Tampilkan postingan dengan label PRANA SAKTI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRANA SAKTI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 April 2023

MULAI DARI LANGKAH AWAL, PERBAIKI HUBUNGAN DENGAN AL QURAN SEKARANG JUGA

BUKA BERSAMA DI  BENGKEL PRANA SAKTI LAMPUNG


MARI KITA  IKUTI PESAN BANG ASFAN DAN BANG ZEN SELAKU GURU BESAR PS MARI KITA SOAKAN AGAR KEDUANYA,  BERSAMA ORANG TUANYA BERSAMA  ANAK ISTERIN YA DAN KITA SEMUA SEBAGAI MURIDNYA SELALU DILINDUNGI ALLAH SWT, MENCAPAI KESELAMATAN DUNIA DAN AKHERAT. 

SEPULANG DARI memenuhi Undangan Buka Puasa Bersama  di  Bengkel Prana Sakti Lampung  saya diantar oleh seoang senior PS Lampung. Di perjalanan isengseng saya menanyakan bagaimna keadaan Bisnismu Sekarang, di luar dugaan saya beliau menjawab, katanya : Saya pasrah Bang .... keadaan bisnis apapun sekarang ini selalu saja menemukan keadaan yang kurang kondusip ketika kita melihat ada peluang di kanan setelah kita kejar dia lari ke kiri dan begitu juga sebaliknya. Pada saat ini saya sangat dibebani oleh sesuatu tetapi sesuatu yang sangat mengembirakan. Walaupun saya belum lagi menemukan jalan keluarmya.

Anak  saya diberi kesempatan mendapat Undangan Kuliah di Fakultas Kedokteran yang posisinya cukup  jauh  dari Lampung, sayang sekali jika tidak diambil kesempatan ini karena  anak saya mrmrng sangat berminat di Fakultas Kedokteran. Saya bilabg saya tidak paham dengan Dunia Bisnis, tetapi saya seperti apa yang saya sampaikan dalam ceranag tadi, seperti yang dipesankan oleh Bang Asfan dan Bang Zen sebagai Guru Besar PS  maka dalam banyak Hal Anggota PS iu sesungguhnya diberikan kemudahan untuk mendapatkan jalan dalam menghadapi berbagaikesulitan setelah sebagai Anggota PS dia telah bnar benar memahmi  bahwa Guru Besar PS yang sebenarnya adalah Al Quran. 



Ikutilah pengalaman BJ Habibi yang telah belajar jauh lebih tekun dari mahasiswa yang lain ketika kuliah di Jerman, iba tiba ketika Pengumuman hasl ujian diumumkan ternyata beliau hanya rangking ketiga dan dikalah oleh dua mahasiswa  Yahudi. Dengan perjuabgab gigih dan mengorbankan gengsi pribadi beliau meminta mahasiswa Yahudi itu berkenan  membocorkan rahasia cara belajarnya.  Dan di luar dugaan kedua Mahasiswa Yahudi itu mengatakan bahwa keduanya membiasakan diri untuk membaca Al Quran disetiap sepertiga terakhir disetiap malam bangun dan membaca Al Quran dan sebelumnya membersihkan diri, salin pakaian dengan yang lebih bersih serta memakai harum haruman seperti sesuatu yang layaknya dilakukan oleh seorang Muslam yang taat. Kedua Pemuda Yahudi itu tekun sekali membaca Al Quran dan justeru di surat surah tertentu mereka berdua hapal. 


Bukan hanya Habibie memang seharusnya sebagai anggota PS kitapun harus menangi sangat menyesali mengapa sudah sekian lama ini kita sebagai anggota PS seperti tidak mendengar pesan Bang Asfan dan Cabf Zen selaku Guru Besat PS dan Penggantinya, sama sekali kita tidak menghiraukan pesan mereka berdua yang mengatakan Guru Besar PS yang sebenarnya adalah Al Quran.  

Sebagai anggota PS memang seharusnya kita bergegas, marilah kita beristighfar dengan kesalahan ini, tetapi ketahuilah bahwa sesungguhnya terlambat itu juga masih jauh lebih baik dari melakukannya sama sekali, tetapi tentu saja kita harus melakukan berbagai keterlambatan ini, karena sudah sedemikian lama kita menjadi anggota PS ternyata nasih saja kita memiliki kemampuan yang terbatas dalam menggunakan jurus jurus PS untuk menyelesaikan dan mengatasi berbagai himpitan dan cobaan hidup ini, ternyata ini tidak lain dan tidak bukan adalah karena kita justeru karena kurang memperhatikan Pesan Guru Besar baik Bang Asfan maupun Bang Zen Bahwa sesungguhnya Guru Besar Prana Sakti yng sejatinya adalah Alquran, ini adalah petuah mulia dari Guru Besar kita apabila sudah kita lakukan sejak lama sesunggunya berkah sudah dari Allah sudah lama dirasakan oleh belasan ribu atau mungkin puluhan ribu atau mungkin seratusan ribu atau lebih karena selain kita juga akan dirasakan oleh isteri, suami, anak anak kita dan bahkan orang tua kita, dan bahkan sahabat sahabat kita dan masyarakat lainya yang kontak bersam kita selaku anggota PS ini, dan itu semua akan membawa kita semua bersama Guru Besar PS menuju syurga yang penuh dengan berkah itu. 

 


Mulai sekarang marilah kita mulai dari langkah pertama, muali mencintai Al Quran dan senang membaca Al Quran, terutama pada malam sepetiga malam terakhir di lengkapi dengan sholat sunnat malam hari seperti juga dilakukan oleh BJ Habibie , dengan mengaji malam hari dan sholat sunnat malam hariHabibie mengalahkan dua Pemuda Yahudi dan Bahkan Dari German Habibi menjadi manusia terkenal melakukan sesuatu yang menyelamatkan manusia dengan cara menghindari kehancuran pesawat terbang setiap kali melakukan pernerbangan dalam posisi tertinggi, karena menghindari amukan badai pada posisi yang lebih bawah lagi. Itu baru langkah awal bagi anggota PS untuk lebih bisa memanfaatkan Jurus PS lebih tinggi dan lebih banyak lagi. 

Habibi mampu mengtasi ketertinggalannya di Bangku kiliah dengan membaca Al Quran dan Sholat Malam  Bukan hanya mampu mencapai pretasi yang lebih tinggi dibanding para peraingnya, Maka sudah seharusya kita sebagai Anggota PS yang Guru Besarnya Al Quran sejatinya juga akan mampu mengatasi segala permasalahan ynag kita hadapi seberapapun peliknya, dan harus kita lakukan secara rutin dan manakala setelah kita rutin melaksanakannya boleh jadi kita akan mampu membuat sesuatu menjadi sangat bermanfaat untuk kesejahteraan orang banyak. ... Wallohu a'lam bishowab.


Rabu, 16 November 2022

DALAMI ITU ILMU PRAN SAKTI , SAMPAI ANDA MAMPU CIPTAKAN SEBUAH DALIL

 


SEBELUM KITA BICARA lebih dalam maka saya akan memperingatkan bahwa  untuk memahami apa itu Ilmu Prana Sakti maka setidaknya kita harus bersedia mendalami Bagaimana Gerak Jurus Prana Sakti, Sistem Pernafasan Prana Sakti dan Akidah serta Kaidah Prana Sakti yang sepenuhnya mengacu kepada Kaidah dan Aqidah Islamiyah. Jadi dengan demikian maka akan sulit bisa membicarakan ini secara mendalam dengan pihak yang buikan anggota Prana Sakti. Judul tulisan ini adalah Dalamilag Ilmu Prana Sakti Sampai Anda Mampu Menciptakan Sebuah Dalil. 

Juga poerlu kita ingatkan bahwa  Seseorang  mendapatkan Gelar Sebagai Profesor umpamanya adalah manakala Seseorang melakukan sebuah Penelitian hingga Ia memahami demikian banyak rumus sampai Ia mampu menciptakan rumus baru atau dalil baru dalam keilmuannya, lalu diuji dalam sidang Pengujian Akademis,  Setelah seseorang dinyatakan lulus S3-nya  lalu menulis buku dalam rangka memasarkan rumus rumus sebsgsi dalil baru dan dituliskan dalam media khusus sesuai kesepakatan akdemis maka seseorang berhak menyandang gelar Profesor. 

Mampukah seorang Anggota PS mencapai prestasi secara seirama dengan aturan serta kaidah akademis?  Maka saya ingin menyatakan  "Iya", Sebab di Prana Sakti ini mengarah dan Ingin mengacu tradisi akademis, sehingga pimpinan tertinggi disebut sebagai Gru Besar.  Seseorang Guru Besar di dumnia akademis harus memiliki kemampuan berdasarkan hasil penelitian dan Ujian lalu berhasil selanjutnya menulkis, itu Guru Besar di Dunia Akademis yang ingin diacu oleh dunia Prana Sakti. 

Pentingkah itu Bagi Prana Sakti ?, Jawabnya penting, itulah sebabnya diselenggarakan tradisi Kenaikan Tingkat. Dahulu .... ini baru dahulu, saja ... , Seoranbg da'i  baru berhasil bila telah menciptakan lapangan kerja, itulah sebabnya Para Da'i itu  umumnya adalah seseorang yang juga dikenal sebagai Saudagar Besar, memiliki karyawan yang banyak sekali.  dan karyawannya memiliki kepatuhan karena dalam beberapa hal mereka juga memiliki ketergantungan. kepada kepada Sang Kiyai yang Saudagar itu. Dan dalam waktu yang bersamaan Sang Saudagar juga selalu mengharuskan  agar para karyawannya memiliki disiplin dan kepatuhan kepada ajaran Agama Islam. 

Dahulu juga para da'i juga memiliki keahlian sebagai tabib, mengerti obat obatan, berbagai ramuan dan berbagai herbal. Ada sesuatu yang sangat istimewa di depan para jama'ahnya. Bahwa dengan herbal yang sama, terasa oleh para jama'ahnya. Tak heran jika para jama'ah yang sakit akan merasa gembira sekali manakala mereka yang sakit mendapatkan kunjungan asradz mereka yang selalu menyampaikan taksiyah kepada para jama'ah. 

Dan jangan dikira bahwa pada saat yang sama semuanya berjalan secara aman aman saja, keamanan mereka seringkali mendapatkan gangguan. dari mereka yang suka iseng, atau mereka yang memang sengaja diperintahkan untuk mengganggu mengikuti jama'ah dalam menerima berbagai ajaran dari sang ustaz, baik Ibadah, muamalah ataupun aqidah. Jarabg sekaliu orang yang tahu bahwa Sang kiyai atau ustadz berusaha mencari tahu siapa yang sering mengganggu para jama'ahnya.

Jika kita boleh menduga duga bagaimana bencinya PKI (Partai Komunis Indonesia) kepada Islam maka besar dugaan kita bahwa kebencian para pihak kepada Islam memang telah ada sejak saat masuknya Islam ke Indonesia, walaupun kata Indonesia  itu sendiri kita tidak tahu tetapi nampaknya  kebencian kepada Islam memang sudah sejak lama. Dan telah melalui perjalanan yang demikian panjang. 

Saya belum menemukan uraian yang memadai tentang bagaimana cara Para Ustadz atau para da'i melakukan usahanya   menetralisir agar kehadiran para ummat dalam mendatangi jama'ah untuk mendengarkan pengajian pengajian yang diselenggarakan.  Tetapi kenyataannya gangguan gangguan itu bisa mereda, walaupun kadangkala muncul lagi.Dan sejalan perjalanan waktu mestinya memiliki irama irama yang fluktuatif. 

Memang dugaan kita bahwa nanti pada saatnya tak bisa kita hindari akan munculnya gagguan itu hanya bersifat ekonomis belaka, tetapi berdasarkan tren yang ada justeru gangguan gangguan itu juga akan bersifat politik, sehingga pengganggu kan berlindung dablik demokrasi, hak azasi seperti yang sudah lama di senandungkan  negara negara penjajah yang memiliki semangat ekspansionis yang mereka pelihara, yang tentu saja diblik senandung gagasan kebanggaan Bangsa penjajah seperti, Demokrasi, Hk Azazi dan lain sebagainya, yang intinya mereka ingin ikut mengusaui, dengan segala narasi yang relatif menjerat tetapoi sekaligus  menina bobokkan. Tetap;io pada akhir akhir ini segala sesuatunya sudah semakin terbuka, ininya adalah mencari keuntungan  dengan cara mengelebahi, menipu atau memaksa sehalus mungkin tetapi tak dilarang bila memaksa. 



bab  Besar dugaan kita semula lebih banyak gangguan gangguan itu lebih banyak berlatar belakang ekonomi, atau gangguan itu berlatar belakang ekonomi, tetapi nanti pada saatnya memang tak urung juga dimanfaatkan oleh politik, sejalan dengan perjalanan perkembangan politik di Indonesia,dan nantinya akan erat hubungannya dengan upara Penjajah untuk menguasai Indonesia.


Sabtu, 16 April 2022

MARI KITA IMPLEMENTASIKAN JURUS PS

 FACHRUDDIN

BEBERAPA HARI   yang lalu  alhamdulillah saya jumpa dengan Ketua PS Lampumg, setelah saling sapa dan tanya tentang kesehatan dan lain sebagainya, lalu saya bertanya kepada beliau tentang rencana keberangkatan PS Lampung untuk melakukan kunjungan silaturrahmi dengan Guru Besar dan  PS Pusat  Yogya  dan banyak lagi yang sangat mungkin bisa jumpa di sana, biasanya PS Pusat memberikan khabar terkait jadual latihan yang diselenggarakan di Pantas Samas. 

Di luar dugaan saya ternyata acara silaturrahmi dan latihan brsama PS Pusat Yogyakarta sepertnya akan ditiadakan, terkait dengan keputusan Pemerintah yang merasa perlu untuk lebih mencermati secara tuntas apa layar belakang kemunculan kelompok masyarakat utamanya Generasi Muda yang tiba tiba saja muncul bersepakat untuk melakukan tadarusan di sekitar Jalam Malioboro Yogyakarta. 

Konon akan dilaksanakan pendalaman siapa penyelenggaranya dan apa maksud serta tujuannya, serta kelompok mana saja yang mendukungnya. mengingat acara pokok Tadarus Quran adalah membaca Al Quran  maka satu poin telah diketahui bahwa kelompok yang menyelenggarakan tadarusan di tepi jalan ini adalah dipastikan kelompok Islam yang di dominasi anak muda. Seusia Mahasiswa dan Pemuda tetapi juga diantaranya jika dilihat dari foto mereka sebagai rang dewasa.  Bersamaan dengan munculnya tadarusan sepanjang jalan Malioboro kok bersamaan diijinkannya ummat Islam melakukan  Sholat tarawih dijalan yang supersibuk di Kota Newyork. Tetapi saya tak ingin mnulis tentang ini. 

Sebagai upaya pengobat rindu  saya ,asij ingin sekali kali memanfaatlam waktu untuk menulis tentang PS, apa yang saya tulis ini bukanlah merupakan hasil penelitian tetapi hanya berbekal sedikit pengalaman dan lebih sedikit Pengetahuan yang sangat terbatas ini. karena ilmu PS itu bisa didapat bukan karena kehebatan methodologis serta rencengan daftar kepustakaan maca dunia, tetapi jisteru belajar PS itu sangat terbantu dengan istem yang sderhana dan sangat dimungkinlan oleh para anggota sekalipun tidak melalui pendidikan yang tinggi sehingga bisa menguasai berbagai teori dan filosofi dari berbagai ilmu yamh mendukung. Tetapi bagi siappun yang memiliki atau menguasai berbagai ilmu yang mendukung tentu sangat mamoermudah dan mengasai ilmu PS itu sendiri. 

Seperti yang sudah sampaikan berulang diberbagai kesempatan bahwa untuk menguasai Ilmu PS maka harus melalui pengetahuan tentang sistem gerak jurus jurus PS, sistem pernafasan PS serta aqidah dahkaidah ilmu PS yang sepejuhnya mengacu atau berdasarkan kaidah dan aqidah Islamiyah. Ketiga aspk itu haruas dikuasai sesempurna mungkin dan merata dalam pemahaman dan penmguasaannya.  Harus dijaga jangan sampai memiliki pemahaman yang mendomplang, sangat paham di aspek tertentu dan menjadi awam diaspek lainnya. Kwtika kita memiliki pemahaman yang mendomplang maka kita akan terhadang oleh berbagai kegagalan. 

Dalam belajar ilmu PS kita harus berhasil memiliki dan menghimpun  power,   power yang paripurna adalah power yang ditopang oleg  ketika aspek jurus PS meliputi penguasaan jurus jurus PS, kesempurnaan sistem pernafasan PS dan memiliki pehaman serta kepatuhan dsan kesetiaan kepada aqidah dan kaidah PS yang sepenuhnya adalah mengacu kepada kaidah dan aqidah Islamiyah.  kita memiliki pehaman dan praktih mendalam dalam ke tiga spek ini maka akan menghantar kita  untuk memiliki, menghimpun dan mengelola atau memanfaatkan jurus jurus PS secara paripurna. 

Tujuan jurus PS itu adalah untuk menguasai situasi. ada dua jenis jurus, yaitu jurus tarik dan jurus tolah, jurus tarik digunakan terhadap sesuatu yang sangat dibutuhkan sedangkan jurus tolah untuk sesuatu yang t tidak menguntungkan, sedang jurus tarik adalah untuk meminta sesuatu yang butuhkan, jurus tarik dan tolak itu digunakan berdasarkan lkaidah dan aqidah Islamiyah.  


TIDAK CUKUP STUDY MENDALAM

Untuk belajar ilmu PS iti tidaklah cukup jika hanya melalui studi yang mendalam saja. Salah satu Aspek dari Ilmu PS selain aspek jurus dan aspek Sistem Pernafasan  adalah Kaidah dan Aqidah PS yang sepenuhnya  mengacu kepada Aqidah dan Kaidah Islamiyah. yang nanti konsekuensi logisnya adalah pemahaman kepada Al Quran dan Haddits dan nanti konsekuensi lagisnya juga adalah tafsir baik afsir Quan maupun Tafsir Haddits. Tetapi untuk melakukan studi Ilmu PS maka kita tidak akan mendapatkan hasil yang memadai hanya dengan studi biasa dari luar pagar dengan berbagai tekni pengumpulan seperti umumnya sebuah study atau penelitian. Jadi untuk menjadi pakar dalam ilmu ini maka seseorang bukan hanya sekedar paham Akidah dan Kaidah Islam Paham Sistem Pernafasan dan paham gerak gerak jurus PS saja. Tetapi seorang anggota PS harus menggunakan jurus jurus PS sesuai dengan peruntukannya,

Jurus PS itu ada jurus tunggal dan ada jurua jamak jurus tunggal artinya hanya satu dan jurua jamak adalah beberapa jurus sekaligus. Jurus Dasar PS terdiri dari sepuluh jurus, terbagi atas dua macam yaitu jurus kasaran dan jurua halusan masing masing merupakan jurus dasar. Jurua halusan harus dilakukan selambat mungkin. Selain itu macam macam jurus gabungan yang bisa digambarkan dari tingkatan jurus yang memang ditapaki oleh setiap anggota PS dalam belajar dan mendalami dan menammatkan jurus jurus PS. Macam, macam jurus itu adalah Jurus Kasaran, Jurus gabungan atau jamak yaitu terdiri dari Tikahan, Mahdi, Sahbandar dan Payung Rasul.

Demikian juga dengan para anggota, maka selayaknya maka para amhhota itu ada  hendaknya yang bertindak sebagai peneliti. Dengan adanya mereka yang melakukan penelitian itu  maka ilmu PS itu akan tetap berkmbang,  lalu mengapa ilmu PS harus dikembangkan, jawabnya adalah karena ilmu PS itu sangat dibutuhkan oleh ummat. Lalu dikembangkan untuk apa ilmu ini, yaitu agar ummat memiliki kekuatan untuk mempertahankan diri, menguasai situasi dan slanjutnya menghindarjan diri berbagai tekanan,  gamhhuann  tantangan dan bahkan ancaman. Kita berharap ummat Islam tidag mudah ditakut takuti oleh pihak lain yang ingin menguasai dan atau mengusir ummat Islam dari bumi Indonesia, di mana Ia di besarkan. 

Jurus jurus PS itu diciptakan adalah dalam rangka berusaha menguasai situasi manakala situasi itu dirasakan mengganggu kenyamanan dan bahkan bisa menjurus kedalam situasi ancaman. itulah sebabnya Bang Zen Panjaitan sebagai Guru Besar PS yang sekarang selalu mengulang ulang kata Cpta, Rasa dan Karsa, untuk diketahui bahwa kata "Karsa" itu artinya "Power"  karena memang kondisi atau keadaan yang dalam keadaan kurang nyaman bahjan terancam itu memang harus dirubah dengan sebuah kesatuan dalam rumusan cipta, rasa dan karsa itu. 

Dan begitu kita masuk PS, pada saat itu saya masuk di PS Cabang Lampung, sejak awal Bang Asfan sebagai Guru Besar Pada saat itu selalu mengulang ulang bahwa jurus jurus PS itu intinya adalah sebuah doa, yaitu doa kepada Allah, arti doa adalah permintaan, doa kepada Allah SWT adalah permintaan kepada Allah SWT. Situasi yang menyenangkan itu yang kita syukuri, dan situasi yang kurang atau tudak menyenangkan maka kita berlindung kepada Allah. Tetapi itu semua harus dikaji dengan aqidah dan qaidah Islam, sehingga kita tidak berdoa dan meminta kepada Allah sesuatu yang hanya untuk menyenangkan dan memuaskan hawa nafsu dan apalagi kesesatan.

 


Minggu, 06 Februari 2022

UPAYA MEMAHAMI REVOLUSI PS

BANG ZEN  sebagai Guru Besar PS yang sekarang menggagas sebuah Revolusi dan untuk memudahkan
pemahaman anggota PS tentang Ilmu Prana Sakti. Di satu sisi Ilmu Prana Sakti itu semakin digali semakin dalam, semakin diarungi akan semakin luas , sehingga semakin jurus jurus PS digunakan semakin menemukam banyak hal oleh para anggota PS dan temuan temuan akibat dari penggunaan ilmu PS dengan yang bisa kita pahami melalui tiga variabel, yaitu sistem pernafasan, gerak jurus serta akidah dan kaidah PS yang sepenuhnya mengacu kepada kaidah dan aqidah Islamiah. Ketika jurtus jurus PS meliputi tiga aspek tersebut di atas menemukan kemampuan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi  maka sulit bagi mereka untuk menjelaskan prihal segala sesuatunya. 

Kata Guru Besar semenjak PS ini dibentuk maka masalah yang pelik pelik itu bisa diurai melalui ilmu Al Quran. Lalu dijelaskan oleh Bang Asfan sebagai Guru Besar dan Bang Zen sebagai Guru Besar pelanjutnya menegaskan  bahwa  Guru Besar PS  yang sejatinya adalah Al Quran, karena untuk memahami segala sesuatunya yang terjadi ketika jurus jurus PS itu di praktikan,  ternyata hanya ilmu Al Quran yang bisa menjawabnya. 

Jurus jurus PS itu diajarkan oleh Guru Besar adalah agar seseorang yang telah mempelajari jurus PS  mampu menggunakan jurus jurus itu untuk menciptakan situasi yang harmonis yang bisa kita alami dalam kehadiran kita .Ilmu yang digunakan untuk agar kita memiliki kemampuan menciptakan suasana  yang harmoni. mencapai suasana yang harmoni itu jelas tidaklah mudah. Selain kehadiran kita selaku manusia  hadir juga jin dan setan/iblis yang terdiri dari jin dan manusia. Walaupun mereka berada pada dimensi lain secara normal tidak dapat saling lihat dengan manusia, tetapi mereka juga memiliki kemampuan mengganggu manusia. 

Jin itu ada yang baik dan ada yang jahat, sementara syaiton/iblis yang terdiri dari jin dan manusia memang membawakan missi kejahatan. Kita tak dapat menyentuh makhluk halus itu, tetapi jurus jurus PS memiliki kemampuan menhambat mission mereka termasuk mission yang selenggarakan secara kerjasama dengan manusiua.  Namun walaupun demikian sejatinya kita telah dipersenjatai dengan lindungan Allah SWT dengan doa, dan doa itu sangat mudah untuk dibaca, bunyinya adalah "A'udzhbillahi Minassyaithonirrojim"  aku berlindung kepada Allah dari godaan syaiton yang terkutuk, ucapan doa itu sangatlajh menyiksa mereka karena Allah selalu merespon doa itu, karena manusia tidak diberikan keterampilan untuk bisa melihatnya, sementara jin dan syaiton/ bisa melihat manusia tetapi  berada pada dimensi yang berbeda. kecuali beberapa diantaranya mememiliki kemampuan memperlihatkan diri. Namun demikian jin ataupun syaiton adalah sangat tersiksa manakala manusia berdoa dan meminta perlindungan Allah atas gangguan jin dan manusia dengan kejahatannya. Jurus jurus PS diciptakan adalah dalam upaya mensingkronkan ketercapaian keselamatan manusia yang singkron dengan missi kemanusiaannya. Jadi harus digaris bawahi adalah kita dengan jurus PS adalah upaya mensingkronkan dengan mission kemanusiaan . 

Itulah sebabnya maka selalu dikatakan bahwa yang pantas dan mampu menjadi Guru Besar PS adalah Al Quran. Oleh karenanya maka setiap anggota PS itu seumur hidupnya  harus melakukan study Quran, dan ketahuiah bahwa disetiap kali menggunakan jurus jurus PS itu sesuai dengan pentukannya, maka sejatinya yang bersangkutan sedang melaksanakan studi Al Quran. Ketika jurus jurus itu kita terapkan sesuai dengan peruntukannya, maka ada informasi baru, berhasil atau gagal. Jika berhasil mengapa berhasil, dan jika gagal maka mengapa gagal,  Jika berhasil alhamdulillah, dan kita harus bersiap menyelesaikan sesuatu yang lebih berat, tetapi jika gagal maka segeralah evaluasi. Muingkin nafas atau gerakan kita salah.  Dan ketahuilah bawa dimensi akidah tidak boleh mengalami kesalahan.


 

Kita harus mengutip doa khatam al Quran antara lain, kita syukuri  atas diturunnya al Quran di mulai untuk dijadikan sebagai manusia yang merasa nikmat gembisa ran merasa bersyukur dengan turunnya Al Quran itu. Dengan jurus jurus PS itu memang seharusnya anggota PS bisa merasakan bahwa al Quran itu adalah sebagai patokan, sebagai sinar yang kita ikuti serta berita yang sangat menyenangkan. Maka kita harus pula meminta kepada Allah dengan Al Quran kita diingatkan atas segala sesuatu yang kita terlupa. Dan dengan al Quran juga kita meminta agar kita diberitahukan apa apa yang kita memang belum tahu. 

Itulah sebabnya kita harus selalu meminta agar kita suka sekali membaca al Quran, setelah suka kita perbaiki cara bacanya, setelah membana kita harus tahu apa makna bacaan itu, Lalu pada gilirannya kita apa pula tafsirannya. Sehingga penegtahuan kita tentang al Quran akan utuh. Bagi seorantg anggota PS harus membaca doa ini sebanyak mungkin, sehingga kita benar benar gemar membacanya baik siang atau sepanjang malam. Apalagi Al Quran dikatakan sebagaiu Guru Besar PS yang sejatinya. pada saatnya kita akan berkenalan dengan ilmu Al Quran yang disebut sebagai  'Ulumul Quran  

Sangat kentara sekali Bahwa Bang Zen ingin sekali agar para anggota PS itu dengan jurus jurus PS menemukahn keterampilan bagaimana cara menguasai ilmu Al Quran sehingga jurus jurus PS yang telah diajarkan oleh Bang Aspan itu bisa bisa segera dimanfaatkan oleh para anggota sesuai dengan kegunaan dan peruntukannnya, bila berhasil bersegeralah melakukan sesuatu yang lebih berat lagi dan bila gagal segeralah lakukan evaluasi. 

Kalaupun Bang Zen menggunakan istilah Cipta, Rasa dan Karsa, maka untuk memahami penggunaan istilah ini cara paling praktis bagi anggota PS adalah dengan cara menggunakan jurus jurus PS. Kita akan pahami istilah itu ketika kegunaan jurus PS itu akan kita kembangkan, dan kebutuhan untuk mengembangkan kegunaan jurus itu adalah ketika permasalahan yang akan kita selesaikan itu juga mengalami perkembangan. Pada saat itu dibutuhkan kreativitas yang disebut dengan cipta, daya cipta  yang artinya kita akan berhadapan dengan suatu situasi sosial, manusia sebagai pelakunya, itulah sebabnya dikatakan juga membutuhkan rasa dan karsa. Seperti apa yang selalu dikatakan oleh Bang Zen bahwa pada saat itu kendati suasana berbeda tetap saja kita membutuhkan suatu kekuatan dan kekuatan itu disebut karsa. Ini memang akan sulit dipahami bagi kita kita yang jarang menggunakan jurus untuk

Dr. Aidh bin Abdullah menggambarkan bahwa Al Quran itu bagikan hidangan lezat bagi kita semua yang selalu berusaha membacanya, maka tek heran bila beliau dalam buku yang ditulisnya yang diberimya judul Nikmanya Hidangan Al Quran, yang kita memang akan menjadi seseorang yang menyesal se menyesal nyesalnya manakala hingga akhir hayat kita tak mampu menikmati sajian al Quran. Di katakan bahwa nikmat terbesar dari Allah adalah Al Quran. Maka oleh karena itu bagi kita Anggota PS yang Guru Besarnya Al Quran  maka sudah semestinya bacaannya sehari hari adalah Al Quran seperti bunyi doa khatam Quran seperti yang cantumkan di atas. 

Wallohu a'lam bishowab.









 

 

 ..

Minggu, 07 November 2021

KEMBANGKAN ILMU PS, MERAPAT KEPADA ULAMA DAN HINDARI DISKUSI DENGAN ORANG YANG TEK BERILMU PENGETAHUAN.

ILMU Prana Sakti ini untuk memiliki kemampuan menjawab lebih banyak hal serta menyelesaikan lebih banyak masalah, maka tidak boleh tidak Ilmu yang sangat berharga ini harus diukembangkan. agar Ilmu ini tidak salah arah maka merapatlah kepada Ulama, pilih ulama yang memahami banyak ilmu, terutama yang banyak paham tentang sejarah Nabi Muhammad SAW (Sirah Nabawiyah) Dari Sejarah Islam dan Sejarah Nabi banyak sekali tulisan dan kisah kisah teladan. Di balik Kisah teladan itu ketahuilah ada Ilmu PS di sana. Ada sesuatu yang luar biasa dan tidak banyak diketahui orang, bahwa dibalik Peperangan tersimpan kisah keteladanan. Antara lain tugas kita adalah mengembangkan keteladanan menjadi sebuah pencerahan, yang akan sangat bermanfaat bagi sebuah Bangsa yang sangat majemuk ini. 

Untuk mengembangkan Ilmu Prana Sakti maka jalan yang harus ditempuh adalah memanfaatkan jurus jurus PS sesuai dengan peruntukannya. PS. Ada sepuluh jurus Kasaran, nanti pengembangannya mulai dari jurus Halusan, lalu tikahan, Mahdi, Syahbandar dan Payung Rasul. Kesempurnaan jurus jurus itu akan terjadi manakala jurus jurus itu selalu digunakan sesuai dengan peruntukannya. Peruntukan itu tidak akan maksimal manakala jurus jurus tidak dilakukan secara sempurna. 

Yang dimaksud dengan Jurus PS itu terdiri dari (1) Gerak jurus, yang berintikan gerakan tangan dan kaki, (2) Nafas, aistem pernafasan dan (3) Lafas yaitu ikrar dan doa. Ikrar PS adalah "Apapun Yang Terjadi Sampai Saya Mati, Saya Tetap Berpegang " Laailaaha Illallaah".  Dan Doa Prana Sakti itu sebagai berikut :  (1) Membaca Basmalah, (2) Membaca Dua Kalimah Sahadat, (3) Membaca Alfatihah (4) Membaca Sholawat Nabi, (5) Ya Allah Hamba Memohon Ridho Mu dunia dan akherat, (6). Ya Allah hamba mohon RahmatMu dunia dan akherat rahman dan rahim. (7) Ya Allah hamba mohon perlindunganMu dari godaan dan gangguan manusia dan setan yang sesat dan jahat, (8) Ya Allah hamba mohon Pengampunan-Mu atas segala dosa-dosa hamba, sengaja mupun tidak sengaja, dahulu, sekarang dan yangakan datang, (9).  Ya Allah hamba serahkan diri hamba Lahir dan Batin kehadirat-Mu.Doa doa tersebut di atas disusun sedemikian rupa agar sejalan dengan. Jadi jurus PS itu akan terkait erat dengan gerakan tangan, kaki dan badan, sitem pernafasan, lalu Aqidan dan kauidah yang merujuk kepada aqidah dan kaidah Islamiyah, yang tergambar dari ikrar dan doa yang selalu menyertgai jurus jurus PS itu. Di dalam berlatih jurus PS selalu ditekankan, untuk di awali membaca  bismillah, dan ketika membuat jurus jurus yang diajarkan selalu mengucapkan kalimah Laailaaha Illallaah, Allah ... Allah ... Allah ... karena tidak jarang dalam membuat jurus itu nafas tersengal.  

Seperti apa yang dituturkan oleh Bang Asfan selaku Pendiri perguruan ini bahwa ketika beliau awal berguru masih tercampur "secara samar" (dalam tanda petik) dan itulah sebabnya Bang Asfan setelah mendapat mandat dari gurunya,  buru buru merapat kepada para ulama lalu membuka lebar kepada para ulama yang beliau pilih untuk menkonsultasikan apa yang  apa yang didapatnya itu. 

Lalu siapa ulama yang didekatinya, yaitu Kh. Ali Maksum (NU)  AR Fachruddin (Muhammadiyah) dan Dr. Hamka (Tokoh Masyarakat). Merapatnya Bang Asfan kepada tiga ulama ini karena ketiganya memiliki prospektif terhadap ilmu yang sesungguhnya berkembang  pada masyarakat yang sesungguhnya termasuk  utamanya masyarakat "non akademis" (dalam tanda petik" namun memiliki kemajuan yang luar biasa dalam sebuah perke,bnangan budaya manusia. Perkembangan Islam di Indonesia hingga menyentuh angka 90-an% dari penduduk menganut agama Islam adalah sesuatu yang tidak terlepas dari adanya perkembangan ilmu Prana Sakti. Jangankan untuk zaman dahulu, KH Ali Maksum dan AR Fachruddin  adalah ulama yang merasakan didampingi oleh para pemuda yang mengguanakan ilmu ini, sehingga dengan senang hati kedua ulama ini ikut mendidik anak asuhnya sehingga menemukan jalan yang lebih aman untuk berdakwah, karena PS adalah alat untuk berdakwah, sedangkan Buya Hamka terbilang sebagai orang tua Bang Asfan dari isteri beliau, maka sejatinya Bang Asfan memiliki kewajiban untuk iku membantu baik diminta maupun tidak diminta. Bang asfan bersyukur karena ternyata ketiga ulama ini memiliki prospektif terhadap ilmu yang dikembangkan oleh Bang Asfan selaku pendiri Prana Sakti (PS) 

Wallohu a'lam bishowab

 

Sabtu, 09 Oktober 2021

UNTUK BERKEMBANGNYA ILMU, MAKA NAIKLAH DAN SEMPURNAKAN JURUS DENGAN KENAIKAN SETENGAH MANDIRI.


KETIKA MENULIS  naskah yang satu ini, saya seperti sedang gagah gagahan, iabarat seseorang yang sedang orasi di atas sebuah podium yang ditinggikan selain bicara keras dan lantang tak sedikit juga seorang di atas podium mengepal ngepalkan tangannya yang baik sengaja atau tidak maka kepalan tangan itu berbentuk tinju, dan tinju adalah merupakan olahraga keras yang full contex, Tetapi tidak,  saya tidak mampu membayangkan  suasana heroik dan kegagahan seperti itu. Saya harus menerima  kenyataan kesehatan yang menggerogoti tubuh secara alami, karena manusia memiliki kekuatan fisik  berbeda dan sangat terasa di hari tua. Sehingga banyak sekali yang  ingin disampaikan, ingin dituliskan, tetapi harus menerima kenyataan akan ketuaan, kelupaan dan  berbagai keterbatasan lainnya. Sedang apa yang harus dilakukan nanti setelah menuntaskan Revolusi PS ala Bang Zen  adalah sangat banyak sekali. Dibutuhkan mereka yang  l pintar dan jauh lebih cerdas dari para senior pendahulunya. 

Untuk itu maka dibutuhkan para anggota yang rajin rajin naik kelas atau naik tingkat dalam arti yang sebenarnya. Setiap kali kita naik jurus maka otomatis kita naik tingkat, tetapi iu belum melakukan naik yang sebnarnya, karena naik yang sebenarnya adalah harus dilakukan dengan cara menggunakan jurus urus itu sesuai dengan peruntukannya dan berhasil. Ketika kita diajarkan jurus 1 maka sesungguhnya kita menduduki posisi, 1,0  nanti ituakan naik sedikit demi sedikit, 1,1, ketika naik lagi menjadi 1,2  dan seterusnya, hingga 1,9 . Lalu kita naik  ke kelas 2,0 dan seterusnya Harus kembali diigngatkan bahwa naik tingkat dengancara ini adalah dengan menggunakan jurus sesuai dengan peruntukannya. 

Adalah sesuatu yang harus disosialisasikan agar para anggota PS  terbiasa melakukan kenaikan kenaikan kelas seperti tersebut di atas. Yang memang bisa dilakukan secara mandiri dan juga terstruktur. Sosialisasi itu sangat penting bagi kita agar sub sub ilmu yang kita dalami itu bisa lebih total. Kita tidak terhenti 

Selasa, 07 September 2021

ANGGOTA PS HARUS PARIPURNA

UNTUK MENJADI PARIPURNA anggota PS memiliki pengetqahuan dan pngalaman  setidaknya meliputi tiga aspek yaitu aspek Gerak/ jurus PS,  aspek Nafas aspek Aqidah yang sepenuhnya mengacu kepada Kaidah Islamiyah. Ketiga aspek itu harus dialami oleh para anggota PS secara maksimal, karena  setiap anggota PS harus memeraktekkan jurus jurusnya sesuai dengan peruntukannya, dengan mengguanakan  jurus PS maka  sejatinya itu adalah kenaikan tingkat yang sejatinya, karena setiap kali jurus digunakan maka sipengguna akan menerima informasi informasi baru. Karena jurus itu pada hakekatnya informasi, dan  manakala jurus kita gunakan, itu berarti terjadi konfirmasi, dan pada saat konfirmasi itu kita akan mendapatkan informasi informasi baru. Jika jurus tidak digunakan sesuai peruntukannya maka kita tidak melakukan konfirmasi selanjutnya menerima informasi baru, itu yang disebut   dengan bahwa  kita yang tidak menggunakan jurus sesui dengan peruntukannya, pada hakekatnya kita tidak mengalami kenaikan jurus. 

Trilogi jurus PS itu terdiri dari Jurus PS, Nafas Ala PS dan Aqidah PS yang sepenujnya merujuk kepada Aqidah Islamiah, Memang ada kesulitan menjelaskan bagaimana pejelasan tenng nafas dan jurus PS. Tetapi barangkali kita akan mengalami kemudahan ketika diketahui Rasulullag SAW nenganjurkan agar Remaja dan Pemuda diajarkan Olahraga renag, memanah dan berkuda. Sebelum kita bicara lebih lanjut perlu kami sampaikan bahwa jurus jurus PS itu adalah dalam rangka membangun kemampuan kita menciptakan dan kemampuan mempertahankan kemampuan kita untuk bisa menyesuaikan dan mengendalikan kita dan lingkungan kita. 

Ketika kita disarankan untuk berolahraga renang maka yang harus kita siapkan adalah fisik yang prima, kemampuan menggerak kaki dan menggerakkan tangan dan tentu dengan gerakan kaki dan tangan itu, dan tentu ada gerakan lain semisal gerakan leher, bahkan juga kita pindahkan ke kiri dan kekanan, selain itu yang  juga yang sangat penting adalah mengatur pernafasan .  

Ketika kita akan melakukan olahraga memanah jika hanya sekedar ingin melepas anak busur sejauh jauhnya maka yang dibutuhkan selain memiliki keterampilan maka yang dibutuhkan adalah ketenagaan (atau power), tetapi manakala kita ingin memanah sesuai dengan sasaran yang telah ditentuikan maka faktor psikologis juga sangat berperan. Peran psikologis itu sangat erat hubungannya dengan keyakinan dan optimisme, dalam konteks yang lebih luas nanti kita akan tiba pada satu titik kekuasaan, yang maha penentu. 

Ketika kita akan melakukan olahraga menunggang kuda, maka ada perbedaan dengan renang kita berhubungan dengan benda yang "mati" (tanda petik) melainkan benda hidup yang memiliki jiwa, sehingga antara kita dengan kuda harus bisa saling kenal, saling menunjukkan rasa dan keinginan, tetapi secara diam diam pihak manusia selaku penunggang kuda ingin menguasai kuda yang ditunggangi. Tetapi juda juga memiliki rasa. Yang nanti memang harus ada titik temu. Dan tentu saja nanti akan ada mekanisme yang akan menemukan kesesuaian yang dimulai dari kemampuan saling memahami/ mengetahui. 

Itulah sebabnyha saya sering mengutip pendapat pakar kebudayaan Dik Hartoko yang membagi dalam berbudata itu menjadi budaya mitis, budaya ontologis dan budaya fungsional. Jika kita kaitkan dengan bagaimana prilaku kita di PS bila boleh kita bagi tiga macam tingkatan maka kelompok pertama , mitis, adalah mereka yang menggunakan atau memanfaatkan jurus jurus PS, tetapi mereka tak tahu apa sebenarnta yang sedang terjadi dengan jurus jurus itu. Di sebut Ontologis adalah bila anggota PS yang menggunakan jurus jurus PS dan banyak berhasil tetapi dia sendiri tak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Dan disebut tingkat Fungsional manakala memahami apa yang terjadi dan  memahami pula apa yang harus dilakukan, jurus mana saja yang harus digunakan.  Pendekatan dan penggunaan istilah ini belum lazim dalam ilmu PS, tetapi bila kita membagi bagi ragam macam kita DPS bila kita bagi setidaknya bisa kita bagi tiga macam dan bisa juga lebih.

Maka saran kita adalah jadilagh anggota PS yang paripurna, untuk itu maka jurus jurus itu harus kita gunakan sesuai peruntukannya, jurus yang yang kita terima adalah informasi, maka ketika jurus itu kita gunakan sesuai kegunaannya maka disebut konfirmasi, dan pada saat jurus itu kita gunakan maka berarti kita telah melakukan kenaikan jurus karena setelah kita gunakan jurus itu  kita mendapat informasi yang baru. Semakin sering mendapat informasi baru maka semakin terbuka kita mencapai  paripurna.  Wallohu a'lam bishowab.  

ssalamu 'alaikum wr wb. 

Naskah ini saya sampaikan dalam rangka menjawab pertanyaan, maaf saya tak bisa focu, dan naskah ini menjadi melebar, walaupun tidak terjadi bias tampa kontrol. Trims

  

Selasa, 20 Juli 2021

JURUS PS VS KONSPIRASI PANDEMI

 ANGGOTA PS HARUS KEMBALI KE               AL QURAN


ADAKAH VENDEMI 19 ITU,  hampir 99% menyepakati "Yes"  Tetapi jika ditanyakan apakah ada konspirasi dalam vandemi 19 maka merekapun walaupun sebagian malu malu tetapi hati kecil bilang "Yes" banyak juga manusia biasa bukan ilmuan dan bukan peneliti ikut merasakan meningkatnya pengasilan ekonomi keluarganya lantaran kehadiran virus pandemi 19 ini.  mereka itu orang kecil saja, Mereka mereka ini bila dikasih kesempatan merenung secara jernih akan tiba juga pada titik yang mengatakan bahwa konspirasi dalam pandemi 19 ini ada, sengingga wajar saja bila muncul banyak pihak yang mengolok olok bahwa virus corona itu bukan vandemi tetapi plandemi, yaitu memanfaatkan atau mengambil keuntungan secara terencana, dan itulah yang kita maksudkan sebagaio konspirasi. Tetapi justeru pelaku konspirasi adalah pihak yang paling menentangnya dugaan ini.

Adanya konspirasi jahat itu memang sudah menggejala karena dijadikan bahan kampanye dalam  Pilpres Ameruika Serikat karena banyak orang kuat penguasa ekonomi dunia yang sangat berkepentingan siapa yang harus jadi Presiden Amertika demi keberlangsungan berkembangnya bisnis merea yang sejatinya memang mendunia. Banyak perusahaan perusahaan mereka yang membuka ribuan cabang diseantero dunia. 

GUNAKAN JURUS PS DALAM HADAPI PANDEMI COVID 19


 DALA  MASA PANDEMI 19   oleh kawan kawan saya lebih banyak  terseret membicarakannya pandemi 19 ke sisi politik, karena ternyata justeru seolah yang paling berkepentingan sepertinya dunia politik selain ekonomi, dua dunia itu sangat berpotensi  akan mendorong terjadi  kehancuran, atau kerugian, tetapi hal tersebut memang tidak mudah untuk dipahami, kita seerti mengalami kekurangan literasi, selain memang kebiasaan dan kemampuan membaca lemah  dan ini berimbas terhadap kemampuan memproduksi tulisan. Semula kita sangat terlindungi oleh kekuasaan, tetapi justeru belakangan kita semakin menyadari bhwa kekuasaan itu adalah peperangan dan persaingan yang tak kunjung selesai, pada saat itu maka kesejateraan dan kenyamanan masyarakat itu mulai trabaikan, dan ini sangat dirasakan manakala Pilkada, Pemilihan nggota Legislatip dan Pilpres selesai. Mereka akan melanjutkan aktivitas perang perangan lagi.   
Sehingga masyarakat semakin merasakan terombang ambing, sementara mereka sebenarnya membutuhkan tameng yang bisa melindungi diri mereka agar bisa berjalan lempeng dan lurus.  didan tameng akhir dari itu semua kita akan sangat tergantung kepada keberadaan ulama, dan pihak yang memproduk ulama adalah jelas. Padahal seharusnya masakh pandemi  ini sejatinya adalah peluang yang baik untuk memperkenalkan keberadaan Prana Sakti atau aktualisasi dalam pemanfaatan olmu Prana Sakti (PS).

Kelangkaan literasi dalam dunia yang didalami ileh PS ini membuat semua jangankan mereta pihak lain eksternal  pasti akan mengalami kesulitan,  kita yang ada di lingkup internal saja tidak gampang, jangankan menguasainya, untuk memahaminya saja kita butuh pendampingan yang ketat, karena ternyata ilmu PS hanya bisa dikembangkan  dengan kunci yang ketat, yaitu hubungan silaturrahmi antara murid dan guru serta hubungan silaturrahmi anatara senior dan unior. Silakan melakukan  riset mandiri secara pribadi bagaimana nasib perkembangan ilmu PS di tangan para senior dan anggota lainnya yang  yang tak berupaya atau gagal membina hubungan baik dengan Guru Besar dan juga dengan para seniornya. Berdasarkan pengamatan ringan saya mereka umumnya akan sulit mendapatkan kemulyaan dengan ilmu PS. Itu poin yang harus kita pegang secara kokoh. 

Saya ingin memanfaatkan  situasi hari ini kita merayakan Idul Adga atau Idul Qurban. Salah satu intisari dalam Idul Qurban ini ini adalah bahwa untuk mengukur apakah seseorang itu telah benar benar mencintai Allah, maka caranya mudah sekali apakah kita telah mencintai manusia, mereka manusia dan kita manusia, mereka diciptakan oleh Allah dan kita juga diciptakan oleh Allah, mereka akan kembali kepada Allah dan kita juga akan kembali kepada Allah. Salah satu media pelatihannya adalah penyembelihan Qurban di hari Raya Adha ini. Sebelihlah hewaqn Qurban dan kita senang manakala orang orang akan gembira dengan penerimaan hewan Qurban itu. Lalau sedalam apakah kegembiraan kita itu, maka sesungguhnya kita memiliki kemampuan untuk mengikurnya. 

Berkaca kepada keikhlasan dan kegembiraan kita dalam berkurban atau menyebelih Qurban, maka kita harus bersedia mengukur  sebenarnya apah kita memiliki kemampuan membina hubungan baik dengan Guru, apakah kita berhasil membina hubujngan baik dengan para senior kita senior kita, mereka kawan guru, mereka sahabat guru dan seterusnya. Orang lain tidak akan mampu menilainya, tetapi sesungguhnya kita sendiri yang paling mampu mengukurnya secara jujur dan benar. Oleh karena itu maka sejatinya kita pula yang paling tahu bagaimana cara mengobatinya. 

Sungguh ini di luar rencana saya dalam menulis,  dalam menulis sesungguhnya kita memiliki ancang ancang bagaimana cara menyajikan ending tulisan ini, tetapi setelah saya mengikuti alur pemikiran dalam tulisan ini ternyata saya tak memiliki kemampuan untuk mendekati ending  dalam tulisan ini tentu dikarenakan kita menggunakan variabel yang lebih lebar. Tetapi dengan segala keterpaksaan tentu kita harus berusaha keras mendekati ending tulisan ini. 

Ketika saya mencoba menulis Pandemi 19 secara politis tidak akan selesai manakala kita gagal menghapus kecurangan yang kita lakukan dengan sengaja atas persetunuan atau pembiaran antara pebisnis, penguasa dan para intelektual (ulama). Bagaimana menyelesaikan pandemi 19 ini dengan versi Prana Sakti haruslah di mulai dari internal atau pribadi dengan cara gerakan dari trik ptibadi dalam keharusan kita membina hubungan baik kita dengan Guru Besar dan Kita dengan para senior kita.  

Tentu kehebatan para senior kita yang ternyata bergerak meredup dan akhirnya hilang, walaupun semula menunjukkan keberhasilannya dalam ilmu PS ini, setelah kita amati kegagalan mereka ternyata mereka akan kehilangan makna sebuah ilmu ketika mereka gagal membina hubungan baik dengan Guru Besat dan juga gagal memelihara dan membangun hubungan baik dengan para senior, itulah makna yang dapat kita serap dari pelaksanaan pemotongan hewan qurban di Idul Adha.

Yang akan sampai kepada Allah bukanlah darah dan daging qurban yang kita sembelih, tetapi yang akan sampai kepada Allah adalah manakala kita menyembelih Qurban maka kita ingin menggembirakan hati orang lain terutama fakir dan miskin dan juga orang orang disekitar tempat kita akan gembira manakala orang lain akan merasa gembira. Karena bukti Cinta Kepad  Allah yang paling  signivikan adalah rasa cinta kepada manusia. Itu adalah start awal kita dalam upaya untuk bisa memanfaatkan jurus jurus PS untuk mengatasi permasalahan terkait vandemi 19. 

Wallohu a'lam bishowab. 

Senin, 28 Juni 2021

KITA SANGAT MEMBUTUHKAN ULAMA AGAR TAK MERABA-RABA

 
 PADAHAL  PINTU GERBANG TERBUKA LUAS, YAITU AL QURAN

KEMAREN SORE
   datang Sdr Ishak Saleh, Ketua Prana Sakti Lampung, datang ke rumah.  Saya baru saja pulang dari Masjid melaksanakan sholat Ashar dan memang saya pulang lebih awal dari jama'ah lainnya karena saya terasa kurang sehat sudah tiga hari ini saya sering bersin bersin bahkan batuk dan suara saya sedikit agak bindeng menunjukkn saya sedang kurang sehat. Saya memang sengaja datang agak akhir dan saya ambil posisi  di shof  belakang. Dan pulang lebh awal,   Jalanan macet, kata  kata Sdr. Ishak,  saya terlambat ke  masjid, saya mohon izin numpang sholat  disini, kata  Pak Isha, terburu buru. 

Kedatangan Ishaq bersama isteri dan  dua orang anaknya, terbilang  sering mereka datang ke rumah  tetapi kali ini nampaknya kedatangan beliau bersama keluarga menjadi sangat istimwa di mata kmi sekeluarga, karena beliam membawakan untuk saha dan keluarga beberapa botol minuman obt racikan beliau sendiri. Kata beliau racikn ini sudah diujicobakan kepada beberapa orang termasuk diantaranya adalah anggota PS, katanya. Tentu saja racikan beliau langsung saya minum, saya diam diam terkejut karena dua puluhan menit kemudian saya  berkeringat, tetapi saya tidak mnanyakan kepada beliau, karena beliau  keburu membicarakan yang lain, yang nampaknya ini sudah lama menjadi keinginn  beliau untuk membicarakannya. 

Apa kata Pak Ishak  di sore itu kepada saya,  Pak ... kita di PS ini butuh ulama, katanya dengan terbata bata, sepertinya Dia ingin memperbaiki redaksi dan diksi yang Dia gunakan,  seperti khawatir dianggap sok tahu, dan saya mengenal bahwa yang bersangkutan selalu  menghindari agar tak meninggalkan kesan over dan berlebihan ketika membicarakan sesuatu terkait ilmu ke PS-an
Saya mencoba menyusun kalimat kalimat  dari penuturan beliau sehingga menjadi pesan yang utuh dalam konteks  Prana Sakti, karena dalam PS itu ada tingkatan tingkatan, tetapi tingkatan tingkatan itu ternyata tidak selalu setara secara sigivikan. Masih banyak makna tingkatan itu yang  harus dipahami secra lebih cermat, sehingga makna ketinggian tingkatan itu bisa difahami secara pas. 
 
Ada anggota yang tinggi tingkatannya tetapi kurang aktif latihan bersama, walaupun juga sebenarnya ada alasan yang menyebabkannya. Ada juga yang relatif rendah ju rusnya tetapi sejak semula aktif memanfaatkan jurus baik untuk membantu kepentingan sendiri ataupun orang lain, tetapi sayangnya dia mendapatkan kesulitan unruk menceriterakan berbagai pengalaman yang di alaminya terkait jurus,  Ada juga anggota yang sebenarnya banyak pengalamannya tetapi tak suka berkomunikasi dan bahkan tak memiliki aarana untuk berkomunikasi. dan Pak Ishak menegaskan bahwa rata rata kita Pengetahuan Agama kita rendah,

Intipembcaraan dengan Bpak Ishak adalah bahwa di lingkungan PS Lampung sudah banyak anggota yang mengampu jurus yang tinggi, sudah berblang jumlah mereka yang memahamiagama, karena pendidikan resmi yang berhasil diselesaikan, dan sudah banyak anggota PS yang memiliki kemampuan memanfaatkan jurus jurusnya untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi atau dihadapi orang lin. Tetapi masing masing nampaknya merasa kesulitan untuk menceriterakan sesuatu terkait ap yang dilakukannya dan apa yang diketahuinya kepada sesama anggota atau orang lain.   

Dalam pembicaraan yang sangat singkat itu saya berusaha untuk menyimpulkan bahwa sesungguhnya para anggota yang sejatinya  memiliki berbagai kelebihan atau modal  tetapi sekarang ini tak mampu untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para anggota PS baik untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh pribadi masing masing apatah lagi  kepentingan mengatasi  kebtuhan dan permasalahan orang lain. Padahal sesungguhnya Prana Sakti ini oleh Bang Asfan selaku pendirinya, di dengung dengungkan sebagai lembga dakwah, tepatnya dakwah bilhal, action,  untuk melncarkan dan mempermudah ummat dalam memahami Islam smbil melepaskan diri dari segala permasalahan yang dihadapi. 
 Berbagai hal yang harus kita pesiapkan sambil melangkah, karena manakala kita ingin mengembangkan dan memfungsikan Ilmu Prana Sakti ini, maka mau tidak mau harus melalui pintu gerbangnya, yaitu Al Quran, jika tidak maka bukan hanya tak berhasil, tampa Al Quran kita akan tersesat. Diskusi bersama Bapak Ishak, kami akhiri. 

Wallohu a'lam bishowab.  

Minggu, 06 Juni 2021

VOCALPOINT PS HARUS PAKAR AL QURAN.

MASA MENDATANG  generasi PS adalah generasi Qurani, dan di lingkungan PS harus bertaburan para pakar Al Quran dan hadir pula diantaranya vocalpoint yang merupakan pakar al Quran dan sekaligus pakar Prana Sakti, maka pada saat itulah berarti kita memang telah benar benar siap untuk berkomunikasi dengan terbuka tentang PS. Terkait tentang PS vocalpoint kita sanghat piawai menjelaskannya dari sisi apapun dan dalam kontek apapun. Apa modal PS membina Generasi Qurani tentu saja jurus jurus PS yaitu Kasaran, Halusan, Tikahan, Mahdi, Syahbandar dan Payung Rasul. Dengan jurus jurus itu Generasi Qurani PS akan bersaing mencapai prestasi di dunia Ilmu Pengetahuan samai Perdagangan. 

Sebelum kita bicara lebih lanjut ininkan saya memperkenalkan Tante Yurike, beliau kini berusia 80 tahun tinggal seorang diri di Benua Amnerika, beliau lahir dan dibesarkan di keluarga non Muslim, berkeluarga diusia menjelang 50 tahun, dan diusia yang tak muda lagi itu beliau menjadi muallaf dan terlebih dahulu belajar mengaji secara autodidag membaca Al Quran melalaui buku Iqrok 1-6. menjadi muallaf dan sanggup membaca al Quran seperti apa yang didengarnya melalui rekaman rekaman orang mengaji Al Quran yang dengan modal vulsa kita bisa pilih akan mendengar suara siapa siantara qiri dan qori'ah kelas dunia. Memang tak mudah mencari guru mengaji di belahan Amerika di mana Tante Yurike tinggal seorang diri itu.  Saya jumpa beliau di acara Ngaji Bareng Online (NBO) lewat Virtual Zoom Meeting atas vasilitas dari Universitas Nusantara. 

Ya ... tante Yurike saja bisa lancar baca Quran dimulai dari Buku Iqrok 1-6 sampai lancar baca Quran bahkan buku buku Tafsir walaupun tafsir ringan. Maka sangat diyakini sekali bahwa para anggota PS dipastikan akan mampu berhasil melepaskan diri dari ke awaman dalam mengenal Al Quran, dan bahkan diyakini bisa nimbrung dalam diskusi diskusi kecil tentang Al-Quran dan jurus jurus PS.  Maka intensitas diskusi diskusi  yang diselenggarakan oleh PS itulah yang mampu membesarkan para anggota PS sehingga memiliki kesanggupan untuk berkomunikasi secara terbuka. Dan dalam waktu bersamaan itu berarti kita juga sedang berusaha membesarkan para senior yang  berpotensi untuk menjadi   vocalpoint PS, peluang untuk menjadi vocalpoint itu dibuka selebar lebarnya ketika ditetapkan bahwa Guru Besar PS yang sejatinya adalah Al Quran, dan yang sejatinya naik jurus itu adalah ketika seseorang atau kelompok orang menggunakan jurus PS sesuai peruntukannya, karena pada saat itu pelung menerima informasi yang baru. Dan dengan demikian maka sejatinya pula PS ini hanya bisa dikembangkan adalah sejalan dengan meningkatnya pemahaman para anggota dengan Al-Quran. 

Wallohu a'lam bishowab. Ass. WW.


Selasa, 01 Juni 2021

PRANA SAKTI BUTUH VOCAL POINT

Oleh Fachruddin

SAYA TIDAK  merasa yakin tulisan ini akan dibaca oleh oleh para anggota Prana Sakti karena sepengetahuan saya  tidak gampang di lingkungan kelompok ini seseorang menjadi berani menulis secara bebas, karena dalam waktu yang bersamaan sepertinya tidaklah yakin seseorang itu bisa mempertahankan, apa yang dirasa, apa yang dilihat, apatah lagi sekedar mndengarakan menjadi kebenaran mutlak yang tak akan mengalami perubahan, seperti abadi. Karena bisa jadi apa yang dirasakan sekarang. apa yang dikatakan sekarang dan apalagi yang didengar sekarang, akan itu pula keadaannya sebagai jawaban tas pertanyaan yang akan dan telah muncul.  Pranaaakti adalah sejatinya adalah sebuah ilmu yang bertahap' di mana pengampu ilmu ini akan mendapatkan kenaikan jurus yang sebenarnya, adalah sejatinya manakala yang bersangkutan telah memeraktekkannya, dan berhasil mencapai seperti peruntukannya yang diinformasikan, jurus adalah informasi, ketika digunakan adalah sebagai konfirmasi, ketika dia berhasil maka berari  yuang bersangkutan sedang mendapatkan inrnasi baru, dan informasi itu kenaikan tingkat yang sebenarnya. 

Dalam proses itulah nantinya seseorang akan dihantar oleh jurus jurus PS untuk bisa beralih dari posisi yang mitis yang bisa beralih ke ontologis (siap tahu) dalam rangka secepatnya seseorang bisa naik ke fungsional. Tentu adalah erjalanan panjang manakala seseorang menapaki jurus jurus PS ini bisa mrncapai fungsional, Pada saat itu bukan hanya sekedar siap tahu tetapi benar benar mampu melaksanakan funghsi fungsi jurus itu. 

Jurus jurus PS itu secara formal memang terdiri dari Kasaran 10 jurus, Halusan, Tikahan, Mahdi, Syahbandar dan Payung Rasul. Jusur Kasaran itu jurus dasar PS. di mana semua tingkatan itu  akan terkait dengan jurus kasaran itu, karena jurus jurus yang lebih tinggi merupakan gabungan  gabungan dari jurus jurus itu. Di mana masing masing masing gabungan jurus itu akan menghasilkan peruntukan peruntukan tertentu, dan  ketinggian jurus akan membantu para anggota memiliki wawawasan dalam pejelajahan lingkup jangkawan jurus jurus itu, yang bisa ditempuh dengan cara kenaikan jurus. 

Kenaikan jurus secara formal administratif ditandai dengan kemahiran dan kesempurnaan melakukan jurus setelah seringkalinya melakukan pengulangan dalam berkatih jurus sehingga secara fisik anggota bersagkutan dapat melaksanakan jurus itu secara sesempurna mungkin. Memang ada tiga aspek jurus yang diajarkan Prana Sakti kepada bara anggotanya (1) gerak dan jurus, (2) olah dan sitem pernafasan (3) aqidah dan kaidah yang sepenuhnya mengacu kepada ajaran Islam. 

Menurut pengamatan saya termasuk jarang bisa ditemukan seorang anggota yang menguasai segala aspek dari Prana Sakti. Dan itu merupakan kesulitan tersendiri bagi kita untuk memilih agar seseorang bisa dipilih sebagai vocal point PS. Syaratnya selain memiliki kemampuan menjelaskan dari ketiga aspek pokok itu maka dia juga bisa berkomunikasi dengan baik, atau setiap saat bisa dicari tulisannya,  yang juga meliputi ketiga aspek pokok yang sering saya katan variabel dam meneliti dan mempelajari PS, tulisan dia adalah sekumpulan tulisan yang memiliki potensi dalam menjawab berbagai pertanyaan bagi anggota dan bagi mereka yang sedang meneliti tentang PS. 

Maka gambaran yang ada sama kita adalah demikian sulit dan beratnya untuk memenuhi persyaratan menjadi seseorang itu mencapai kepantasan untuk menjadi seorang vocalpoint PS. Dibutuhkan sederet buku buku literatur yang telkah dibacanya, atau setidaknya diketahui isinya, mungkin  pernah membaca timbangan resensi buku itu, atau sangat mengenal karakter sipenulis dari beberapa buah buku yang pernah ditulisnya sehingga bisa dengan mudah dia mencari pokok Masalah dalam buku itu, apalagi buku itu mencantumkan serentetan daftar istilah. 

Sebagaimana kita ketahui bila seseorang akan mendaftar masuk sebuah Proram S3 di suatu Perguruan Tinggi, maka disarankan untuk merencanakan Sebuah Judul Disertasi, dan untuk menulis/ meneliti dengan judul Disertasi itu, yang bersangkutan harus melengkapi daftar literatur bacaan yang akan digunkan sebagai modal awal dalam menulis dan meneliti. Semakin terkenal Fakultas dan PT yang bersangkutan maka semakin banyak daftar literatur yang dicantumkan. Yang kontennya sangat mendukung dan terkaiot dengan judul yang akan diteliti. Dan biasanya 30% dari  daftar literatur itu adalah bahasa asing.  Dan dari daftrar buku itu di PT tertentu dibatasi  hanya buku buku yang diterbitkan paling lama dua puluh tahun lalu atau lebih cepat, dan juga si penulis buku harus bergelar S3 / doktor. atau setingkat. 

Pengurus harus merumuskan kreteria sebagai vocalpoint PS, tetau harus dengan mempertimbangkan tingkat kemajuan yang harus dicapai PS dan para atau seorang vocalpoint  dalam PS. Jang diberat beratkan, tetapi jangan sengaja di ringan ringankan. Ambil contoh gelar Gus atau Den Bagus di Pesantren, Yang diberikan gelar Gus itu adalah seorang Santri yang telah melalui pengujian panjang, biasanya seorang ustad mengajukan pertanyaan kepada para santri akan konten ayat, atau konten hadits, kadang kadang pura pura lupa dan siapa yang palimh sering membantu mengingatkan adalah calon atau santri yang mendapatkan gelar Gus tadi, Tetapi tentu saja antara Pondok Pesantren yang lazim memilih Gus dengan Prana Sakti butuh Vocalpoint adalah dibedakan oleh bagbai aspek yang membedakannya. 

Ini sebuah pemikiran yang juga belum tentu sepenuhnya benar.

Wallohu a'lam bishowab.     


Catatan Kaki  (catatan kaki ini kami rencanakan akan dilengkapi)

1. Fachruddin, Anggota Prana Sakti Tinggal di Lampung, masuk ke Prana Sakti via Cabang Lampung tahun dalam usia yang tidak muda lagi, serta kondisi yang terbilang tidak selalu prima

Rabu, 05 Mei 2021

BANGUNLAH MASYARAKAY DENAGAN BUDAYA SENDIRI


KAMI BISIKKAN  kepada Bang Asfan ada salam dari Rektor IAIN Rd. Intan B. Lampung  (kelak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) RadenIntan Bandal Lampung) Pak Rektor mempersilakan kepada  PS Lampung menggunakan Aula untuk asaca Penutupan Penermaan Anggota Baru. Saya sudah lama tahu siapa Bang Asfan kata Pak Rektor, mudah sekali untuk menanyakan siapa beliau, demikain ujar Pak Rektor. Mendapat laporan itu dari kami Bang Asfan tertawa renah. Malam itu Bang Asfan menyampaikan ceramah. Allah itu menjadikan manusia dalam banyak perbedaan ragamnya untuk bisa saling mengenal antar satu dengan yang lain dan sebaik baik manusia adalah mereka yang takwa. Demikian kalimat awal beliau dalam menyampaikan ceramahnya di acara itu.  

Islam itu memang turun di Arab dan alquran menggunakan bahasa Arab dan Islam berkat rahmat Allah samapi ke Indoneia disampaikan oleh para dai baik mereka yang datang dari Arab, tetapi sejak awal para dai yang berasal dari tamnah Arab sekalipum  tidak mewajibkan ummat memakai pakaian dan memakan makanan yang lazim dipakai dan dimakan oleh masyaakat Aeab. Kecuali memang mereka suka. Dan yang ada dalam pikirabn  Bang Asfan itu adalah bagaimajna karakter dan sikapo serta semangat para ummat Islam pada saat mereka mampu menccapai  angka 99 persen penduduk serta 80 persen ummat Islam memalikiki kemampuan membanaca hurup hijaiyah pada saat penduduk Indonesiua   sebanyak 90 persen butaaksara atau buta huruf. Maka yang dimaksyd oleh Bang Asfan adalah sikap dan budatya serta semangat jaung sperti itu. 

Tentu saja Bang Asfan membutuhkan waktu panjang untuk menjelaskan gagasannya, serta  menindentifikasi sejumlah fariabel fariabel pokok, lalu menghubungkan fariabel yanbf satu dengan yang lain dan pula harus dikaitkan jurus jurus PS baik gerak dan jurusnya, sistem pernafasannya serta arti dari ikrar ikrar Prana sakti dan banyak lagi yang lainnya.  Memang pada saat itu Bang Asfan membutuhkan sekian banyak pemikir pemikir muda, dan memang tidak mudah  menciptakan  atau mencetak para anggota anggotanya ubtuik mengimbangi pemikiran beliau yang selain ditempa di HMI beliau juga ditempa pada saat aktip memimpin Lasykar Aris Margono pada saat Aktif di KAMI KAPI .

Dibutuhkan banyak corong sebagai vokal pointnya. Namun  seirama dengan perjalanan waktu, kita haruis memiliki keyakinan bahwa upaya mencerak kader bangsa yang memiliki sikap serta budaya dan semangat yang dimiliki oleh para kader yang mampu menghantar masyarakat masyarakat muslim mencapai 99 persen serta mampu mencapai 80 pesen bisa membaca al-Quran justeru pada saat 80 persent penduduk Indonesia mnengalami buta huruf. Itu sangat bisa manakala kita mendapatkan berkah dari Allah SWT. 

Wallohui a'lam bishowab.        

Kamis, 26 November 2020

REVOLUSI BANG ZEN LEBIH BERAT ?

 
 
MENULISLAH TERUS kata Bang Zen didepan seorang senior PS Palembang Datuk Soda,  saya tau tidak banyak yang mau menulis tentang PS, bang Zen benar, di lingkungan PS ini tidak kurang kurangnya anggota yang pintar dan memiliki ilmu yang luas, tetapi mereka tak mau bicara dan menulis yang pembicaraanya dhadapkan langsung ke masyarakat luas, sehingga oertanyaan orang luarpun banyak ditanyakan langsung kepoada saya kata Bang Zen, mestinmya dari para anggota cukup untuk menjawab berbagai pertanyaan publik. Hal itu diucapkan langsung oleh Bang Zen ketika sedang berada di Lampung, dihadapan Bapak Anto, Yusuf dan Iashak Saleh.  Mendengar perkataan itu saya tak menjawab, Iya atau Tidak, bukan tak ingin menulis, bukan tak mau menulis, Tetapi saya ingin menulis tidak dalam suasana sedang diserang oleh kawan kawa, sedang dikritik atau dievaluasi.    

Jika kita menulis atau bicara ketika kita sedang diserang maka besar kemungkinannya kita kan membela diri, dan pada saat kita akan membela diri maka  sangat besar kemungkinannya akan berfikir subjektif, dan pada saat kita bersikap subjektif itu maka bisa saja kita menyembunyikan sesuatu atau justeru menonjol nonjolkan sesuatu dengan maksud yang lain, yaitu untk mngambil suatu keuntungan dari yang ditonol tonjolkan itu.  Dan pada posisi sulit maka seseorang itu banyak yang suka menampilkan ayat ayat yang mutasyabihat, interpreter, tetapoi cenderung diterjemahkan atau diartikan sesuai dengan kepentingan sesaat yang juga dianggap menguntungkan. 

Itulah sebabnya dalam hadits disebutkan larangan, atau diharamkan seorang hakim, menjatuhkan hukuman disaat Ia sedang marah. dahulu pada saat sedang terjadi peperangan, seorang sahabat berhadapan satu lawan satu, tiba tiba dalam duel itu sang musuh meludahi wajah sahabat tadi, sag musuh benar denar dalam keadaan terdesak, sehabat tadi telah menghunus pedang untuk mengakhiri duel itu, tetapi buru buru sahabat tadi menyarungkan pedangnya, setelah ludah simusuh mengenai wajahnya. Mereka yang lain bertanya mengapa Iya melakukan itu. Sahabat menjawab ... Aku berperang karena Allah,  maka kalaupun aku membunuh adalah karena Allah, tetapi  musuh meludahi wajahku dan aku marah, jika pada saat itu aku membunuh, itu bukan lagi karena Allah, tetapi aku membunuh karena marah akibat diludahi wajahku. Itulah sebabnya maka pedang disarungkannya, dan sang musuh yang tak berdaya dutinggalkannya begitu saja. 

Revolusi Bang Zen menurut pendapatku adalah sangat berat, siapapun yang akan menuliskannya, maka tulislah ketika hati kita sedang bersih. Alur pemikiran revolusi Bang Zen, di mulai dari Ikrar PS, ikrar itu harus di ucapkan dengan lisan, tetapi Ia harus mewarnai pikiran, baik akal mapun perasaan,  bahkan hati. Tetapi itu saja tentu tidak cukup, ikrar itu memang harus dilaksanakan oleh tangan, tetapi tangan bisa bekerja manakala di topang oleh kedua kaki yang kokoh, Bang zen meminjam istilah cipta, rasa dan karsa, sehingga tangan mampu mencitakan atau menterjemahkan apa yang ada dalam pikiran, perasaan dan hatinya.  Revolusi Bang Zen sungguh luar biasa. 

Wallohu a'lam bishowab.

 

Selasa, 24 November 2020

ULASLAH REVOLUSI CIPTAAN BANG ZEN WALAUPUN SEKILAS.

FACHRUDDIN
SEORANG KARIB ANGGOTA PS     yang sudah tak pernah lagi datang latihan bersama karena usia yang uzur, tetapi dia masih suka dikirimi tulisan tulisan  dan youtube tentang PS, dan yang bersangkutan mengaku membaca dan memutar youtube berulang ulang, sebelum iya kehilangan dan kesulitan mencari chanel yang memuat youtube trersebut. Himbawan itu membuat saya terenyuh. Dia berbeda sekali dengan sejumlah anggota PS yang sangat menghindari membaca tulisan saya dan memutar youtube saya, saya bahkan berharap tulisan saya dan youtube saya itu tak diketemukan oleh para senior PS hanya dengan alasan agar tak dibuly oleh para senior. Saya selalu mengatakan kepada mereka bahwa apa yang saya tulis dan apa yang saya katakan semuanya adalah tanggung jawab saya secara pribadi baik kepada Guru Besar maupun Kepada Allah. SWT. 

Saya sangat menyadari bahwa apa yang saya tulis dan apa yang saya ucapkan tentang PS itu hanya sebatas apa yang saya bisa saya pahami, selaku manusia memang saya berjanji dalam hati untuk tidak memperturutkan hawa nafsu saya dalam menulis. Saya hanya ingin membuat sebuah mata rantai terhadap Ilmu PS ini agar didapatkan tulisan, serta kata akata dan bahkan mungkin gambar, atau sesuatu yang mampu menggambarkan. Saya sadar se sadar sadarnya bahwa saya bukan ulama, ahli agama. Hanya saja sebagai seseorang yang pernah ditugaskan di Dinas tempat saya bekerja sebagai tenaga peneliti  kebudayaan daerah selama 13 tahun. Sehingga saya memiliki semangat menulis hingga hari tua. Itu saja, Semangat.  

Tak pernah saya bertanya prihal PS ini kepada Bang Asfan almarhum, juga  kepada Bang Zen. Tetapi di lain pihak saya sangat menyimak apa yang mereka berdua ujarkan didepan saya, selama ini tak pernah saya membantah atau menolak apa yang mereka katakan, jika ada sesuatu meragukan saya, dari apa yang dikatakannya, maka tugas saya adalah mencari jawabannya daru sumber bacaan yang saya miliki. Dari ucapan keduanya muncul kata kata 'cobalah menulis lagi tentang PS' 

Untuk menghargai Saudara tua tadi baiklah saya akan menulis mungkin dua alenia. Bang Asfan itu telah menciptakan tiga revolusi dalam PS, revolusi itu bukan perubahan diaketral, tetapi menegasan atau menggaris bawahi. (1) Revolusi pertama adalah membuka latihan di Cabang atau daerah daerah, termasiuk Lampung, dengan sejumlah perubahan yang ekstrim, (2) Revolusi yang kedua adalah pernyataan bahwa Guru Besar PS yang sebenarnya adalah Al-Quran, (3) Revolusi yang ketiga adalah Upaya Mempertajam Gerak Sosial dengan jurus jurius PS, itu dicanangkan oleh Bang Asfan sepulang dari melaksanakan Ibadah Haji, (4) Revolusi yang diciptakan oleh Bang Zen, langkah terakhir menuju Allah, digandeng dengan mengalirkan Ikrar PS melalui kedua belah tangan  melalui cipta, rasa dan karsa. 

Dari Empat Revolusi ini baru saya ulas revolusi satu dan dua, revolusi dua membutuhkan waktu yang panjang sekali, demikian juga revolusi tiga, dan akan lebih panjang lagi untuk menjelaskan revolusi empat. Saya sendiri akan mengalami kesulitan untuk menuntaskan kajian ini, dan juga mungkin saya ragu, atau kurang yakin, terkait dengan usia dan kesehatan saya, semakin tua usia saya semakin lambat saya membaca dan menulis. Saya hanya meminta bantuan doa saja, karena tugas ini terlampau berat. Sekali lagi saya peringatkan, saya hanya membuat satu mata rantai saja untuk ilmu PS, mungkin mata rantai yang paling lemah dan dan rawan putus. 

Wallohu a'lam bishowab.    

Sabtu, 14 November 2020

JUMPA PELOPOR HAFIZ QURAN

SABTU 14 NOVEMBER 2020 saya catat sebagai hari penting saya karena saya jumpa dengan seorang yang menjadi pelopor penghargaan terhadap mereka yang mencapai keberhasilan hapal Quran atau hafiz Quran. Jabatannya adalah seorang Rektor di suatu Universitas Negeri yang meminta idzin Kepada Menteri Pendidikan untuk Menerima Mahasiswa Baru secara gratis melalui jalur Hafiz Al Quran. Seorang calon mahasiswa yang hafis Al-Quran dan mampu menunukkan ijazah atau sertifikate Hafiz al Quran, serta melalui test confirmasi atas kualitas kehapalannya oleh Panitia yang ditunjuk  oleh Universitas yang bersangkutan. 

Walaupun perjumpaan hanya lewat Pertemuan virtual lewat Zoom Meeting,  dan sayapun tak lebih dari sebagai seorang anggota belaka. Karena grup yang saya ikuti itu ternyata grup milik atau difasilitasi oleh sebuah Perguruan Tinggi Swasta, banyakj diantara mereka itu adalah para dosen, dan sejumlah praktisi, baik yang sedang aktif maupun mereka yang sudah menyerahkan usaha yang semula dikelolanya langsung, kini sudah diteruskan oleh mereka yang dipercayai. Mereka itu pada umumnya adalah sempat dididik bahkan mereka juga menjadi narasumber pendidikan motivasi. Maka wajarlah bila pelopor grup ini sesungguhnya semula di dominasi oleh mereka yang telah membhukukan sejumlah prestasi. Tetapi gerup ini telah berkembang. Pada saya masuk sempat dijelaskan  bahwa mereka yang menjadi pelopor hanya sekitar 20%, SEDANG YANG 80% adalah mereka yang diajak oleh, kawan dan kawannya kawan, dan seterusnya. 

Yang paling menarik adalah seusai melaksanakan pengajian bersama, sifatnya tadabbur Al-Quran Tahlili, dilanjutkan dengan penampilan narasumber tamu. Maka dalam ceritera di atas maka narasumber tamu yang saya maksud bernama Prov. Dr. Ravik Karsidi, beliau termasuk Rektor yang menjadi pejuang yang mengupayakan Penerimaan Mahasiswa Baru jalur Hafiz Quran. Jika tak salah simak maka di awal awalnya haya ada 10 Universitas Negeri yang melaksanakannya. Tentu kesemuanya menerima kritikan pedas, dan sudah barang tentu banyak didapatkan kata kata yang tentu saja tak nyaman untuk diingat ingat. 

Tetapi dengam satu keyakinan bahwa hafiz Quran itu akan mendatangkan berkah bukan saja bagi kedua orang tua, dan keluyarga serta sanak kadang yang mendukuing dan bersimpati, juga bagi Perguruan Tinggi bahkan juga bagi ummat, bansa dan Negara. Maka itu semua diusung dengan sukarela. Tak sedikitpun ada sesalan di hati Sang matan Rektor ini dari kata kata yang terlontar, tak ada kata kata yang diucapkan oleh sahabat sahabatnya sebagai tanda menolak atau tak sejalan. Dirasakan oleh Sang mantan rektor senagai sesuatu proses yang wajar saja dalam menuju kesempuranaan dan Ridho Ilahi. 

Rabu, 04 November 2020

SUASANA HEROIK DI AWAL BERDIRI

Mildra Fauzi

Jangankan 3 Ulama, 10 Ulama sekalupunpun anda sebut tapi kalo TIDAK ADA DALILNYA DI ALQUR'AN, PERCUMA ANDA BAWA2 NAMA ULAMA UTK MENG-ISLAM2KAN ILMU YG BUKAN DARI SYARIAT AGAMA ISLAM !!!. Anda sebut "guru besar ps adalah Alqur'an, jurus ps adalah Sholat, ilmu tenaga dalam ps adalah "Islamisasi". Sebagai UMAT ISLAM sy mau bertanya lg Pertanyaan YG TIDAK BISA ANDA JAWAB SAMPAI SEKARANG : 1. Sebagai Guru Besar (kata anda) SURAT APA & AYAT BERAPA ALQUR'AN MENGAJARJAN/MENJELASKAN ilmu tenaga dalam prana sakti ? 2. Sebagai Guru Besar (kata anda) SURAT APA & AYAT BERAPA ALQUR'AN MENYEBUT SHOLAT adalah jurus prana sakti ? 3. Sebagai Guru Besar (kata anda) SURAT APA & AYAT BERAPA ALQUR'AN/TUNTUNAN RASUL YG MENGAJARKAN BISA MENG-ISLAMKAN ILMU YG BUKAN BERASAL DARI SYARIAT ISLAM (Ilmu yg berasal dari ritual agama lain) ? Sepertinya anda TERTEKAN SEKALI dengan 3 pertanyaan ini 😁
Pertanyaan  dari Milra Fauzi, sebagai Respon
Youitube no 49 Mau Mencapai Ulil  Albaab  Sempurnakan Jurusmu.
Tetapi sebelumnya memang beliau telahmelakukan penyerangan yang
membuat saya patah selera. Karena saya tak menemujkan kebaikan di sana. 


                         2. HILANGKAN RASA TAKUT DAN RENDAH DIRI

 

BANG ASFAN  selaku pendiri Prana Sakti (PS)  bersemangat mendirikan Organisasi Beladiri Islam adalah karena rasa iba beliau yang teramat sangat terhadap sejumlah ummat Islam manakala di datangi aparat, pemuda dan mahasiswa selalu bersikap menunduk menunjukkan rasa ketakutan yang amat sangat, atas hasil survey pengawasan beliau selaku tokoh Pemuda di Kota Yogyakarta menemukan jawaban yang sangat memelaskan.  Mereka adalah penduduk suatu daerah yang dahulu merupakan basis Partai Komunis Indonesia (PKI) bertahun tahun mereka berada dalam tekanan politik yang terkenal kejam dan tak berprikemanusiaan, pada saat itu bertahun tahun mereka berada dibawah tekanan Politik PKI dan pada saat itu mereka benar benar kehilangan hak civics . Bukan hanya sekedar hinaan dan cacian, tetapi mereka juga mengalami tekanan mental dan tekanan fisik. Bemar benar merekaq kehilamngan rasa terlindungi selaku Warganegara. Pada saat berceritera Bang Asfan tak menyebutkan nama itu, tetapi sayapun tak memiliki keberanian untuk menanyakannya. Tetapi yang dijelaskan oleh Bang Asfan, daerrah dan masyarakat yang mengalami nasib buruk sepertyi di sekitar Yogyakarta cukup banyak. Ituylah salah satu motivasi Bang Asfanuddin Panjaitan mencari dan mendalami Ilmu yang memiliki kemampuan untuk dijadikan prisai diri bagi mereka yang telah kehilangan hak civicnya tampa ada pihak yang mengulurkan tangan. Sang Asfan muda ini ingin tampil sebagai penolongnya. 

Ketika PKI dibubarkan, sejumlah tokoh di desa sekitar situ ditangkap, dan sejumlah tokoh lainnya  di wajibkan mengikuti pembinaan yang diselenggrakan Pemerintah, para anggopta PKI dalam kesehariannya terduduk lesu bak orang bersalah. Mereka dianggap sebagai wearga masyarakat yang tak bersih lingkungan. Mereka tertunduk lesu, tetapi herannya mereka sebagai warga penganut Islam yang dicaci maki pada era kejayaan PKI tak berarti ceria disaat wargha PKI di gulung, oleh KAMI KAPPI dan sejumlah ormas lainnya. Tetapi para ummat Islam di daerah tersebut seperti tak memiliki cukup alasan untuk  berdiri sama tinggi dan duduk sma rendah. Asfanuddin Panjaitan yang menjadi Ketua Lasykar Aris Margono  deengan Baju Loreng  dan dihiasi  Wing Terjun berbentuk setangkai daun itu  seperti tak mampu, mewngajak warga Muslim memandang masa depan yang optimistis. 

Setelah sejumlah kawan kawannya dahulu yang sempat menjadi Pendamping dan Pembantu Ketika Bang Asfanuddin Panjaitan  menduduki berbagai Jabatan baik di Pemerintahan dan DPR dan DPRD, sering mereka duduk duduk berkumpul dengan segala kenyamanan mereka dengan berbagai jabatan, tetapi dikumpulan itu ternyata tak hadir seseorang yang bernama Asfanuddin Panjaitan, yang dahulu mereka banggakan sebagai Ketua Lasykar Aris Margono, dan Ketua Badko HMI Yogyakarta. Dua jabatan yang dahulu dipangku dengan segala Kehormatan. Dengan baju itu Asfanuddin dahulu duduk sejajar  di barisan terdepan dengan dengan pejabat Daerah dan Pusat. Hal inilah yang membuat sahabat sahabatnya merasa minder kepada Asfanuddin, yang menolak berbagai tawaran dsari sejumlah teman temannya yang menduduki jabatan penting sat itu. 

Asfanuddin panjaitan lebih cinta kepada adik adiknya, dan masyarakat yang sejak dahulu sudah dibelanya, tetapi hingga sekarang masih belum hidup secara merdeka akibat tekanan politik PKI yang terjauh dari nilai nuilai manusiawi. Dia harus memiliki ilmu dan ilmu itu akan diwariskannya kepada generasi Penerus, agar tidak ada lagi ummat Islam yang kehilangan hak civics, merasa takut dan meliki sedikit keberanian, seperti tak tahu akan bagaimana ditengah tengah hempasan kemiskinan tak juga mereda. 

Iya Prana Sakti pikir Bang Asfan, ilmu Prana Sakti harus diwariskan kepada ummat Islam.     

TEPATKAH PRANA SAKTI DIJADIKAN MEDIA DAKWAH.

Mildra Fauzi

Jangankan 3 Ulama, 10 Ulama sekalupunpun anda sebut tapi kalo TIDAK ADA DALILNYA DI ALQUR'AN, PERCUMA ANDA BAWA2 NAMA ULAMA UTK MENG-ISLAM2KAN ILMU YG BUKAN DARI SYARIAT AGAMA ISLAM !!!. Anda sebut "guru besar ps adalah Alqur'an, jurus ps adalah Sholat, ilmu tenaga dalam ps adalah "Islamisasi". Sebagai UMAT ISLAM sy mau bertanya lg Pertanyaan YG TIDAK BISA ANDA JAWAB SAMPAI SEKARANG : 1. Sebagai Guru Besar (kata anda) SURAT APA & AYAT BERAPA ALQUR'AN MENGAJARJAN/MENJELASKAN ilmu tenaga dalam prana sakti ? 2. Sebagai Guru Besar (kata anda) SURAT APA & AYAT BERAPA ALQUR'AN MENYEBUT SHOLAT adalah jurus prana sakti ? 3. Sebagai Guru Besar (kata anda) SURAT APA & AYAT BERAPA ALQUR'AN/TUNTUNAN RASUL YG MENGAJARKAN BISA MENG-ISLAMKAN ILMU YG BUKAN BERASAL DARI SYARIAT ISLAM (Ilmu yg berasal dari ritual agama lain) ? Sepertinya anda TERTEKAN SEKALI dengan 3 pertanyaan ini 😁
Pertanyaan  dari Milra Fauzi, sebagai Respon
Youitube no 49 Mau Mencapai Ulil  Albaab  Sempurnakan Jurusmu.
Tetapi sebelumnya memang beliau telahmelakukan penyerangan yang
membuat saya patah selera. Karena saya tak menemujkan kebaikan di sana. 
 
 
                                          1.  SEBUAH GAMBARAN AWAL 

Assalamu'alaikum  Wr Wb.  

INI SEBUAH JAWABAN yang dalam hati kecil saya ini tidak serius. apalagi pertanyaan ini sifatnya menyerang bukan ingin bertanya. Semula saya terkejut mengapa orang ini kok seperti bermusuhan, sementara kami baru berjumpa ketika beliau mengajukan pertanyaan itu, karena menang saya sudang mengejar waktu untuk menulis beberapa hal tebntang Prana Sakti sebagi upaya memenuhi target  target saya, semula saya nebargetkan 70 youtube dan sekitar lima ratusan tulisan dan sekitar 200-an tulisan di Blog ini. dan ada tiga ratusan tulisan sebelumnya di Blog lain.  Tetapi blog ini sajadikan sejatinya bukan hanya memuat tulisan saya tentang Prana Sakti, tetapi ada juga tentang Piil Pesenggiri, tentang Tibbul Qulub, dan sedikit tentang Ipoleksesbudag. Tetapi karena pembicaraan tentang Prana Sakti saya maksudkan sebagaio salaha satu langkah pelaksanaan dakwah maka saya tidak  keberatan dibaca oleh lain komunitasd saya di luat komunitas Prana Sakti. 

Kita mulai poembicaraan kita mualai dari Muslim Indonesia sebelum Kemerdekaan. Sebelum Kemerdekaan sudah mencapai 90% sari penduduk, ketercapaian angka ini tidak terlepas dari keberhasilan pelaksanaan dsakwah. Lalu dakwah yang bagaimana yang diselenggarakan hingga mencapai hasil demikian maksimal. Dahulu seorang dai itu memenuhi tiga kreteria, pertama memahami tentang Keislaman, mereka benar benar belajar secara serius di Pusat Keislaman yitu Makkah dan Madinah di berbagai Pusat Pendidikan Islam. Kreteria kedua adalah bahwa seorang dai adalah seorang yang berhasil dalam berniaga, sehingga semua biaya untuk dakwah bisa ditanggung sepenuhnya oleh usaha niaga itu, ketiga adalah memahami dunia  obat obatan tradisional,  Seorang dai pada saat itu umumnya adalah juga bertindak sebagai seorang tabib, memahami obat obatan, yang dirami dari hasil tanam tumbhuh yang mudah didapatkan diskitar tempat tinggal penduduk,  ahli penanganan sakit patah tulang dan semacamnya, selain itu para dai adalah ahli bela diri. Di mana tak jarang Sang dai dutengah malam buta disaat orang sedang tertidur Sang dai justeru menemui orang orang yang dikenakl sebagai penghambat dakwah, ibadah dan tarbiyah Islam. Banyak perusuh perusuh yang tiba tiba bergabung sebagai jana'ah binaan Sang da'i, tampa seorangpun yang tahu, sehingga yang bersangkutan tak kehilangan kehormatan. 

Di masa Rasul akan lebih sulit lagi, selama tiga tahun Rasulullah melaksanakan dakwah diam diam, sampai ada sejumlah anggota baru, mereka adalah orang kaya, dan orang berani yang memiliki kemampuan bela diri yang benar benar pilih tanding. Gigi geraham Rasulullash SAW mengalami patah, seharusnya itu sudah cukup bahwa ummat Islam harus mampu memperisai diri. Memang tercata sejumlah peperangan yang diikuyti Muhammad Rasulullah SAW sehingga beliau tercatat sebagai Rasul yang terpaksa memanggul senjata. Banyak ummat Islam yang berusaha membeli dan memiliki baju perang. 

Tetapi baju perang saja dan peralatan perang lainnya, tentu tak cukup. Ummat Islam harus memiliki fisik dan mental yang kooh. Maka Rasil menganjurkan agar para pemuda memiliki keahlian dalam memanah dan keahlian menunggang kuda. Tidaklah perlu kita uraikan secara panjang lebar, maka bila kita akan belajar olahraga memanah, maka ada tiga pokok yang harus kita perkuat,  yaitu kekuatan kedua kaki kita, kedua adalah kekuatan kewdua tangan kita. Kaki dan tangan itu merupakan sesuatu memiliki kelincahan  serta kekuatan yang benar benar prima, selain kedua hal tersebut, maka yang ketiga adalah kekuatan dan kesempurnaan dalam mengatur pernafan, karena itu semua akan sangt membantu kualitas kecepatan anak panah serta konsitensi arah perjalanan busur.  Bagi para anggota Prana  Sakti saya yakin mengapa bentuk bentuk jurus PS itu seperti itu.  Ada gerakan kaki, ada gerakan tangan dan upaya pengaturan nafas yang mana yang prima. 

Olahraga lainnya adalah olahraga berkuda, selain seseorang harus memiliki kekuatan dan kelincahan di kaki, tangan dan benarnya penegelolaan pernafasan. maka seseorang harus benar benar memahami bagaimana agar memiliki sensitivitas kejiwaan. Banyak orang yang mengatakannya harus memiliki kemampuan penggunaan tenaga dalam yang sangat berkaitan dengan kejiwaan. Bagaimana caranya agar sipenunggang kuda berhasiul membina komunikasi yang bagus dan bahkan berhasil menyampaikan printah melalui sinyal sinyal yang bisa menimbulkan pemahaman berdua secara sama sama. Dari uraian dinatas maka bisa disimpulkan bahwa dalam dunia Islam olahraga bela diri itu dibituhkan, dan sudah terjadi sejak zaman Rasul. 

Tetapi satu hal yang harus menjadi catatan kita, yaitu bahwa dari sejumlah peperangan yang diikuti oleh Rasulullah dan para sahabat yang dikenal sebagai 'aalim billah dan ahlul ibadah ('aabid) itu justeru ribuan tulisan yang berisikan kisah kisah teladan, keteladanan yang dilakukan oleh Muhammad SAW dan para sahabat atau tabiin, dan bahkan diteruskan oleh para tabiit tabiin  ketika mereka mengejar sejumlah ummat yang berbalik membenci Islam setelah Rasulullahg SAW  wafat, mereka  melakukan pembangkangan kepada Islam yang dipimpin Khalifah, pada saat itupun muncul banyak sekali kisah teladan yang terjadi, dan seyogyanya kita teladani, karena klisah teladan itu muncul dari pristiwa peperangan. 

Justeru itu semua telah menginspirasi para dai yang berdakwah sebelum zaman kemerdekaan Indonesia, dikembangkan di Pesantren Pesantren di Indonesia sebagai pelajaran ekstra kulikuler, banyak  santri yang masih setia memelihara ketarampilan pengghunaan ilmu beladiri mereka,  mereka hingga sekarang sanggup berdiri tegak berjam jam ketika kiyai mereka sedang ceramah, atau sedang melakukan pertemuan, mereka memiliki kebiasaan menjaga dengan setia keselamatan dan kehormatan Sang Kiyai. 

Di luar dunia Pesantren, ada juga kelompok yang masih setia memelihara beladiri yang bernafaskan Islam, dikenal sejumlah nama, dan Prana Saktui adalah nama kelompok itu salah satunya, Ilmu yang diajarkan itu diwariskan secara turun temurun, dan Ketika Asfanuddin Panjaitan menerima warisan Ilmu ini , beliau meminta dengan sangat kepada tiga orang Ulama Indonesia yang sangat terkenal. Ketiga ulama ini membantu Asfanuddin Panjaitan selaku pendiri Prana Sakti  untuk membersihkan segala sesuatu yang akan diajarkan dan dikembangkan oleh Prana Sakti, dari sesuatu yang berbau musrik. Sebuah poenelitian yang dilakukan oleh Penelitiu Australia, menyebutkan itu sebuah Islamisasi di tubuh Prana Sakti. Tetapi yang tepat adalah membersihkan Prana Sakti dari praktik sirik. 

BERSAMBUNG KE BAGIUAN 2.