Saya sangat menyadari bahwa apa yang saya tulis dan apa yang saya ucapkan tentang PS itu hanya sebatas apa yang saya bisa saya pahami, selaku manusia memang saya berjanji dalam hati untuk tidak memperturutkan hawa nafsu saya dalam menulis. Saya hanya ingin membuat sebuah mata rantai terhadap Ilmu PS ini agar didapatkan tulisan, serta kata akata dan bahkan mungkin gambar, atau sesuatu yang mampu menggambarkan. Saya sadar se sadar sadarnya bahwa saya bukan ulama, ahli agama. Hanya saja sebagai seseorang yang pernah ditugaskan di Dinas tempat saya bekerja sebagai tenaga peneliti kebudayaan daerah selama 13 tahun. Sehingga saya memiliki semangat menulis hingga hari tua. Itu saja, Semangat.
Tak pernah saya bertanya prihal PS ini kepada Bang Asfan almarhum, juga kepada Bang Zen. Tetapi di lain pihak saya sangat menyimak apa yang mereka berdua ujarkan didepan saya, selama ini tak pernah saya membantah atau menolak apa yang mereka katakan, jika ada sesuatu meragukan saya, dari apa yang dikatakannya, maka tugas saya adalah mencari jawabannya daru sumber bacaan yang saya miliki. Dari ucapan keduanya muncul kata kata 'cobalah menulis lagi tentang PS'
Untuk menghargai Saudara tua tadi baiklah saya akan menulis mungkin dua alenia. Bang Asfan itu telah menciptakan tiga revolusi dalam PS, revolusi itu bukan perubahan diaketral, tetapi menegasan atau menggaris bawahi. (1) Revolusi pertama adalah membuka latihan di Cabang atau daerah daerah, termasiuk Lampung, dengan sejumlah perubahan yang ekstrim, (2) Revolusi yang kedua adalah pernyataan bahwa Guru Besar PS yang sebenarnya adalah Al-Quran, (3) Revolusi yang ketiga adalah Upaya Mempertajam Gerak Sosial dengan jurus jurius PS, itu dicanangkan oleh Bang Asfan sepulang dari melaksanakan Ibadah Haji, (4) Revolusi yang diciptakan oleh Bang Zen, langkah terakhir menuju Allah, digandeng dengan mengalirkan Ikrar PS melalui kedua belah tangan melalui cipta, rasa dan karsa.
Dari Empat Revolusi ini baru saya ulas revolusi satu dan dua, revolusi dua membutuhkan waktu yang panjang sekali, demikian juga revolusi tiga, dan akan lebih panjang lagi untuk menjelaskan revolusi empat. Saya sendiri akan mengalami kesulitan untuk menuntaskan kajian ini, dan juga mungkin saya ragu, atau kurang yakin, terkait dengan usia dan kesehatan saya, semakin tua usia saya semakin lambat saya membaca dan menulis. Saya hanya meminta bantuan doa saja, karena tugas ini terlampau berat. Sekali lagi saya peringatkan, saya hanya membuat satu mata rantai saja untuk ilmu PS, mungkin mata rantai yang paling lemah dan dan rawan putus.
Wallohu a'lam bishowab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar