natalan. MUI mempersilakan kepada mereka  untuk Mengucapkan itu Kepada bawahannya. 

Saya terkejut sekali ternyata  Pak Selamat tidak pulang ke Jakarta, dan saya baru sadar itu maksud Pertanyaan Apa hukumnya Ummat Islam Mengucapkan Selamat Hari Natal kepada Penganut Agama Islam dan Katholik. Suatu hari dengan wajah yang sedih beliau mengatakan semula Hanya isterinya yangt tidak mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru kepadanya setelah bergabung dengan Grup Pengajian Ibu Ibu di Cipete.  Belakanganpun ternyata anak anaknya juga tak m,engucapkan itu, walaupun  mereka mengistimewakan Hari Natal melalui Makana  yang mereka siapkan dan Pakaian yang mereka pakai tetap seperti layaknya orang berada di hari yang diyakan. 

Pak Selamet Udah Umroh .... ?  Saya agak terkejut dengan ungkapan Pak Selamet pada suatu hari,  Sebenarnya saya ini sudah melakukan Ibadah Haji atau setidaknya Umroh versi Kristen ataupun Katholik, yaitu mengunjungi Yerusalem. Setidaknya setahun sekali kami lakukan, tetapi saya mungkin ingin untruk kedua kalinya karena saya ingin bersama keluarga. Kunjungan ke Yerusalem ini bagi Penganut Kristen SAtau Katholik adalah sebagai ibadah, tetapi acara ini juga terbuka bagi Ummat Islam atau Penganut agama laen. 

Jika sekarang memang belum, tetapi berdasarkan perkiraan nantinya Perjalanan ke Yerusalem ini akan sangat diminati oleh ummat Islam, walaupun bagi mereka adalah hanya pesiar saja. Itu tidak maslahag mereka setidaknya selain melihat langsung Yerusalem, tetapi seyogyanya akan tahu bagaimana kisah sejarah Kota bersejarah itu. Dan suatu saat Pak Selamet merasa Yakin acara menunjungi Yerusalem ini akan lebih didominan oleh Ummat Islam sebagaimana mereka  berusaha keras menunjungi Makkah dan Madinah. Tetapi juga Islam berhak mengunjungi Yerussalem. Kata Pak Selamet dengan rasa bangga. 

Bagaimana kabar Pak Selamet, saya tidak tahu, dahulu tempo tempo kami berdua saling kanegn dan merasa perlu menanyakan kondisi masing masing. Tetapi sudah setahun ini saya tak lagi berhubungan hatta hanya via tekepon atau WA.  Saya doakan agar Istri dan Pak Selamat yang memang sejak semula memilih agama Islam, semakin khusyuk ibadahnya. Dan semakin dalam serta luas pemahamannya tentang Agama Islam.  Semoga mereka mampu mencapai derjat takwa, dan meninggal dalam konsi Husnul Khotimah. Aamniin. 







 



 

 

 

 

 

 

 

Senin, 18 Juli 2022

KITA INGIN MERDEKA ... ?

'  
ANAK DIDIK MAU DIBAWA KE MANA  YA. 


UCAPAN Rocky Gerung begitu dahsyat menyalah nyalahkan konsep Pendidikasn yang ada dipikiran Menteri Pendidikan  di mata Pengamat Rocjy Gerung ini adalah tak memiliki konsep tentang pendidiikan katanya, tetapi dalam waktu bersamaan Dunia Pendidikan Indonesia akan diguyuri dana yang luar biasa banyak, dan dana itu bisa digunakan untuk sesuatu yang menyenangkan.  Bukan hanya Rocky yang jengkel  Tetapi para praktisi Pendidikan kita juga terlalu masih banyak yang bertanya tanya tentang Arah perubahan Pendidikanh Nasional, karena mereka juga nampaknya tak mengenali siapa yang berperan dalam melakukan perubahan perubahan itu. Untuk sementara cukup dengan satu kata Kementerian Pendidikan akan menciptakan Pendidikan yang Merdeka. 

Sambil kita menantikan kemana arahnya perubahan Sistem Pendidikan Nasional ini   saya ingin menyampaikan sebuah cerita yang pada saatnya nanti  justeru ini akan menjadi sebuah pristiwa besar, yaitu pristiwa yang sangat menentukan masa depan Bangsa. Saya mulai cerita ini ketika BJ Habibie ditunjuk sebagai Presiden Penerus dari Presiden Soeharto yang mundur dan sebelumnya Wakil Presiden BJ Habibi sudah sering berpidato tentang           







Minggu, 04 Juli 2021

LIHATLAH KOTA IROM



ITU PERINTAH DAR ALLAH SWT, lihatlah Kota Irom, lihat dengan pikiran, dengan akal, cipta, rasa dan walaupu hanya sedikit stok karsa. tetapi karsa itu, tetapi dengan melihat atau dalam bahasa lain Iqra, bacalah. Dan salah satu yang harus dilihat itu adalah bagaimana kota Irom. Lihatlah dan bacalah Kota Irom. Karena ada pelajaran yang sangat berharga di sana. Irom adalah Kota Termodern dan belum ada kota se modern itu sebelumya. Berdirinya kota yang supermodern itu berarti ada potensi yang luar biasa yang mereka miliki, tetapi mengapa potensi itu merka hancurkan, sehingga mereka tak lagi memiliki kemampuan mempertahankan kemodernan kota Irom. Dan akan sangat mengecewakan karena potemsi besar yang modern itu hanya ditukar dengan  sesuatu yang sangat tak sebanding keuntungannya  dan dalam maktu yang bersamaan kerusakan yang diakibatkannya sangatlah luar biasa, merekapun terkubur secara massal bersama kekayaan dari keuntungan yang dia dapatkan.



Perlu disampaikan sebelumnya bahwa Kota Irom itu berdiri dua kali, dan ada kelompok dan angkatan sebagai pelakunya. Kota Irom yang pertama adalah ditandai dengan keberhasilan mereka mendapatkan sebuah Gunung Besar ternyata sebuah Gunung yang terbangun dari sebuah batu besar. Dengan ketinggian ilmu yang mereka kuasai mereka berhasil merubah gunung itu menjadi sebuah Kota selain indah  juga sangat nyaman ditempati. Ruangan tertata dengan rapih sehingga menjadi rangkayan rumah gedung besar besar dengan segala kecukupannya. 
 
Pemandangan yang indah bersama  tanam tumbuh yang segar, tentu saja aliran air yang cukup tersedia sehingga menhasilkan buah buahan segar yang tentu dengan  kelezatan segala citarasanya. Masing masing penduduk di Kota itu tinggal di situ dengan segala kenyamanan Bak disyurga saja layaknya,   Tentu saja selayaknya situasi seperti itu harus disyukuri karena dengan rasa syukur kepada Allah karena dengan rasa syukur itu maka Allah akan menambahkan rejeki baginya daru sumber yang tak di sangka sangka dan  dalam jumlah yang tak terbayangkan. Karena mereka salah jalan, maka tammatlah mereka secara tertutup debu yang semakin lama semakin tebal  sehingga mereka tak mampu mengkibas debu yang semakin kencang menggada tubuh da kediaman mereka, tertutuplah  dari pandangan mata, hilanglah Kota Irom yang pertama,

Bisa Beberapa Abad kemudian, di sekitas situ juga berdiri suatu komplek perumahan, kukuh dan berdiri berderet deret tiang pancang yang besar besar, berdirilah bangunan bangunan bertingkat tingkat dan belum ada sebelumnya bangunan setinggi itu. Sayang sekali masyarakat di Kota Irom Jilid dua itu itu juga berakhir teragis. Dikabarkan bahwa di daerah itu selalu terjadi gempa halus. Yang tentu saja sejak semula masyarakat setempat tak akanpernah menganggap sebagai suatu ancaman serius, tetapi manakala itu terjadi di suatu daerah yang menggunakan bangunan bebatuan bersambung tetntu saja usia bangunan itu akan sangat ditentukan oleh gerakan gerakan yang mengakibatkan terjadinya geseran dan kelonggaran ikatan sebagai kekuatan dari sebuah bangunan. 

Dalam catatan sejarah terkait Kota Irom  ini, ada sesuatu yang tak boleh kita lupakan pada Kota termodern pada saat itu dan belum ada sebelumnya kota se modern itu. Bahwa Kota Irom itu berdiri dengan nama yang sama di tempat yang sama di waktu yang berbeda dan pada komunitas Bangsa yang berbeda, dan satu hal lagi kedua Kta merdn di zamannya itu. Dan kehancurannya diebabkan oleh malapetaka karena disapu badai yang kecil bagi yang pertama dan kareba Gempa Kecil bagi kota yang kedua. Tetapi konon satu bentuk penyebabnya, yaitu mereka memalsukan Timbangan dan tentu saja sama dengan ukuran lainnya, yaitu ukuran dan takaran.   

Pada saat itu masyarakat akan sulit untuk menemukan timbanan. takaran dan timbangan yang kes dalam kehidupan sehari hari,sehingga mereka mengalami kris kepercayaan antar sesama.  Semula kecurangan itu hanya dilakukan oleh dunia perdngan saja, tetapi lama kelamaan dalam semuaaspek didapatkan kebohpngan luar biasa, tetapi sepertinya semua pihak seolah bisa menerima, selera dan keininan oleh para pebisnis yang cenderung semena mena dalam mencari keuntungan, ternyata seperti dibiarkan dan bahkan didukung oleh Penguasa setempat.  Dan terkait itu pula nampaknya para ilmuan dan, pihak ilmuan atau cerdik pndai atau ulama seperti tak hendak atau tak mungkin membuka mulut. Itu semua 

Tentu hal ini terjadi secara bertahap dengan segalada melalui proses panjang untuk bisa menunjukan, mensosialisasikan serta upaya memebela kecurangan itu. Mulai dari cara yang tersembunyi dan tak nampak, sampai kepada dilakukannya secara terang terangan. Semua orang tahu mengkorup timbangan, ukuran takaran adalah sebuah kejahatan, Yang paling berkepentingan untuk melakukan pemalsuan timbangan, takaran dan ukuran adalah dunia perdagangan,karena dengan pemalsuan itu para pedagang akan mendapatkan keuntungan yang banyak berlimpah. 
 
Jika seandainya terjadi pemalsuan atau penggelapan atau pengrusakan atau pemalsuan ukuran, timbangan dan atau takaran dan semacamnya maka yang paling terlibat dalam kegiatan ini  adalah dunia perdagangan karena yang paling sering terlibat  untuk penggunaan timbangan takaran dan ukuran dipastikan adalah dunia perdagangan, Tetapi mengapa di Kota Irom demikian bebasnya para pedagang mengambil keuntungan dengan cara melakukan pemalsuan timbangan ukuran dan takaran dan lain lain, maka dipastikan bahwa dunia perdagangan telah berhasil melibatkan pihak pihak lain dengan berbagai cara dan kesepakatan kesepakatan berbagi keuntungan secara berimbang, Hanya mere yang tahu. 

Jangan main main dalam membangun kesepakatan untuk melakukan pemalsuan, pengrusakan, pengurangan timbangan ukuran dan atau semacamnya, karena memalsukan merusak, memanipulasi dan semacamnya sehingga banyak yang tertipu atau bahkan kerusakan berat terutama hal hal yang yang memang menuntut akurasi ukuran. 
 
Tetapi yang jelas adalah pemalsuan atau pengrusakan timbangan, ukuran atau tawaran dan lain sebagainya duipastikan akan merugikan banyak pihak, dan bisa dipastikan mereka yang miskin akan menjadi pihak yang palinh sengsara. Dalam ajaran agama Islam dikatakan bahwa sesungguhnya Allah tidak ingin menurunkan malapetaka menimpa manusia, tetapi prilaku manusia itulah yang sangundang turunnya malapetaka yang menimpa banyak orang, Tepatnya bila pengundang amalapetaka. ada kesepakatan dan berakibat merananya rakyat kecil adalah sebagai  pengundang malapetaka. 
 
 

Sabtu, 12 Juni 2021

SATUKAN ANTARA GERAK JURUS PS, SISTEM PERNAFASAN DAN KAIDAH PS , MAKA ISLAM AKAN MENJADI LUAR BIASA DI INDONESIA.

ISLAM DI INDONESIA pernah menyentuh angka hingga mencapai sekitar 99-an persen dan hebatnya lagi pada saat itu masyarakat setempat mengalami kebutaan aksara hingga mencapai 90-an persen. Ternyata pada saat itu juga Islam telah mencapai angka 80-an persen yang melek aksara hijaiyah. Yaitu aksara yang digunakan untuk membaca Al Quran. atinya pada saat itu Islam sangat melek huruf. Pada saat yang sama maka beredarlah huruf  Jawi dan Huruf Pigon. Huruf Jawi adalah tulisan hijaiyah yang digunakan dalam bahasa Indonesia dan Melayu, dan huruf huruf Pigon untuk sebagai tulsan hijaiyah untuk menngunakan bahasa daerah Jawa, Sunda/ Banten dan lain lain.
Kemampuan para ulama membuat ummat mencap  80%  melek  huruf hijaiyah di  ditengah masyarakat yang mengalami butaaksara sebanyak 90% pada saat Bangsa ini telah berhasil mencapai Kemerdekaan. Ini adalah preatasi para ulama melaksanakan dakwah, dan ketahuilah bahwa pada saat inu dunia dakwah bukanlah dunia ibaran jalan lurus dan mukus, melainkan jalan terjal serta penuh onak dan duri. Pada saat itu hemang dunia Islam sagat  mengenal Islam di Indoneia, dan banyak sekali para pedagang dan peniaga yang senang berkeliling Indonesia dalam berdagabg itu, Lalu singkat ceriteram siapakah  para ulama dan da'i yang hebat hebat itu. Sekedar bocoran sedikit dan Insya Allah nanti pada saatnya saya berniat akan menulis lebih serius. 
 
Kenbali saya akan katakan bahwa Ulama pada saat itu memenuhi tiga kreteria, maka untuk menenal ulama kita pada saat itu harus menyentuh tiga variabel sebagai identitas keulamaannya. Ulama pada saat itu harus menguasai ilmu keislaman, yaitu selain mahir mengaji Quran, bisa pula menterjemahkannya, serta pandai pula menahsirkannya. Tak terbayang bagi kita betapa hari hari mereka diisi dengan membaca berbagai jenis Kitab yang ditulis oleh ulama terdahulu dengan masing masing gaya dalam menulis.
 
Dalam dunia pendidikan Islam, dikenal istilah mengaji kitab, ulama jaman dahulu dalam menulis kitab pada umumnya kitab tebal tebal dengan isi yang mencaoai ribuan halaman dalam satu jilidnya dan tertulis dalam konten yang berjilid jilid. Maka sejak dahulupun para ulama menulis kitab memenuhi ruangan perpustakaan hanya mengambil satu eksempkal dalam satu jilid. itupun akan memenuhi sederetan almari buku, itu semua terinspirasi dalam upaya para ulama untuk menjelaskan isi kandungan al-quran. Ketahuliah bahwa dalam mengaji kitab bagi para calon ulama itu, harus dibaca keseluruhan 
 
Selain membaca Al Quran, membaca tasir al Quran yang ditulis oleh sejumlah penulis Tafsir. Lalu mengaji Kiab hadits serta mengaji tasir hadis dengan sejumlah perawi hadits  Lalu ada kitab Frlalu perbandingan mazhab. qih, Mazhab dalam fiqih,     Tak kalah penting ada tarikh Iaslam, samapi kepada kebudayaan Islam. Lalu ada Tauhid Islam serta pemikiran Islam lainnya, yang bisa merekam berbagai situasi yang sangat besar kemungkinan akan dihadapi berbagai  komunitas ummat, yang memiliki semam berbagai operbedaan dan nuansa halus. Yang harus dipelajari secara cermat, 
 
Banyak pihak yang tak habis fikir dengan gerak dan jurus PS itu, dan memang tak begitu saja bisa dipahami oleh banyak orang.  Sementara Rasulullah dahulu menganjurkan agar ummat Islam berlatih berenang, nenunggang kuda, memanah. Ternyata olahraga anjuran Rasulullah bukan hanya terkait kebugaran semata, Tetapi jenis jenis olahraga yang disebutkan itu memiliki keterkaitan dengan air, angin, tanah, serta kemampaun komunikasi tampa kata.   Manakala jurus PS bisa dilatihkan secara sempurna maka pelung berkomunikasi dengan alampun bisa juga terselenggara, tentu saja dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. 
 
Bahasa para ulama itu secara diam diam masuk ke dalam dunia Pemerintahan, seperti kata kata Dewan,  Musyawarah, Majelis, Adil, Mufakat, Rahmat, dan banyak lagi kata kata yang biasa diucapkan oleh ulama dalam memperkenalkan dan menjelaskan tentang isi Al Quran, yang dilakukan selama berabad abad menjadi kata kata yang demikian akrab baik dihati maupun lisan masyarakat luas, sehingga menjadi kata kunci dalam menentukan arah dan idaman dalam berbangsa dan bernegara.    
 
Ada satu lagi mengapa para ulama menjadi demikian masyhur di mata masyarakat luas, para ulama umumnya juga memiliki kemampuan menjadi tabib, di saat pemeliharaan kesehatan itu lebih banyak ketergantungannya dengan dunia pedukunan, maka muncullah para tabib tabib Islam, tepatnya para ulama yang beraktivitas sebagai da'i. Dengan kermunculan para tabi ini maka terbilang jumlahnya ummat yang terselamatkan dari cara pengobatan yang berbaur dengan kesyirikan serta terhindarnya ummat dari ancaman fitnah. Semula banyak penyakit berat lalu dikatakan sebagai guna guna akibat dendam dan lain sebagainya. Memang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk merubah sikap ummat untuk mengobati penyakit yang diderita dengan menerapkan doa dan amal sholeh seperti sedekah dan lain semecamnya selain menggunakan ramuan yang alami. 
 
Berpoasangan dengan kemampuan menjadi tabib para dai tempo dulu memiliki keterampilan kanuragan yang sangat teruji. Janganlah dikira pada saat itu keberadaan seorang dai selalu dalam keadaan aman aman saja, dai itu hidupnya selalu terancam jika dahulu dia terancam keselamatannya karena masyarakat kehilangan rasa hormat, kepatuhan dan kepasrahannya kepada para penjahat yang sering mengganggu dan memeras masyarakat. Dan ternyata diam diam para  pengganggu  itu ada yang mendukungnya ketika mereka mengetahui ada ulama yang memberikan suntikan motivasi agar hidup tidak menjadi penakut. Dan yang memberikan motivasi kuat itu ternyata adalah para dai dan tabib itu. Akhirnya benar benar da'i adalah pihak yang harus dienyahkan, untuk mempermudah pihak penjahat mencari penghasilan. Tentu saja dai yang tidak sempat membekali diri dengan ulah kanuragan menjadi ciut. Dan serta merta yang tersisa hanya dai'i yang selain memiliki ilmu yang dalam, memeiliki pengetahun dalam bidang ketabiban dan memiliki keterampilan dalam ulah kanuragan.Jaman itu para da'i tidak jarang keluar rumah tengah malam buta untuk menemui dengan para penjahat itu sambil melakukan pembicaraan untuk tidak mengganggu ummat Islam. Tentu mereka adalah dai yang benar benar pilih tanding. Pada saat itu para dai tetap saja mengajak mereka untuk belajar membaca Al-Quran, jika mereka ingin merubah nasinya. Dan ternyata tak terhitung besaran kemanfaatannya atas keberanian sang da'i menemui para penjahat di malam buka itu. 
 
Itulah sedikit gambaran kasar mengapa para da'i mampu membuat ummat mencapai 80% mampu membaca al Quran dan huruf hijaiyah. Sementara pada saat mencapai Kemerdekaan dikatakan bahwa Bangsa Indonesia pada saat itu masih 90% sedang mengalami buta huruf. Maska ketika ditentukan jurus jurus PS, sistem geraknya, sistem pernafasannya serta aqidah dan kaidahnyas yang hanya mengacu kepada aqidah Islamiyah, sehingga inti jurus adalah do'a, dan jurus puncaknya adalah sholat dan sejatinya Guru Besarnya adalah Al-Quran. Bila itu dilaksanakan maka Islam di Indonesia bersama Bangsa yang majemuk ini Insya Allah akan jaya.  

Sabtu, 08 Mei 2021

LEBARAN GAK BISA MUDIK, PRESIDEN AJAK MAKAN BABI PANGGANG

  

   CUKUP PROVOKATIP


TAK PUAS PUASNYA  menyakiti hari rakyar, sempet smpatnya Presiden RI mrngkampanyekan untuk makan Babi Panggang dihari raya fitri, nyakitin ati kata seorang sahabat penu emosi, dan yang lain menimpali, beliau itu mungkin belum tahu bahwa daging babi itu hukumnya haram di makan seseorang yang beragama Islam sehingga terkaitpun lebaran yang gak bisa mudik ini bisa dihibur dengan khas makanan  daerah dan yang sempat itawarkan langsung oleh Presiden untuk merayakannya dengan memakan babi panggang, wahh ..... ter ... la ... lu. Kata kawan yang lain dengan kalem saja Iya mengatakan Sebagai seorang Presiden dia bebas untuk bicara apa saja dari corong Kepresidenannya. Toh tak ada paksaan bagi ummat Islam lebaran nanti mau makan apa, makan gudeg boleh, makan siomay boleh, makan empek empek boleh, dan mau makan babi panggang juga boleh tak ada yang melarang, bahkan Presiden sendiri mengajal. 

Beliau katakan untuk memsannya tak perlu repot repot, pesan saja saja secara online, Pak Presiden kita katakan bahwa sepatunya, jaketnya dan pakaian lain beliau beli secara online.  Memang gagasan beliau itu terbilang nekat, sama seperti beliau mengijinkan membuka usaha minuman keras besar besaran, itu akan menggadaikan moral namgsa, Tak puas puasnya nyakitin hati rakyat, kata teman  tadi ... nampak sewot. Ya mari kita serahkan saja kepada mereka mereka yang masih punya nyali berseberangan dengan rezim yang berkuasa sekarang ini.    

Rabu, 05 Mei 2021

DAHULU KITA INTEGRASIKAN ANTARA IMTAK DAN IPTEK

    
SEKARANG PENDIDIKAN  AKAN KITA MERDEKAKAN 


SAYA BUTUH KLARIFIKASI  bahwa tulisan in  tidak dimaksudkan untuk merespon  Gagasan Emas dari Mas Nadim selaku Menteri Pendidikan, karena saya sendiri belum begitu paham dengn konsep Memerdekakan  dunia pendidikan  lalu apakah Merdekanya dunia pendidikan itu berarti adalah juga tertutupnya peluang  terjadinya menintegrasikan nilai nilai Ketakwaan di dalam aktivitas Pendidikan  karena  dalam konsep memerdekakan dunia pendidikan sepertinya lebih banyak terkait respon koingkrit dengan adanya serangan virus vandemi yang maha dahsyat bagi masyarakat dunia. 

Kemanakah  arah perubahan ini, tidak mudah bagi kita  menilai positif atau negatip, apalagi kita hanya mengamati aktivitas pembelajaran sementara putra putri kita hanya belajar via daring, yang sehari harinya mereka tak menunjukkan kesibukasn mereka dalam belajar. Itu Kesulitan bagi kita sebagai orang tua siswea dalam memahami aktivutas mereka dalam b ersekolah. Untuk memudahkan pemahaman arah tulisan ini saya ingin berceritera bahwa dahulu kita pernah berupaya menerapkan integrasi Imtak dan Iptek dalam dunia pendidikan dengan melibatkan masyarakay sekolah itu sendiri meliputi Kepala Sekolah, Guru, Karyawan,  para guru termasuk guru olahraga dan seni dan semua guru tentunya termasuk pustakawan  dan bahkan tenaga administrasi bahkan pengelola  kantin sekolah. 

Pada saat itu semua mata pelajaran diupayakan cara pengintegrasiannya  nilai nilai keagamaan dengan materi pendidikan sesuai dengan kurikulum dan sylabus  yang berlaku pada saat itu, dengan suatu keyakinan bahwa dengan cara itu peserta didik akan memahami bagaimana hubingan antara suatu konten mata pelajaran  termasuk juga pelajaran teknologi dengan nilaio nilai keimanan.  Pada saat itu serentak seluruh guru  pengampu mata pelajaran didatangkan  untuk nebfpgikuti pelatihan Imtak dan Iptek.

Setelah mendapatkan pengarahan seperlunya tentang bagaimana cara mengintegrasikan Intak dengan Iptek melalui semua mata pelajaran itu, maka guru berkelompok  sesuai mata pelajaran masing masing, umpama guru Kesenian, Guru Matemati, Guru Geografi , Guru Olahraga. Tugas mereka adalah mengumpulkan  ayat ayat dalam Al-Quran serta haddis yang memiliki relevansi dengan materi ajar masing masing, di luar dugaan ternyata ada saya disetiap angkatan hadir diantara kelompok guru itu  mereka yang memiliki pemahaman sejumlah ayat Quran dan hadis terkait dengan materi ajar yang mereka ampu. Ada beberapoa yng mereka temukan, lalu mereka diskusikan bagaimana terjemahannya, bagaimana asbabun nuzulnya dan asbaabul khurujnya sebuah haddits. 

Pada angkatan berikutnya selain mereka mempelajaram sejumlah ayat dan hadits iutu ternyata setiap angkatan memiliki kemampuan menambahkan jumlah ayat dan hadits, tak disangka stiap angkatan selalu saja terselip satu atau dua orang yang memiliki pemahaman di atas rata rata, sehingga jumlah koleksi ayat dan hadis selalu saja bertambah, sehingga mencapai jumlah yang mewah dalam setiap mata pelajarannya. 

Pada saat itu mulai banyak para guru yang mulai memiliki wawasan untuk mengintegrasikan  konten mata pelajaran yang mereka ampu untuk diintegrasikan dan salah satu aturan harus disepakati para guru bahwa dalam konten bahan ajar manakala terdapat suatu perbedaan antara prndapat keilmuan dengan ajaran agama maka benarkanlah ajaran agama, pada saat itu ada satu yang ditemukan selama ini, yaitu para ilmuan berdasarkan teori Darwin bahwa manusia berasal dari monyet. Walaupun sebenarnya Darwin sendiri tak berpendapat seperti itu, tetapi banyak guru yang tak tuntas dalam menyajikan bahan ajar. Maka dalam pelajaran sistem Imtak, maka benarkan agama, dan salahkan terori Darwin. 
 
Pada saat ini secara samar samar ada pihak yang tak setuju cara mengajar seperti itu, mereka lebih suka siswa dibebaskan saja biarkan nanti siswa sendiri yang menentukan kemana keyakinannya dicenderungkan, bila siswa lebih cenderung meyakini kebenaran bahwa manusia berasal dari monyet maka guru tak boleh mencegah. Demikian sebaliknya bila siswa lebih meyakini kebenaran agamanya, maka guru harus menghormatinya pula, 
 
Menyusul munculnya  sistem yang mengembangkan sikap baru dengan istilah yang dipakai yaitu pengarusutamaan gender. Dalam dunia pendidikan keberpihakan lebih dilakukan kepada pihak yang terpinggirkan akibat akibat keyakinan dan kebiasaan salah umpamanya dalam beradat istiadat, semisal laki laki lebih diutamakan dari perempuan, maka harus dirubah arusutamanya, dengan cara program pengarusutamaan yang sesak ditemukan adalah pengutaan laki laki, maka program adalah mempersamakan  
 
Tetapi di teori teori Barat sebagai acuan Pengarusutamaan gender itu ternyata melebihi batas, memang bermula dari sikap  memerdekaqkan siswa tetapi ujung ujungnya ternyata mereka membebaskan setiap seseorang untuk memilih umpamanya setiap seseorang dibeaskan untuk memilih apakah akan menikah dengan  lawan sejenis atau dengan yang berbeda jenis kelamin, 
 
Brtdasarkan kabar berita di berbagai negara berkembang,  setiap anggota Parlemen diberikan bantaun dana untuk melakukan study pendalam diberbagai negara maju, mereka melaksanakan study Banding dan konon ada juga study liratur yang dilaksanakan oleh masing masing person tern yata sistem study literatur iyu jauh lebih efektif,  sudah banyak  negara dikabarkan telah mengesahkan aturan yang memberikan kebebsan dalam memilih. 
 
Untuk program Imtak nampaknya program itu telah terkubur semenjak digantinya UU Pendidikan dan dirobahnya kurikulum dan sylaby berda dengan Program Penarusutamaan Gender,  itu merupakan salah satu Program Pendidikan yang mermbebaskan, dengan program ini setiap seseorang akan bisa dibebaskan dari kungkungan agama, adat istiadat itu Pendidikan yang membebaskan, yang banyak diwacanakan pada saat memperkenalkan Program Pendidikan Pengarus utamaan Gender dan lain sebagainya yang mengakibatkan adanya pihak pihak yang terpinggirkan karena agama, adat istiadat, dan ketidak sosial sosial lainnya.
 
Kita menunggu penjelasan dari Mas Menteri Nadim Makarim yang kita kenal sebagai kelompok menteri dari Millenial ini, Mas Nadim Makarim memang hampir tak ada Programnya yang tidak dikritik, untuk setiap kritikan selalu dijawab dengan ucapan maaf.Mungkin karena sebagai orang Timur memang harus menghargai yang tua, maka tak apa bila millenial minta maaf. Walaupun masih saja ada yang merasa kurang ouas, mereka meminta Nadim Mempertahankan kesalahan kesalahan itui secara all out dalam diskusi resmi. Jika memang konsepnya salah maka mengakulah kalah lalu serahkan kepada yang lebih menguasainya. Pasi asa jalan terbaik, dan belum tentu konsep Nadim Makarim salah.       

Sabtu, 21 November 2020

JANGAN SAMPAI TNI DIJADIKAN ALAT POLITIK PENGUASA UNTUK MENAKUT NAKUTI RAKYAT.

                                            

BEGITU JUGA POLISI.


WALAUPUN HANYA SEKEDAR TEST SUARA SIRINE, tetapi ini jangan sampai ierjadi karena pasti akan menakutkan dan membuat ciut masyarakat apalagi test sirine di depan Sekretariat FPI  yang sebelumnya sudah ada ancaman dari Pangdam kepada FPI  akan dibubarkan. Maka sangatlah beralasan untuk beramai ramai merasa takut kepada TNI. Rasa takutnya masyarakat kepada TNI dipastikan akan menghambat membangun sikap Jiwa masyarakat luas. Apala gi nerrabad abad Bangsa Indonesia merasa takuit  kepada penjajah. Dan sudah puluhan  tahun kita mengobati jiwa masyarakat sebagai akibat dari rasa takut itu belum juga berhasil, walaupun penjajah sudah 70-an meninggalkan Indonesia. Tetapi bila masyarakat takut kepoada TNI maka dipastikan TNI akan tetap berada di Indonesia, sehingga rasa katut itu pasti akan berlanjut selama berabad abad, dan itu kelugian besar bagi Bangsa. 

Apa yang dilakukan oleh Orde Lama dan Orde Baru memanfaatkan TNI untuk menekat mereka yang berseberangan secara politiuk kepada Penguasa, jangan sampai berulang di era sekarang. Sewaktu saya kecil dahulu, manakala melihat ada baju seragam polisi atau tentara tergantung di jemuran, atauy melihat ada sepatu polisi atau tentara tergeletak di di depan pintu sebuah rumah, maka ingin sekali rasanbya segera berlalu dari situ. Karena memang orang tua kami dahulu selalu mengancam kami ' awas ada polisi, awas ada tentara, nanti kamu ditembak '  abcanman seperti itu ancaman seperti digunakan oleh orang tua kami jika kami mulai nakal dan memaksakan keinginan kami kepada orang tua. Rasa takut itu m,emang ditanamkan oleh para orang tua kepada anak anak seusia kami. 

Jumlah poliusi dan tentara de Kecamatan Kami hanya beberapa orang saja. Tetapi rasa takut kami kepada tentara dan polisi seperti satu lapangan bola kaki rasanya. Tidak analisa yang tajam dari saya, saya saya ingin menceriterakan pada generasi seusia saya, saya sekarang berusia 65 tahun. Ingin saya katakan bahwa ketika kami masih kecil Polisi dan Tentara memang  sebagai alat orang tua kami menakut nakuti kami ketika masih anak anak. 

Jika sekarang TNI bisa dijadikan alat untuk menakut nakuti ulama dan ummat yang dipimpinnya, maka berarti mereka nanti selain akan salah menilai keberadaan TNI dan Polri, dan lebih parajh lagi, mereka akan salah menilai keberadaan TNI dan Polri. Munghkin mereka juga akan lebih bodoh dari kami. Kami menjadi salah menilai TNI dan Polri, karena orang tua kami menakut nakuti kami dengan Polisi dan Tentara  Siapa yang ingin memiliki ulama yang lebih bodoh dari ummat yang dipimpinnya. Mereka yang menginginkan ulama menjadi bodoh serta penakut, dan mulutnya diam terkunci ?, yaitu mereka yang tak ikhlas Indonesia menjadi Negara yang kuat.  Saya menganjurkan kepada TNI dan juga Polri untuk memanfaatkan waktu sedikit untuk merenung lebih dalam. Sebelum masuk ke era penyesalan yang tak berguna.

Karena Penguasa sekarang dibatasi lima  tahun atau maksimal sepuluh tahun. Dan pejabatpun akan berganti. Dahulu Presiden Soeharti berkuasa hingga 30 tahun hingga ada kesempatan untuk memperbaiki diri, tetapi jika dibatasi sepuluih tahun, maka akan ada ketegangan antara mereka yang digantikan dengan yang menggantikan. Ketegangan antara Penguasa dan mantan Penguasa akan berakibat buruk bagi masayarakat secara keseluruhan. Oleh karenanya harapan Saya TNI jangan mau di dimanfaatkan  untuk kepentingan politk, demikian juga polisi. Jadilah sebagai alat Negara,  Patuhlah kepada Pemerintah selagi Pemerimtah patuh kepada peraturan, dan bekerja untuk rakyat. 

Selasa, 08 September 2020

MAU SELESAI, PUAN HARUS MINTA MAAF.


ANEH PDIP MERASA PALING PANCASILAIS setelah ketahuan dalam Pembukaan AD ART nya  tertulis Tri Sila dan atau Ekasila menjadi perjuangan PDIP lalu banyak pihak kecewa dengan sikap PDIP yang memancing kecewa itu. Hal itu terkuak ketia PDIP menjadi plopor untuk menyusun Undang Undang terkait Pancasila itu. Tetapi syukurnya memang sudah menjadi karakter masyarakat Indonesia itu semua dimaafkan, karena bagaikan Koor Politisi PDIP menyatakan apapapun bunyi kalimatnya, maka maksud PDIP tak lain dan Tak Bukan adalah ingin memperkuat Pancasila dibumi pertiwi. Situasipun mereka. Bagai petir di siang bolong "Puan Maharani"  berucap semoga Sumatera Barat benar benar menjadi pendukung Pancasilais. Kata kata ini tidak lagi dipahami sebagai sindiran dari PDIP, melainkan vonis yang dengan kata lain Sumatera Barat Tak Pancasilais, atau setidaknya kurang Pancasilais. Masyarakat Sumatera Baratpun serentak marah, dan akan meminta Puan Minta minta maaf. Kalau Seandainya Puan dan PDIP minta maaf, kita sebagai Rakyat yang mnenginginkan kesejukan ditengah ancaman Pandemi Corona Civid 19 meminta  dengan segala keyakinan  bila Puan dan PDIP minta maaf semoga berkurang beban hiodup ini.



Mohon jangan pernah menganggap masyarakat Minang itu bodoh bodoh bisa dikibuli dengan kata kata, karena selama ini masyarakat minang sangat kaya dengan istilah istilah dan kata kala, mereka adalah masyarakat yang memiliki kata kata pengibaratan yang setelah dewasa aku pahami itu adalah kata kata  metafore, Beruntun mulai di akhir aku duduk di SD berlanjut di SMP bahkan sampai SMA  aku membaca  Merantau Ke Deli, Di bawah Naungan Kakbah, Datuk Maringgi, Tenggelam Kapal Vanderwik, ada diantaranya yang utuh saya baca ulang, ada bagian bagian yang tertentu saja, karena terasa sesuai dengan apa yang saya rasakan  dalam hidup ini, itupun juga karena simpati dan Pengaruh Keulamaan Buya Hamka, yang pernah aku pandangi hanya berjarak sekita satu setengah meter, ketika  membuat pagar betis ketika beliab berkunjung ke Masjid Jami' Pagelaran Pringsewu Lampung. ketika saya menjadi murid mengaji di Masjid itu. Sangat banyak nama nama dari Sumatera Barat yang menjadi pahlawan dalam bidangnya masing masing, mereka tokoh teladan bagi Bangsa Indonesia secara keseluryuhan.



Kalaupun suara PDIP tidak signifikan tetapi bukanlah berarti masyarakat Sumbar tidak Pancasilais,  seperti beberapa orang Menteri yang gencar menuduh mereka sebagai anti Pancasila dan NKRI  hanya lantaran kurang sejalan dengan Rejim Penguasa. Barangkali benar apa kata  Rizal Ramli  bahwa Indonesia telah dibangun Demokrasi Kriminal. Praktek Kriminal itu terjadi dalam Pilkkada, Pil. Legislatif dab bahkan bisa jadi dalam Pilpres. Karena memang harus membayar banyak di luar batas kewajaran.  Hendaknya marilah kita lebig banyak merenung dan lebih mengutamakan kepentingan Bangsa, kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi dan golongan, untuk itu tak perlu segan segan dan malu malu memintya maaf atas kesalahan sendiri baik sengaja maupun tak sengaja. Puan Maharani dan PDIP demi kita semua dan Demi Banga  maka segera memohon Maaflah kepada Masyarakat Sumatera Barat,  apalagi nilai kebenaran ucapan Puan Maharani terbilang minus.



PUAN Maharani memenag harus belajar membuka mata, untuk bisa memahami bagaimana perkembangan sejarah penduduk Sumatera Barat yang sudah menyebar ke seluruh Nusantara ini bahkan di berbagai Negeri tetangga. Bagaimana peran besar mereka dalam terumuskannya Pancasila yang tecantum dalam sila sila itu Ketuhanan Yang Maha Esa tercantum sebagai Sila yang pertama, yang memang berbeda dengan konsep Trisila dan Ekasila. Tetapi bukankah yang tercantum dalam Undang Undang Dasar 1945 yang bisa kita lihat dari Mukaddimah UUD 1945, yang dihapus tetapi jiwanya, yang katanya menjiwai UUD  1945. itu. Hayati sejarah bangsa sehingga memiliki pandangan yang lebih luas. Di dalam Youtubenya Yudi Pramuko  mengatakan Puan bukan belajar bagaimana cara memagang palu (sidang) tetapi belajarlah membaca buku.




Dalam sejarah memang hubungan politisi Sumatera Barat sempat agak merenggang, karena tahu tahu mendiang Presiden Soekarno secara diam diam telah memasukkan PKI ikut berkyasa di istana. Sejak itu Sukarno kehilangan kemesraan dari masyarakat Minang. Semula  masyarakat minang memiliki kemesraan yang luar biasa, tetapi Sukarne melihat bahwa untuk mengalahkan Barat, Amerika dan kawan kawan, hanyalah Komunis, sehingga Sukarno meperkuat jalur Jakarta - Feking dan Moskow. Sayang ternyasta yang ada dalam pikiran PKI pada saat bukan mengalahkan Amerika yang diprioritaskan justeru merebut Indonesia dengan cara memperdaya Sukarno, sehingga Sokerno tak disujai kagi oleh rakyat yang mayoritas Muslim, bahkan Sokarno tersingkir mayoritas orang tak merasa kehilangan.

Minggu, 30 Agustus 2020

JANGAN MANJAKAN ANAK ANAK KITA DENGAN YOUTUBE

MEREKA HARUS BERSENTUHAN DENGAN BUKU BUKU TEBAL.

SEORANG SAHABAT, kebetulan tetangga rumah, kebetulan satu jama'ah di Masjid Mungil Al-Jihad mengapload Youtube di Chanelnya  Ustadz Bukhari Abdul Shomad (UBAS)  saya menerima kiriman sejak apload perdana lewat WA,  youtube itu sekitar dua - tiga menitan, atau mungkin dirancang sekitar di bawah lima menitan. Saya bilang OK .... ! dengan pertimbangan hemat pulsa bagi mahasiswa ataupun santri, karena beliau adalah seorang pemilik Pesantren dan Sekaligus sebagai seorang Dosen yang kini sedang berusaha untuk mencapai gelar Profesornya.  Itu pertimbangan ekonom,is atau kantong mahasiswa dan para santri, karena bagi mereka pulsa menjadi sesuatu yang sangat terasa membebani jatah keuangan yang terbatas dari orang tua mereka.

Terkait ini,  saya mengagas pemasangan WI-FI  di Masjid, tetapi di luar dugaan saya saya ditentang oleh  banyak pihak, padahal maksud saya adalah karena Masjid tersebut banyak dikunjungi Mahasiswa, dan saya memang berharap mahasiswa bisa berkumpul di Masjid untuk menyelesaikan tugas tugas mereka yang membutuhkan jasa jaringan internet. Biarlah keberadaan WI-FI akan saya pertahankan semampu saya. Dan saya berharap Masjid tersebut akan menjadi Masjid yang makmur, juga banyak dikunjungi para mahasiswa, uang mereka tinggal Kost disekitar Masjid.


Mengingat belaiu sebagai pemilik Chanel yang Insya Allah sebenatr lagi akan mencapai gelar Provesor itu dengan penampilan Youtubenya saya justeru diam diam memandam kekhawatiran, bahwa youtube durasi pendek itu akan membuat malas  santri dan mahasiswa. Mereka merasa cukup menyimak Youtube dan akhirnya sangat kurang menyentuh Kitab.Ada yang berceritera kepada saya dari seorang Dosen, yang mengaku kecewa dengab ulah mahasiswa bimbingannya dalam menyusun tugas akhir, seikit sekali serapannya dari Buku dan Kitab yang disarankan, sunyi kutipan dari mahasiwa terhadap buku penting dalam memperkuat dalil dan dalihnya dalam menyimplkan suatu kesimpulan sementara.

Itulah sebabnya saya menyatakan dukungan terhadap pengamploatan Youtube pendek itu tetapi ada kekhawatiran, maka saya menganjurkan dalam waktu yang bersamaan Ustad Bkhori Shomad juga menerbitkan Blog, walaupun hanya Blog gratis, yang penting isinya bisa membantu Mahasiswa. dan Santri. Serta mendorong serta memudahkan mereka mendapatkan dan memahami buku dan kitab kitab lainnya.

Sayang sekarang ini musim corona, dan mahasiswa pulang ke Kampung masing masing, Grup Study Quran yang saya bentuk dan baru diikuti oleh belasan mahasiswa, ternyata mengalami kevakuman. Program Grup tersebut adalah Bimbingan untuk mengaji Al-Quran, Menambah hapalan, serta ulumul Quiran. Tidak muluk muluk target kami, mereka sebagai Mahasiswa IN atau tinggal disekitar Kampus UIN memiliki kesanggupan membuka mulut dan susranya dalam membaca Al-Quran, dan memahami kaidah bacanya.

Selain akan diajarkan Ulumul Quran, mereka akan diajak mendiskusikan berbagai pengalaman para berbagai tokoh Alim Billah dan dan tokoh tokoh lainnya tentang Al-Quran. Tentu saja ketika mereka diberitan Sutudy Al-Quran tentu saja juga harus melakukan Study Hadits.  Mereka juga akan diperj=kenalkan dengan sejumlah Resensi Kitab Kitab Kuning dan Kitab terkenal lainnya. Karena Program ini dimaksudkan untuk memadukan Mahasiswa UIN dan ITERA atau Mahasiswa manapun yang tertariuk. Karena memiliki kedekatan, atau bahkan mungkin sama tempat mereka Kost.

Kami berharap akan mendapatkan dukungan dari para Jamaah Masjid Al-Jihad. Selain akan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak memiliki kemampuan membaca Kitab Kuning, agar mereka tahu akan Isi kitab tersebut, dan merek memiliki kesanggupan untuk mengutip berbagai hal dari kitab tersebut dalam ranbgka menyempurnakan Isi tugas Akhir yang mereka susun, Dan tebntu saja akan muncul para sarjana yang berkualitas, yang memiliki pemahaman yang agak mendalam, tentang agama yang mereka anut. 

Rabu, 26 Agustus 2020

TANGIS HABIBI DI NEGERI SKULER GERMAN


DIPASTIKAN INI KOMENTAR YANG KESEKIAN KALINYA, tak terhitung, tentang Habibie yang menangis menyesali diri atas keteledorannya selama ini, padahal Habibie yang orang tuanya meninggal disaat sedang mengimami sebuah sholat berjama'ah di Kampungnya. Habibie yang dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang taat beragama. Beliau menangis karena telah melakukan keslahan besar, dan akibat kesalahan itu adalah sangat fatal, di mana selalma dua tahun berturut turut nailinya dikalahkan oleh dua orang mahasiswa beragama Yahudi satu laki laki dan satu perempuan. Serasa bagai disambar petir ketika Habibi mendengar langsung dari dua orang mahasiswa yang selama dua tahun iitu mempecundanginya. Memaksa Habibi puas di rangking ketiga. Petor itu terasa selain memekakkan juga sangat menyakitkan oleh Habibie, karena kedua mahasiswa itu memperaktekkan, bangun di sepertiga terakhir malam, membersihkan badan dan membaca Al-Quran,


Habibie tahu dengan apa yang harus dia perbuat. Habibie yang memang dibesarkan di tengah keluarga yang beriman dan melaksanakan ajaran agama, serta mendidik secara maksimal anak anaknya, Habibiepun tahu Iya tahu bagaimana psikologi belajar, bagaimana sosiologi belajar, begitu pula dengan segala pola serta strategi belajar lainnya.Artinya kita berharap untuk mendapatkan barokah degan secepatnya menyadari segala kekeliruan. kita dan memberikan petunjuk serta kekuatan untuk kita melakukan sesuatu, karena kitapun tiodak akan mampu melakukan sesuatu  itu tampa kekuatan dari Allah.

Jumat, 21 Agustus 2020

PEMERINTAH JADI BURUK, KARENA PRESIDEN JOKOWI ANTI KRITIK.




TAK DINYANA  Presiden Jokowi yang semula kebanjiran hujan pujian itu ternyata anti kritik, banyak orang yang mengatakan  bahwa pujian terhadap Presiden Jokowi memang dilakukan  dengan menugaskan sejumlah orang untuk memuji muji beliau agar orang orang tak memiliki kesempatam melihat celanya. Dan kalaupun terjadi debat dan dialog, tentnag beliau. sebisa mungkin orang orang atau pihak yang kritis kepada beliau tak mendapatkan peluang untuk bicara.  Sayang sekali Presiden yang gemar pencitraan ini  berulangkali hanya dalam waktu dekat segala rahasia dibalik layar sudah terbuka dipublik. Hal ini secara lambat laun tetapi pasti kepercayaan menjadi tergerus. Untungnya para buzer yang memang ditugaskan untuk memuji muji tak pernah kehilangan akal dan merasa lelah. Sehingga adakalanya masyarakat  melupakan kegagalan Presiden Jokowi dalam membangun ekonomi para rakyatnya. Utang negara  yang membubung itu ternyata tidak mengurangi beban hidup yang harus dipikul sehari hari, dan kini kita sedang menuju puncak kesengsaraan.



Wartawan dan penulis asing yang memang sudah belasan kali mewawancarai  Presiden Jokowi sejak mulai dari Walikota Solo dua periode tak selesai, Gubernur DKI satu periode tak selesai dan langsung menjadi Prtsiden. Nama harumnya semakin merebak ke seantero wilayah.

Kalaupun beliau menjadi sangat dicintai oleh rakyatnya, maka syukuri saja, namun demikian janganlah tiba tiba berubah menjadi sosok yang anti kritik. Adalah merupakan hak civics seseorang untuk menyatakan kurang puas terhadap kinerja Presiden dalam mengelola  Negara dan Bangsa. Lalu dilain pihak kita juga harus berhatu hati dengan para mendukung yang terlampau setia. karena banyak seorang Pemimpin yang terlampau dipuja puja, maka akan muncil disekitarnya mereka yang melakukan kecurangan, atau korupsi, karena biasanya diantara para pencoleng dan melakukan corupsi itu lebih pandai dari yang lain dalam memuji muji. Jangan sampai mabuk pujian karena orang yang terkena mabuk pujian itu akan sulit bersikap objektif. Dia akan berpihak kepada sipemuji, berapapun besarnya kesalahab dan kecurangan yang dioerbuatnya.

Presiden Soekarno dan Soeharto berakhir secara kurang memulyakan, Maka kita berharap Presiden Jokowi yang sudah mulai disebut sebut sebagai Presiden terburuk ini akan berakhir dengan kehilangan segala kehormatan dan kebanggaan yang selama ini sudah terlanjur kita telan.

KITA INGIN PRESIDEN KITA BERHASIL MEMULYAKAN KITA SEBAGAI RAKYATNYA.

Senin, 17 Agustus 2020

TITIP SALIB DI SPANDUK HUT RI 75


SEBELUMNYA ADA GAMBAR mirip Lambang Palu Arit di Uang baru, Lalu ada warna jalan mirip Salib di Solo, sekarang ada gambar mirip Salib di Logo peringatan HUT RI ke 75. Bisa disimpulkan memang ada usaha yang menginginkan terjadi kekisruhan dan selanjutnya perpecahan anak Bangsa. Selama ini yang biasa membuat seperti itu adalah PKI. Oleh karenanya semua pihak harus sehgera waspada, dan jangan sekali kali pihak PKI memperalat kita untuk menyebar perpecahan. Karena PKI itu akan muncul bukan dengan identitas PKI dan Komunisnya, tetapi dia akan menyaru sebagai apapun.

Rabu, 05 Agustus 2020

BUTUH PENDIDIKAN YANG ISLAMI, ATAU TIDAK BERTENTANGAN.

DAHULU SAYA PUNYA DOSEN STATISTIK memperingatkan kepada kami semua sebagai mahasiswanya agar belajar statistik itu tidak membutuhkan hapalan, yang paling penting paham dan mengerti, dengan kepahaman dan pengertiannya maka lebih bisa diharapkan menyelesaikan segala tugas yang nanti diberikan. Saya tak ingin berkomentar walaupun berbeda dengan ketetangan para ulama yang mengatakan bahwa manakala ada seorang anak yang menjadi hafidz al-Quran akan mampu membawa kedua orang tuanya masuk kesyurga melalui pintu  mana saja yang dia suka. Kami tak ingin mempertentangkannya karena Dosen kami beranjak dari kasus yang spesial. Belajar alquran itu lancar membacanya sudah bagus, tetapi ditambah pula dengan mengerti akan lebih bagus, hapal sebagian sebagian bagus, dan hapal seluruhnya akan lebih bagus. Jika kita dapati dihari tua kita belum lancar membaca. Bismillah niatkan untuk belajar melancarkannya, bila kita dapati belum sempurna, mak sempurnakan, dan bila kita belum paham maka pahamilah, dan manakala kita belum hapal, maka hapalkanlah ... jangan berhenti berusaha hatta kita sudah mulai sakit sakitan sekalipun, kita tidak akan menyesal meninggal dunia pada saat kita sedang belajar alquran. Belajar al-Quran itu adalah sepanjang hayat.

Mungkin Menteri Pendidikan belum pernah merasakan dididik di Indonesia, atau beliau adalah produk luar negeri, tetapi harapan kita janganlah beliau terlalu silau dengan proses pendidikan luar yang mungklin kurang seirama dengan budaya dan sejarah perjalanan Bangsa Indonesia.

Selasa, 04 Agustus 2020

KAMI TAK BUTUH PENGAKUAN MENDIKBUD SEBAGAI PENGGERAK

MEMANG SAYA TERTAWA ketika sejumlah kawan kawan menggurawi saya baru belajar telungkup, pada saat kami selepas Magrib menunggu Isya mengaji al-Quran, untuk mendekatkan mata kepada al=Quran saya memang harus tertelungkup. Tetapiu diam diam saya menangis, teringat kewpada Guru Mengaji saya, saya menjadi santri kalong, saya teringat saya bagaimana Ustadz saya berusaha untuk mengik'rob sepenggal kalimat yang dikutip dari Kitab Jurumiyah, pada saat itu kami menjadi santri kalong, sebuah kitab di tangan ustadz, sebuah papan tulis yang kondisinya sudah meminta dicat ulang, setumpuk kapur ukuran kecil kecil karena memang potongan  potongan kapur tulis itu tak dibuang, untuk digunakan kembali pada saat stok kapur mulai menipis. aketika hendak menulis kami terpaksa bertiarap dilantai bambu itu karena kami tak punya meja dan kursi.  Saya menangis mengingatnya, seberapapun susah payahnya ustadz kami melawan penyakit bengeknya di ujung usia yang tak muda lagi itu. Tak bakalan diakui sebagai  tokoh penggerak pendidikan. Setidaknya sebelum menamatkan SD saya terpaksa tiga kali berpindah pindah mengaji itu semua dikarenakan karena guru kami mundur dari kegiatan belajar mengajar karena usia sang uistadz.

Jelas dan tegas guru guru semacam itu tak bakalan dicatat sebagai tokoh penggerak. NU, Muhammadiyah dan PGRI karena merasa tak sejalan dengan Kemendikbud mereka keluar dari  barisan Program Organisasi Penggerak yang dikelola Departemen yang mengelola Pendidikan ini. Kabarnya NU dan Muhammadiyah terseok seok untuk bergabung kepada Program Penerimaan Bantuan ini, karena pihak Pemerintajh lebih cenderung kepada Lembaga Pendidikan baru, yang memiliki surat menyurat yang lengkap serta mendap[at dampingan dari ahli hukum. Sementara NU dan Muhammadiyah yang berdiri jauh sebelum masa Kemerdekaan ini mendapatkan kesulitan untuk menunjukkan Akten pendirian, semantara surat surat yang mereka kantongi sejak zaman Pemerintahan Kolonial itu dinyatakan tidak syah. Sementara bila membuat surat surat tertanggal masa kini maka NU dan Muhammadiyah itu akan dianggap sebagai Organisasi kemaren sore.


PGRI menyusul NU dan Muhammadiyah mundur dari POP karena dan yang akan dibagi bagikan terasa tidak sesuai dengan kondisi pendiudikan yang kini sedang dikelola oleh PGRI, Muhammadiyah, NU. Programnya memang disusun bersama sejumlah  lembaga Pengelola Pendidikan dan selain memiliki modan yang lebih dari cukup, sehingga mereka memiliki kemampuan dan kemandirian, sehingga peruntukan dana bantuan yang demikian banyakm itu memang lebih cocok diserahkan kepada mereka.

Nampak Menteri Kemendikbud ini orientasinya adalah Perkotaan, atau Mungkin lebih Luar Negeri, dia tak terlalu memikirkan para siswa yang sekarang mengalami kesulitan mengikuti proses pendidikan jarak jauh, selain mereka tak siap dengan HP android, dan di Jakarta saja masih banyak wilayah yang sulit mengakses sinyal, belum lagi prihal pulsa. Banyak pihak yang benar benar patah orang terhadap sikap kemendikbud, apalagi Lembaga yang mati matian sejak jaman penjajahan bergerak dalam bidang Pendidikan hanya mendapatkan klasifikasi 1 gajah, sementara lembaga yang baru saja berdiri tetapi memiliki kemampuan finansial yang lebiuh dari cukup, mendapat kwalifikasi 2 gajah, dan dipastikan akan menggunakan dana bantuan ini sesuai dengan peruntukannya, yang memang disusun bersama pengelola pendidikan yang berduit itu.



Puja puji Kemendikbud kepada lembaga pendidikan yang terkenal banyak uang, dan sinisme kepada lembaga lembaga sehingga keluarnya NU, Muhammadiyah dan PGRI dari program ini membuat mata Kemendikbud mulai terbuka. Dia baru sadar bahwa uang bukanlah segala galanya. Tetapi nasi telah menjadi bubur, Kemendikbud memang tak cocok dikelola oleh menteri yang mata duitan. . 

Program ini memang bukan untuk menolong orang miskin, kali. 

Senin, 03 Agustus 2020

SALTO POLITIK PDIP

PARPOL  VERSUS  PENGUAS                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

SALALU DITEGASKAN oleh Megawati Sukarnoputri selaku Ketua Partai Besar sebagai Pemenang Pemilu. Beliau katakan bahwa Presiden Jokowi itu adalah seorang petugas partai, dan harus berkhidmat kepada Partai yang menugaskannya sebagai Presiden. Walaupun di kritisi oleh banyak pengamat dan pakar, tetapi apa yang dikatakan oleh Megawati sebagai Pemimpin yang Charismatik itu tetap saja diaminkan oleh para kader PDIP. Tetapi belakangan kita dikejutkan oleh ketunduk patuhan Megawati Sokernoputri kepada keinginan Jokowi ketika putra dan menantu Presiden Jokowi bersikeras ingin mencalonkan diri sebagai Walikota Siolo dan satunya sebagai Walikota Medan,

Kader PDIP Solo yang selama ini digadang gadang sebagai Calon Walikota Solo di panggil langsung oleh Presiden, diminta mundur secara sukarela dari pencalonan dan konon yang bersangkutan walaupun diiming imingi jabatan lain. Tetapi yang bersangkutan menolak. Lain cerita dengan dengan prihal Boby Nasution yang menantu Presiden Jokowi itu, kader PDIP ini  tiba tiba melirik Partai lain, karena kedudukannya sebagai calon Walikota Medan bakal terancam, karena merasa mulai diemohi Megawati.

Megawati sebagai pejuang paham Sokarnoisme yang masih bersemangat untuk merubah Pancasila menjadi Trisila, dan selanjutnya diperbaiki sebagai Ekasila, yang isinya gotongropyong, dalam bergotongroyong itu akan menjadikan Ketuhanan Yang Maha Esa itu menjadi Ketuhanan yang berkebudayaan. Artinya bertuhan yang dihimpun dari berbagainilai budaya luhur bangsa. Jangankan akan memperjuangkan tegaknya Soekarnoisme itu, kini Megawati nampaknya bertekuklutut tak berdaya dihadapan Jokowi, yang gemar bersandiwara demi pencitraan itu. Apakah ini semua sebagai bagian sandiwara Sandiwara antara Jokowi dan Megawati, untuk jawabannya,  kita harus menunggu babak babak panjang yang akan mereka tayangkan.


Ini politik Tingkat Tinggi, sehuingga tak mungkin bisa dipahami oleh rakyat kecil yang biasa disebut Wong Cilik Itu.  PDIP dan Megawati   serta Jokowi yang telah belajar banyak kepada kelompok oligarki yang banyak uang itu, kini perannya mengingatkan kita dengan kata kata bijak, ada gula ada semut. bahwa pemilik modal, pemilik uang itu akan mudah menguasai pihak/ orang lain dengan uangnya. bahwa dengan uang mereka bisa memutarbalikkan Partai sebesar apapun.

PDIP sebagai pemilik suara terbanyak, maka akan banyak semun semut non kader merapat, dengan uang dan kekuasaan yang mereka miliki. Mereka akan merusak perjungan Megawaty Soekarnoiputri, bisa saja mereka adalah Kader PKI uang menytsup, tetapi juga kelompok fragmatis lainnya yang memiliki kemampuan merubah arah perjuangan, karena para penyelundup itu sejatinya tidak pro kepada Wong Cilik, karena sesungguhnya mereka tak lebih hanya sebagai Woing Licik.

Hati hati Mbah Mega.

Rabu, 29 Juli 2020

PERINGATAN 27 JULI APA SALAH HABIB RIZIQ

PRITIWA 27 JULI adalah prstiwa kelabu bagi PDI karena pada saat itu pecah terjadi perebutan Sekreariat PDI antara Kbu Megawati, Suryadi unggul konon Pemerintah tidak netral. Sebagai pembeljaran bagi para kader PDI dan juga bagi Bangsa. Tetapi peringatan tersebut menjadi pertanyaan besar mengap peringatan ditandai dengan pembakaran gambar baleho Habib Riziq Syihab.Walaupun di sayangkan  acara pembakaran baleho Cucu Rasulullah Muhammad SAW itu, kurang sempurna api gagal melahap, setelah dicoba berulangkali, memang nampak ada penyiraman bensin, tetapi mngkin terlampau sedikit sehingga tak cukup membantu untuk mempertahankan prose pembkaran itu. Sepertinya keal dngan prilaku api yang tak mau berlaku sesuai dengan harpn pembakar. Gambar proses pembakaran yang gagal ini lalu viral.

Tebakan sementara kita bisa menduga bahwa ini merupakan balasan dari pembakaran Bnedera PDIP, disela sela pembakaran itu, dfikatakan bahwa pemilik wajah dari Baliho yang dibakar itu adalah sampah. Sampah adalah sesuatu yang selain tyak berguna, maka kehadirannya akan mengotori. Lingkungan, dan ujungnya akan mendatangkan penyakit. Tetapi nanti kita yakin pihak Keamanan akan menangani ini secara adil. Benarkan mereka benar benar merupakan Kader PDIP, atau mereka hanya Pengikut Komunmis PKI yang menyusup. Harus kita tunggu dahulu.



Tiodak ada alasan bagi mereka untuk lariu dari tanggung jawab,  toh foto dan videnya jelas, ucapannya jelas, dan pasal pelanggarannya juga jelas. Kita yakin penegah huku, lama lama juga malu untuk melibatkan diri kepada kecurangan dibalik kekuasaan

Semoga hari ini akan lebih baik dari kemarin, dan besok akan lebih baik dari hari ini. Mari kita berikan dukungan kepada Pemerintah untuyk berbuat adil. Selain itu kita muliakan pimpinan agama, yaitu para ulama, ulama yang tidak berpolitik, ulama yang konsekuen dan tetap istiqomah sesuai demham aturan yang ada dalam al-Quran dan hadist. Bukan Ulama yang mencari makan dan fasilitas dari Penguasa.

Insya Allah masih banyak.







MEREKA BUTUH BANGSA BODOH

BANGSA PENJAJAH ITU SANGAT  membutuhkan agar Bangsa ini tetap bodoh agar bisa dijajah. Dan ketika zaman penjajahan banyak orang yang berebut kerja bagi penjajah, lalu bagi negasra yang baru lepas dari Bangsa penjajah, lalu penguasanya seperti meniru cara penjajah dalam mengelolan Negara, dengan caranya memusuhi rakyatnya sendiri. Untuk itu agar rakyatnya tidak pintar maka tidak ada cara lain yang  paling ampuh adalah dengan cara mengadu domba agar rakyat bertarung antar sesama, manakala itu terjadi, maka dijamin rakyat akan tetap bodoh dan miskin. Rakyat yang bodoh dan miskin itu adalah sasaran empun untuk tetap dijajah. di Negeri yang kayaraya ini mereka merasa mudah mencari makan, bila rakyatnya bodoh. . Negara yang baru berkembang, sering rakyatnya di anggap musuh, sedang negara maju menganggap rakyatnya adalah sebagai pemberi mandat bagi Penguasa (Pemerintah).

Kapan Pemerintah berhemti menjajah Rakyatnya, nanti kalau rakyatnya sudah pintar, kapan pintar, nanti jika tak lagi mau diadu domba.  Baru baru ini ada upaya mengadu domba rakyat yaitu dengan cara mengeluarkan meme tentang Kelepon tidak Islami, seolah ada pemikiran klepon itu tidak Islami, dan dianjurkan makan kurma. Untuk diketahui bahwa menurut Islam Halal atau tidak halal suatu makanan ada aturan yang sangat jelas. Untuk itu nanti ada para uilama yang bicara. Ummat Islaam memang harus merapat ke ulama, sering sering menghadiri pengajian di masjid masjid. Dan jangan sekali kali mendengarkan propokasi buzer. Buzedr adalah sekelompok orang yang dibayar untuk menyebarkan kabar bohong dan fitnah lainnya. Datanglah ke Masjid, di masjid ada ulama. Tentang sesuatu terkait agama, tanyakan kepada ulama.



Para buzer yang bekerja untuk mereka yang membenci Islam, membuat meme seolah mengkampanyekan untukj meninggalkan kelpon dan ganti memakan kurma, tyetapi dari nada bicaranya memang Dia tak suka Islam, hanya dalam hitungan detik kita tahu bahwa dia sedang menebar fitnah bagi Islam. Lalu Dia memaki maki sipembuat fitnah, dan berusaha membuktikan bahwa fitnahnya palsu. Dalam waktu singkat, itu  viral.

Orang orang ointar malas membahas cara seperti itu, karena lagika yang dipake sangat dungu, sekali lagi maka bagi sipemitnah, ketahuilah bahwa bagi ummat Islam  halal dan haram itu akan dijelaskan ulama, dan ulama akan membedahnya berdasarkan hukum dan aturan yang belaku, sesuatu itu  dinyatakan haram sangat jelas dan sangat gampang dipahami. Nampak sekali bahwa para buzer itu senakin hari semakin dungu. Itu kata Rocky. Dak perlu dibahas jika tak ingin ketularan dungu.

Sabtu, 25 Juli 2020

KEMBALI JUMATAN PERDANA DI MASJID OYA SOFIA.

MEMANG SEMULA SEBAGAI GEREJA yamg pada saat itu dijual dan dibeli dengan uang pribadi, lalu diserahkan kepada ummat untuk diwakafkan dan dijadikan rumah ibadah Islam Masjid yang idah, dan karena bangunan itu bangunan monumental, lalu tak banyak mengalami perubahan, bahkan konon banyak ornamen kristiadi yang dipertahankan, hanya ditutup tirai pada saat dilaksanakan sholat, sesudah itu konon dibuka kembalui dan bangunan itu terbuka untuyk umum.  Dan pada saat Penguasa Skulair menguasai Trkey, pengelolaan Gedung itu diambiul alih Pemerintah dan  sepenuhnya dijadikan Museum.  Selama 80 tahunan ummat Muslim diolarang menyelenggarakan Ibadah di Masjid itu. Namun Usaha ummat tak pernah pupus, Dengan berbagai upaya hukum serta berbagai bukti dan saksi yang kuat, akhirnya Pewngadilan setempat menyatakan adalah kekeliruan besar telah mengambil alih Masjid Ummat Islam yang dibeli dengan uang pribadi lalu diwakafkan untuk Masjid Masjid, pengadilan memutuskan agar dikembalikan sebagai Masjid.   

Adfa pimpinan Negara, dan banyak pimpinan Agama meminta agar Erdogan tidak buru buru memfungsikan kembali Masjid yang sempat ditutup secara paksa itu dikembalikan lagi fungsinya menjadi masjid, walaupun Pengadilan setempat telah memutuskan, Tetapi Erdogan menolak, karena hal tersebut terbilang menjadi masalah internal Turkey. Dan kalaupun gedung itu monumental dan menjadi sejarah peradaban dunia. Erdogan berkilah bahwa Ummat Islam Turkey tidak merusak dan merubah bangunan itu dari bentuk aslinya, dan bahkan keindahan ornamen Kristiyani di gedung itu dapat dinikmati oleh siapapun, termasuk Ummat Kristiani Dunia, karena Gedung itu hanya ditutup pada saat dilaksanakan aktivitas pribadatan, sesudah itu kembali dibuka untuk umum.



Jm'at 24 Juli 2020 , Masjid itu kembali menyelenggarakan Sholat Jumat, disambut dengan segala sukacita, oleh ummat Islam setempat dan bahkan dunia. Ummat Kristiadipun mengharap harap cemas. Kita doakan saja agar masjid yang semua dibangun sebagai Gereja sempat mengalami pindah tangan  pada internal Kristiani, akhirnya terjadi transaksi jual beli, dibayar dengan uang pribadi, seorang Muslim. Dijadikan Masjid, namun bangunan tidak dirubah, lalu diambil paksa oleh Penguasa Turkey dan dijadikan Museum, lalu pengadilan mengembalikan  gedung bersejarah ini kepada ummat Islam Turkey.

Etrdugan dengan segala kearifannya berniat mempertahankan gedung ini bisa dinikmati oleh masyarakat dunia sebagai peninggalan dan bukti sejarah peradaban dunia. Semoga masyarakt dunia bisa  saling membantu untuk mendukung ummat Islam turke yang tetap membuika masjid ini  tetap terbuka untuk umum. Kecuali pada saat diselenggarakan Ibadah Agama Islam.

Semoga.

Rabu, 22 Juli 2020

KOTAK KOSONG VS OTAK KOSONG.

SEPERTI YANG BANYAK DILAKUKAN oleh Gubernur dan Bupati atau Walikota yang berusaha keras menggantikan putra atau putrinya ketika periode Kepemimpinannya telah selesai sementara Iya masoih menginginkan jabatan itu, sehingga Iya berusha keras agar jabatan itu jatuh ke tangan anaknya. Dan itu di maki maki oprang karena dianggapo sebagai tindak nevotisme, dan beruisaha membangun kekuasaan milik keluarganya.  Maka seharusnya adalah publik minta maaf kepada  Para Gubernur atau Bupati/ Walikota menjadi anaknya sebagai penggantinya. mereka telah dicibir emiliki semnat dinasti. Tetapi sekarang ternyata hal tersebut justeru dilakukan oleh seorang Jokowi sebagai tokoh pujaan ummat. yang appun yang dilakukannya  selain benar adanya, juga merupakan unsur yang harus dipujakan.

Memang mereka mereka yang mengambil posisi sebagai pengamat, pakar Ketatanegaraan pada saat ini mencibir apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, tetapi tetap dipujikan oleh para pakar yang telah bergabung kepada Rezim Penguasa ini Demikian santernya kritik bahkan cibiran, tetapi akan lebih lagi  pujaan, terhadap tokoh yang beberapa waktu yang lalu, sering meneriakkan Saya  Indonesia, Saya Pancasila. Menjadi sebagai ukuran kebenaran.




SETIDAKNYA  Rocky Gerung berharap Putra Laki laki Presiden Jokowi yang sukses menelikung Calon Walikota Solo yang selama bertahun tahun digadang oleh PDIP untuyk maju sebagai Calon Walikota yang dilaksanakan Pilkadanya tidak lama lagi ini. Kader PDIP yang pekerja gigih itu berhasil ditelikung  seorang anak muda yang minus pengalaman dalam bidang apapun, tetapi Ia adalah Putra seorang Presiden yang sedang berkuasa. Lalu hinakan Presiden Jokowi ... ?. Tidak tih itu sudah lumrah dilakukan oleh banyak Penguasa tingkat Gubernur dan Bupati/ Walikota, dan mereka banyak berhasil. IUtu artinya sikap itu diterima oleh masyarakat. Dan tidak kurang dari seorang Jokowi sebagai Presiden Pujaan bersama tah juga melakukannya. Itu tu artinya baik.

Kita berharapo Presiden Jokowi harus bisa bekerja All Out, Agar putranya berhasil, sebagai pelajaran bagi mereka yang sering nyinyir. Tak suka melihat orang senang. Jadi harus dilakukan cara cara seperti yang lazim dilakukan oleh para pihak yang bersaing dalam Pilkada, dan juga Pilpres. Untuk itu kita meragukan  kemampuan Preiden .

Bagi kita semua ini akan menjadi tontonan yang menarik, sebagai hiburan gratis bagi kita semua, walaupun akan berarti dibayar mahal oleh kita semua manakala Pilkada itu di menangkan oleh mereka yang berpraktek culas. Biarkan Rocky Gerung bicara selagi ada penyegaran di dalam gagasanmnya.
Begitu.

Tetapi sebagai orang yang berman kiranya perlu kita merenungkan kisah ini. Ada seorang yang kayaraya, menjadi sedih teramat sangat setelah Rasululklah mengatakan bahwa mereka yang kaya raya, dan apalagi mengemban jabatan yang dipercayakan rakyat tentunya, akan termasuk orang terakhir masuk syurga. Ada seorang kayaraya yang sangat terpukul atas keterangan itu. Otaknya diputar habis untuk mencari cara bagaimana agar Ia jatuh miskin.

Tiba tiba banyak sekali buah kurma masyarakat uyang mengalami kerusakan hingga jadi tak layak dimakan, jangankan membeli, diberipun masyarakat tak suka, karena kurma kurma rusak itu menjijikkan. Tiba tiba siorang kayaraya ini, memborong semua  semua kurma yang rusak itu dengan harga normal. Pemilik kurma berbahagia, kurma busuk itu berpindah tangan. Ekonomipun stabil. Uang orang kaya itu bertukar denganb buah kurma rusak yang benar benar menggunung.  Si oranmg kaya tadi merasa bahagia, tak lama lagi Ia akan jatuh miskin, dan Ia terhindar masuk syurga di rombongan yang terakhir.

Tiba tiba daerah itu dilanda wabah penyakit yang sangat mengerikan. Celaka dua belas tak tahunya tak ada obat lain untuk menyembuhkan mereka yang terkena wabah harus diobati dengan kurma rusak dan busuk yang sudah tersimpan agak lama. Dan berdasarkan hasil survey penguasa, bahwa ternyata haya ada satu orang menyimpan kurma rusak. yang sudah berubah menjadi obat itu. Pemerintah menetapkan harga kurma rusak itu berlipat dari harga normal.

Si penimbun kurma rusak itu kembali menjadi orang yang terkaya di kota itu, siorang ini menangis tersedu sedu memohon ampun kepada Allah. Iya meminta  kepada Allah untuk dimiskinkan kembali. Marilah kisah ini kita jadikan pelajaran agar tak usah ambisi memaksakan diri mendorong akan kita menjadi kaya raya. apalagi menjadi pejabat publik, apalagi dengan cara yang tak sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena akan membuat anak kita menjadi orang yang terlhir diperbolehkan masuk ke Syurga lantaran harus mempertanggujngjawabkan kekayaannya.

Wallohua'lam bishowab.

Selasa, 21 Juli 2020

KURIKULUM PAI DAN BAHASA ARAB TAK DIHAPUS TETAPI AKAN DIRUBAH.

FACHRUDDIN FGD
SUDAH LAMA ADA PIHAK YANG MENGUSULKAN  agar Madrasah dan Pesantren itu dihapus asaja karena tak membuat murid ,adi cerdas, lihat Singapura hasil pendidikan maju karena tampa kehadiran Madrasah dan Pesantren. Demikian bumyi beriuta yang beredar. Tiba tiba sekarang muncul berita bahwa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab akan dihapus dari Madrasah di segala level. Belakangan muncul klaricikasi bahwa bukan dihapus tetapi akan dirtubah. Namopaknya sudah terjadi Kompromi antara Partai Pengusul dan dengan Pemerintah.

Bisa jadi ini hasil maksimal yang terjadi antara Pemerintah dengan Partai Pengurul RUU HIP yang ada kemungkinan ditolak itu. Partai yang berwacana menutup Madrasah dan Pesantren dengan Partai Penggagas  RUU HIP adalah partai yang sama. Tetapi kita harus bersadar dahulu karena belum ada kejelasan, Kalaupun Pemerintah Mengganti RUU HIP, apa bunyi gantiannya kita belum tahu, dan kalaupun akan ada Perubahan Kurikulum PAI dan Bahasa Arab itu bagaimana bunyi penggantiannya. Tetaoi inti dari pemikiran yang berkembang bahwa mereka yang tak suka dengan Politik Islam itu tak suka agama Islam itu berbau Kadrun. Kadrun adalah istilah yang dahulu digunakan PKI dalam upaya memperburuk citra Islam. Kayaknya bakal muncul babak baru keributan politik di Indonesia.


Sangat beralasan jika masyarakat mengira telah terjadi kompromi antara Rezim Penguasa dengan Partai yang melontarkan wacana penghapusan Madrasah dan Pesantren, apalagi juga ternyata dalam AD ART Partai bersangkutan  telah menggariskan merubah Pancasaila menjadi  Trisila dan akhirnya akan dirubah lagi menjadi Ekasila Keciul kemungkinan terjadi perubahan Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila  pada era Rezim Penguasa sekarang, karena derasnya protes masyarakat. Maka nampaknya masih bisa diupayakan kompromi merubah mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab.  Jadi perubahan itu adalah upaya untuk mencari win win soution, dari upaya menggoalan RUU HIP.




Nampaknya mau tidak mau gesekan panas tak urung terjadi, pihak yang tak menyukai politik Islam juga masih memiliki langkah langkah alternatif, jika gagal yang satu akan dimajukan alternatif lainnya. Dan ini bakal merugikan kita Bangsa Indinesia secara keseluruhan.  Karena kita tak henti bertengkar masalah ini, dan sepanjang perjalanan mengelola kekuasaan di Indonesia sepertinya  tidak memiliki kesempatan untuk manata langkah langkah berkeadilan yang dilakukan Penguasa kepada rakyat yang sedang dipimpinnya itu. Dan jadilah kita sebagai Bangsa yang tertinggal dibanding sejumlah Negara yang Baru Merdeka belakangan dari Bangsa Indonesia.

Tercatat Bangsa Penjajah telah berulangkali merubah pelajaran PAI dan Bahasa Arab disesuikan dengan selera Bangsa Penjajah, ini termaktub dalam sejumlah Stutblad. yang maksudnya tak lain dan tak bhuikan hanyalah untuk membelenggu ummat Islam yang selalu terbilang kritis bagi Pemerintah penjajah. Lalu bagaimana yang sekarang, sepertginya tak jauh berbeda. Ummat Islam jangan kritis ... itu saja.