Tampilkan postingan dengan label HARIJADI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HARIJADI. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juli 2022

PERTAHANKAN ILMU PRANA SAKTI UNTUK MEMPERTAHANKAN IMAN.




SUDAH CUKUP lama saya menulis tentang Prana Sakti dan sudah ada beberapa yang merespon yang sepertinya bisa dikelompokkan sebagai antitesa Prana Sakti sayang tulisan mereka lebih pendek dari teks Puisi yang naskahnya pendek sekali tetapi justeru pengertiannya sangat luas. Ada dua catatan yang saya jadikan dasar pertimbangan, pertama adalah bahwa Prana Sakti (PS) diajarkan secara turun temurun din Indonesia, dan dalam sejarah Indonesia ini dahulu lebih banyak dikuasaioleh perompak perampok, sampai pada suatu saat justeru organisasi terbesar di Indonesia yang pernah muncul adalah Syarikat Dagang Islam, Syarikat dagang Islam pada saat itu adalah organisasi (Partay Terbesar) Yang kedua sejak awal Guru Besar PS memperingatkan bahwa Guru Besar PS yag sebenarnya adalah Al Quran. Saya ingin mencoba membahas dua masalah ini walaupun sebenarnya sudah beberapa kali hal ini saya senggolkan ke tulisan tulisan terdahulu. 

Jauh sebelum zaman Kemerdekaan, maka ulama yang sukses itu adalah ulama yang kayaraya, bisa bertindak sebagai tabib dan juga sekaligus guru silat. Kita yang dilahirkan pada awak awal masa Kemerdekaan  banyak diantaranya dimasukkan oleh orang tua ke Pendidikan Al Quran untuk belajar mengaji dan ternyata guru mengaji itu pandai bersilat. Dahulu seorang Pemimpin di desa desajuga selaijn kaya maka orang tersebut memiliki kemampuan melindungi dirinya sendiri. Karena memang orang orang yang membenci  ulama, guru mengaji juga kaya  dan memiliki keterampilan ulah beladiri, karena sering kala apabila ada persoalan yang menghadapkan dua kelompok besar saling berhadapan, maka seringkali persoalan itu diselesaikan oleh kedua pimpinan puncak organisasi atau kelompok itu secara diam diam, dan mereka yang yang dalam perjanjian kedua belah pihak bahwa yang pecundang harus hormat dan tidak lagi mengganggu pihak yang mempecundanginya.   

Ada suatu pristiwa yang maha penting, peistiwa ini terkait dengan ketika Habiby kuliah di German, Dia berangkat ke German dengan nama besar sebahai mahasiswa tercerdas di Asia Tengara dia tidak dinyatakan terbaik di angkatannya, Ada dua terbaik di atasnya, sehingg berikutnya  Dia belajar lebih tekun. Aneh bin ajaib seusai ujian ternyata dia kembali tersangkut di posisi  terbaik ke tiga.  Dengan penuh penasaran maka dicarinyalah mahasiswa yang dinilai lebih baik darinya itu. Ternyata dua orang terbaik itu adalah dua orang Yahudy seorang laki laki dan seorang lagi perempuan.  lalu Habibie bertanya apa rahasianya hingga anda erdua bisa mencapai nilai yang lebih baik dari saya. Tetapi ternyata dua Pemuda Pemudy Yahudi itu tidak berkenan mebeberkannya, sehingga Habibie kecewa berat. 

Pada suatu hari Kedua Pemuda ini berkenan memanggil Habibie  dan keduanya telah sepat untuk membukakan rahasia sukses yang dicapai keduanya. Habibie ... teriak keduanya kamu adalah seorang Muslim jadi sangat mudah bagmu untuk mencapai prestasi lebih tinggi dari yng lain ...., Habibie nampak sangat cemas dengan kalimat pembuka ini, tetapi dia sabar menanti. Kamu tau tidak bahwa untuk mencpai prestasi yang tinggi itu kami berdua disetiap sepertiga malam, kami bangun memersihkan badan dan mengganti pakaian, lalu kami berdua membaca Al Qurannya orang Muslim. Habiie sangat terperanjat dan ingin sekali dia menjerit dan menangis disaat itu juga. 

Sampai di rumah Ia menangis sejadi jadinya, dia menyesali segala keteledorannya, apalagi ketika Habibie bertanya kepada dua orang Yahudi, emang anda berdua bisa membaca Quran .... ? Keduanya menjawab pasti ... selakan pilih Surah apa dan ayat berapa nanti kami bacakan ... , kembali Habibie menangis Dia sangat menyesal dan memohon ampun kepada Allah ... Allah telah mewahyukan Al Quran lewat Rasulullah SAW  untuk menjadi Guru Besar bagi semua manusia. Repat disepertiga malam Habibimembiasakan diri sholat malam dan membaca Al Quran. Dan tidak menunggu terlalu lama, karena sejak saat itu Habibie selalu menjuarai prestasi ujian  dan mengalahkan dua pemuda Yahudi 

Di bagian akhir dari tulisan ini saya ingin sedikit mengulas dari beberapa hal yang saya garis bawahi. Bahwa Islam itu diturunkan di Makkah di tengah tengah masyarakat yang  Jahiliyah (terbelkakang) dan selain itu daerah itu cukup tandus dan juga sulit air, masyarakatnya umumnya  butahuruf, tak kenal tradisi tulis dan baca. sehingga terlalu sering  benturan dan permaslahan pada saat itu akan selalu diselesaikan dengan cara saling bunuh, sehingga jelas siapa pecundangnya. 

Itulah sebabnya di awal perkembangan Islam, Islam  harus berhadapan dengan kelompok kelompok yang berniat dan bersemangat untuk mengenyakan Islam dari Negeri itu,  Islam harus menghadapi ancaman mereka dengan cara melayani mereka dengan sistem peperangan. Dan tercatat sejumlah peperangan di masa Rasulullah dan beliau ikut dalam peperangan itu untuk membela diri dari serangan musuh. Nanti manakala kita membaca kisah kisah peperngan ini maka kita akan terheran heran, ternyata peperangan yang terpasa dilakukan oleh Islam dalam rangka membela diri dari kepungan musuh itu justeru melajirkan berbagai kisah kisah keteladanan  yang dilakukan oleh Rasulullah  dan para sahabat. Dan ummat Islam pada saat itu selain berusaha membeli baju perang mereka dianjurkan untuk membiasakan diri melakukan olahraga renang, memanah, mengendarai kuda dan tentu saja keterampilan dalam membela diri. Tak mungkin ikut dalam peperangan tetapi tak memiliki keterampilan dan semangat membela diri.  

Kish Habibie mencaai prestasi nilai tertinggi pada waktu duduk di Bangku Kuliah alhamdulillah mempermudah pemahaman kita mengapa Bang Asfan dan dilanjutkan oleh Bang Zen selaku Guru Besar secara administratip, tetapi beliau berdua mengatakan dan bahkan memesankan bahwa Guru Besar yang sebenarnya adalah Al Quran. Mari kita ikuti lirik lagu doa Khatam Quran: 

اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالقُرْءَانِ وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًا وَرَحْمَةً اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نُسِينَا وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ ءَانَآءَ الَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

“Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”


Kami persilakan untuk membaca tulisa tulisan lainnya, masih tentang Prana Sakti dengan ilmu itu kita bisa mempermudahkia dalam memelihara dan mempertahankjan keiman agar tetap bersemayam di hati kita hingga akhir hayat dan husnul khootimah. 

Bandar Lampung 25 Juli 2022. 









Sabtu, 12 Juni 2021

SATUKAN ANTARA GERAK JURUS PS, SISTEM PERNAFASAN DAN KAIDAH PS , MAKA ISLAM AKAN MENJADI LUAR BIASA DI INDONESIA.

ISLAM DI INDONESIA pernah menyentuh angka hingga mencapai sekitar 99-an persen dan hebatnya lagi pada saat itu masyarakat setempat mengalami kebutaan aksara hingga mencapai 90-an persen. Ternyata pada saat itu juga Islam telah mencapai angka 80-an persen yang melek aksara hijaiyah. Yaitu aksara yang digunakan untuk membaca Al Quran. atinya pada saat itu Islam sangat melek huruf. Pada saat yang sama maka beredarlah huruf  Jawi dan Huruf Pigon. Huruf Jawi adalah tulisan hijaiyah yang digunakan dalam bahasa Indonesia dan Melayu, dan huruf huruf Pigon untuk sebagai tulsan hijaiyah untuk menngunakan bahasa daerah Jawa, Sunda/ Banten dan lain lain.
Kemampuan para ulama membuat ummat mencap  80%  melek  huruf hijaiyah di  ditengah masyarakat yang mengalami butaaksara sebanyak 90% pada saat Bangsa ini telah berhasil mencapai Kemerdekaan. Ini adalah preatasi para ulama melaksanakan dakwah, dan ketahuilah bahwa pada saat inu dunia dakwah bukanlah dunia ibaran jalan lurus dan mukus, melainkan jalan terjal serta penuh onak dan duri. Pada saat itu hemang dunia Islam sagat  mengenal Islam di Indoneia, dan banyak sekali para pedagang dan peniaga yang senang berkeliling Indonesia dalam berdagabg itu, Lalu singkat ceriteram siapakah  para ulama dan da'i yang hebat hebat itu. Sekedar bocoran sedikit dan Insya Allah nanti pada saatnya saya berniat akan menulis lebih serius. 
 
Kenbali saya akan katakan bahwa Ulama pada saat itu memenuhi tiga kreteria, maka untuk menenal ulama kita pada saat itu harus menyentuh tiga variabel sebagai identitas keulamaannya. Ulama pada saat itu harus menguasai ilmu keislaman, yaitu selain mahir mengaji Quran, bisa pula menterjemahkannya, serta pandai pula menahsirkannya. Tak terbayang bagi kita betapa hari hari mereka diisi dengan membaca berbagai jenis Kitab yang ditulis oleh ulama terdahulu dengan masing masing gaya dalam menulis.
 
Dalam dunia pendidikan Islam, dikenal istilah mengaji kitab, ulama jaman dahulu dalam menulis kitab pada umumnya kitab tebal tebal dengan isi yang mencaoai ribuan halaman dalam satu jilidnya dan tertulis dalam konten yang berjilid jilid. Maka sejak dahulupun para ulama menulis kitab memenuhi ruangan perpustakaan hanya mengambil satu eksempkal dalam satu jilid. itupun akan memenuhi sederetan almari buku, itu semua terinspirasi dalam upaya para ulama untuk menjelaskan isi kandungan al-quran. Ketahuliah bahwa dalam mengaji kitab bagi para calon ulama itu, harus dibaca keseluruhan 
 
Selain membaca Al Quran, membaca tasir al Quran yang ditulis oleh sejumlah penulis Tafsir. Lalu mengaji Kiab hadits serta mengaji tasir hadis dengan sejumlah perawi hadits  Lalu ada kitab Frlalu perbandingan mazhab. qih, Mazhab dalam fiqih,     Tak kalah penting ada tarikh Iaslam, samapi kepada kebudayaan Islam. Lalu ada Tauhid Islam serta pemikiran Islam lainnya, yang bisa merekam berbagai situasi yang sangat besar kemungkinan akan dihadapi berbagai  komunitas ummat, yang memiliki semam berbagai operbedaan dan nuansa halus. Yang harus dipelajari secara cermat, 
 
Banyak pihak yang tak habis fikir dengan gerak dan jurus PS itu, dan memang tak begitu saja bisa dipahami oleh banyak orang.  Sementara Rasulullah dahulu menganjurkan agar ummat Islam berlatih berenang, nenunggang kuda, memanah. Ternyata olahraga anjuran Rasulullah bukan hanya terkait kebugaran semata, Tetapi jenis jenis olahraga yang disebutkan itu memiliki keterkaitan dengan air, angin, tanah, serta kemampaun komunikasi tampa kata.   Manakala jurus PS bisa dilatihkan secara sempurna maka pelung berkomunikasi dengan alampun bisa juga terselenggara, tentu saja dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. 
 
Bahasa para ulama itu secara diam diam masuk ke dalam dunia Pemerintahan, seperti kata kata Dewan,  Musyawarah, Majelis, Adil, Mufakat, Rahmat, dan banyak lagi kata kata yang biasa diucapkan oleh ulama dalam memperkenalkan dan menjelaskan tentang isi Al Quran, yang dilakukan selama berabad abad menjadi kata kata yang demikian akrab baik dihati maupun lisan masyarakat luas, sehingga menjadi kata kunci dalam menentukan arah dan idaman dalam berbangsa dan bernegara.    
 
Ada satu lagi mengapa para ulama menjadi demikian masyhur di mata masyarakat luas, para ulama umumnya juga memiliki kemampuan menjadi tabib, di saat pemeliharaan kesehatan itu lebih banyak ketergantungannya dengan dunia pedukunan, maka muncullah para tabib tabib Islam, tepatnya para ulama yang beraktivitas sebagai da'i. Dengan kermunculan para tabi ini maka terbilang jumlahnya ummat yang terselamatkan dari cara pengobatan yang berbaur dengan kesyirikan serta terhindarnya ummat dari ancaman fitnah. Semula banyak penyakit berat lalu dikatakan sebagai guna guna akibat dendam dan lain sebagainya. Memang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk merubah sikap ummat untuk mengobati penyakit yang diderita dengan menerapkan doa dan amal sholeh seperti sedekah dan lain semecamnya selain menggunakan ramuan yang alami. 
 
Berpoasangan dengan kemampuan menjadi tabib para dai tempo dulu memiliki keterampilan kanuragan yang sangat teruji. Janganlah dikira pada saat itu keberadaan seorang dai selalu dalam keadaan aman aman saja, dai itu hidupnya selalu terancam jika dahulu dia terancam keselamatannya karena masyarakat kehilangan rasa hormat, kepatuhan dan kepasrahannya kepada para penjahat yang sering mengganggu dan memeras masyarakat. Dan ternyata diam diam para  pengganggu  itu ada yang mendukungnya ketika mereka mengetahui ada ulama yang memberikan suntikan motivasi agar hidup tidak menjadi penakut. Dan yang memberikan motivasi kuat itu ternyata adalah para dai dan tabib itu. Akhirnya benar benar da'i adalah pihak yang harus dienyahkan, untuk mempermudah pihak penjahat mencari penghasilan. Tentu saja dai yang tidak sempat membekali diri dengan ulah kanuragan menjadi ciut. Dan serta merta yang tersisa hanya dai'i yang selain memiliki ilmu yang dalam, memeiliki pengetahun dalam bidang ketabiban dan memiliki keterampilan dalam ulah kanuragan.Jaman itu para da'i tidak jarang keluar rumah tengah malam buta untuk menemui dengan para penjahat itu sambil melakukan pembicaraan untuk tidak mengganggu ummat Islam. Tentu mereka adalah dai yang benar benar pilih tanding. Pada saat itu para dai tetap saja mengajak mereka untuk belajar membaca Al-Quran, jika mereka ingin merubah nasinya. Dan ternyata tak terhitung besaran kemanfaatannya atas keberanian sang da'i menemui para penjahat di malam buka itu. 
 
Itulah sedikit gambaran kasar mengapa para da'i mampu membuat ummat mencapai 80% mampu membaca al Quran dan huruf hijaiyah. Sementara pada saat mencapai Kemerdekaan dikatakan bahwa Bangsa Indonesia pada saat itu masih 90% sedang mengalami buta huruf. Maska ketika ditentukan jurus jurus PS, sistem geraknya, sistem pernafasannya serta aqidah dan kaidahnyas yang hanya mengacu kepada aqidah Islamiyah, sehingga inti jurus adalah do'a, dan jurus puncaknya adalah sholat dan sejatinya Guru Besarnya adalah Al-Quran. Bila itu dilaksanakan maka Islam di Indonesia bersama Bangsa yang majemuk ini Insya Allah akan jaya.  

Senin, 13 April 2020

TIBBUL QULUB


TIBBUL QULUB, ya itulah kata yang paling pas untuk dijadikan bahasan terkait dengan akal sehat yang dirumuskan oleh para anggota Grup WA Alumni UIN Rd. Intan Bandar Lampung. Memang gerup itu nampaknya akal sehat itu semula hanya sebuah hesteg saja, sesuatu yang semula seperti pemanis kata dan tak ada yang harus diwujudkan secara terstruktur, memiliki dasar kajian, sampai pada suatu saat Prof.  Idzan Fautanu membahasnya di Benbgkulu, dalam acara Reuni Alumni yang diselenggarakan di sana yang Prf Idzan sebagai narasumbernya.

Saya melihat apa yang disampaikan oleh Idzan itu sangat menarik, dan saya coba untuk membuat Youtube yang kontennya membicarakan masalah itu. sudah beberapa kali youtube saya vuiralkan, tetapi ternyata respon para anggota terbilang minus. Namun demikian saya merasa tak perlu kecewa, kalaupun mereka tak ingin atau kurang tertarik untuk membicarakan itu maka saya tak perlu kecewa, toh mereka juga tak meminta saya untuk membahasnya, dan memang saya juga tak cukup memiliki kompetensi untuk membicarakannya. Bagi saya yang memang sudah terbiasa membuat youtube yang bukan rekaman dari acara yang dihadiuri oleh oublik dalam jumlah banyak,

Saya memang terbiasa membuat youtube yang hanya dibaca oleh orang tertentu, dan mungkin  pembacanya juga tak menuntaskan simaannya, mungkin mereka tak menuntaskan pemutaran youtube itu, kemungkinan besar juga dikarenakan dalam rangka menghemat fulsa. Oleh karena itu saya sekali lagi tak boleh kecewa kepada grup itu.

Saya membuat Youtube konten Prana Sakti, saya membuat youtube kointen Falsafah Lampung Piil Pesenggiri, terakhir Tibbul Qulub terkait dengan Al-Quran. Diantaranya maka masalah Tibbul Qulub itu adalah youtube yang paling kecil responnya. Tetapi saya ingin sekali lagi mengatakan biarlah.  Saya mewrencanakan Tibbul Qulub menjadi bahasan pertama, nantinya , ujung ujungnya saya ingin mengembangkannya ke Ulumul Quran.

Saya belum begitu yakin bahwa virus Qorona ini merupakan dimulainya kiamat secara beruntun tak berhenti. Biarlah nanti Allah yang menentukannya. Tetapi dalam pikiran saya alangkah bagusnya bila grup alumni UIN ini memiliki program bagaimana agar generasi muda ini ditingkatkan kecintaanya dengan al-Quran, bagaimana agar alumni melibatkan diri untuk mengaktifkan pembelajaran alQuran sebanyak banyak nya, agar mereka melibatkan diri untuk membentuk pendidikan tahfiz Quran sebanyak banyaknya, di manapun mereka berada, menghidupkan pendidikan ini dimanapun yang terjangkau.

Bagaimana caranya untuk belajar al-Quran itu tidak perlu belajar jauh, mereka ada disekitar rumah merekla sendiri, sehingga diam diam orang tua mereka bisa ikut mengawasi mereka. Bagimana caranya agar ayah ayah mereka yang kurang sempurna membaca Quran bisa ditingkatkan, Demikian juga dengan kjelompok Ibu Ibu dan sebagainaya.

Memang program ini sementara sekarang sedang terhambat oleh virus corona, kita dianjurkan utuk tidak berkerumun, karena berpotensi akan saling menularkan, kita bisa tertular, dan kita bisa menularkan. Kita berdoa saja semoga sityuasi ini segera berakhir.  Agar kita bisa menyusun orogram, bagaimana caranya pembelajaran al-Quran menjadi mae=rak. Karena kita telah meiliki keyakinan bahwa bahwa al-Quran akan membuat masyarakat memiliki akal yang sehat. Untuk meraih keslematan bersama. 

Minggu, 12 April 2020


SAYA PAKE FOTO BARU sebuah foto pemandangan, sangat indah sekali nenjelang  nata hari tenggelam diufuk Barat.. Itui foto saya cari di google, ternyata bebas di cofee. Aslinya saya tidak tahu  sebenarnya ini mata hari terbit atau terbenanm, saya tak memiliki wawasan untuk membedakannya, wawasan saya tentang fpto grafer sangat sempit sekali. Saya pernah di latih dalam ilmu pendokumentasian di utus oleh Kantor tempat saya bekerja, Kanwil Pendidikan Provinsi Lampung, jauh sebelum dilakukan penggabungan dengan Dinas Pendidikan Provinsi.

Kenbali ke masalah foto yang saya sematkan untuk menyemarakkan halaman judul Blog ini, tentu saja terkandung maksud bahwa si pemilik Blog ini sudah berusia senja. Saya ingin menuliskan berbagai pemikiran di Blog ini yang bisa jadi kumpulan tulisan ini adalah merupakan tulisan tulisan saya yang terakhir selagi saya masih mampu melakukannya. Sebagian dari Youtube dengan Acun Fachruddin FGD yang akan saya komentari juga akan tampil di Blog ini. Saya punya beberapa acun youtube, tetapi yang kontennya cerakah saya kumpulkan di Blog ini, tetapi ceramah terkait dengan aktivitas Masjid kami saya tampilkan di Acun dan Blog Masjid Al-Jihad. Perumahan Korpri bandar Lampung.

Jadsi acun Fachruddin FGD Chanel akan berisikan conten Prana Saktiu, Piil Pesenggiri. Tibbul Qulub dipastyiakn akan tampil di sini, sedang dokumen reunian, mungkin digabungkan dengan konten PWRI Lampung. Walaupun nanti Masalah Kebudayaan juga sebagian akan tampil disini.  Sedangkan untuk masalah aktivitas Kekuargaan khususnya anak keturnan M, Dani saya  akan tampilkan di acun dan Bl;og yang lain lagi.

Semoga infpormasi ini bisa jadi  akan b ermanfaat bagi semua.

Bisa jadi ada pemikiran saya yabng nanti saya kiri beberapa sahabat nanti juga akan saya kirim  

Sabtu, 12 Januari 2019

PENDUKUNG GRUP WA TENTANG PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN

SAYA membentuk dua Grup WA  pertama adalah para pensiunan Pemangku kepentingan Pembinaan Kebudayaan meliuputi nilai tradisional, Permuseuman dan Sejarah Kepurbakalaan. Sudah lama saya bentuk grup itu, sejak tahun lalu, tetapi beru dua minggu terakhir ini grup itu ramai dengan digabungkannya sejumlah Pensiunan Pemangku kepentingan Pembinaan Kebudayaan, saya berharap semoga Grup ini menjadi berkembang.

Untuk perkembangannya saya berusaha mengintai sesuatu informasi atau gagasan terkait pembinaan kebudayaan, tampungan sementara ada di Blog ini dan selnhutnya dituangkan dalam youtube. Saya sdar ini butuh kerja keras,  Tetapi karena para anggota umumnya adalah sumber berita, sumber gagasan, maka saya memiliki keyakinan dalam grup ini tak pernah sepi pekerjaan.

Yanh Saya membutuhkan dukungan beberapa teman yang masih aktif sehingga ada kemudahan dalam mencari sejumlah informasi. Dan mereka memiliki perangkat dan kekuatan untuk mengakses data, yang merupakan kesulitan bagi para pensiunan itu untuk mendapatkannya.

Grup WA satu lagi saya mencoba menghimpun para akademisi, walaupun anggotanya masih sedikit, tetapi alhamdulillah ada beberapa orang diantaranyamensuport saya dan bersemangat untuk berpartisipasi dalam rangka mewujudkan keinginan saya menyelenggarakan Focus Group Discution (FGD) via Grup WA.

Seminar itu tak gampang, mengumpulkan para akademisi itu tak mudah butuh biaya besar, walaupun hanya FGD yang buykan untuk menyimpulkan sesuatu yang disepakati peserta. Sekali lagi tak mudah. Tetapi saya melihat akan ada kemudahan manakala seminar itu dilakukan melalui WA. Tetapi tentunya seminar melalui WA itu membutuhkan waktu yang panjang, mulai dari persiapan, dan pelaksanaannyapun membutuhkan waktu berhari hari, bisa satu minggu lebih bahkan mencapai hitungan bulan.

Apalagi kedua grup ini dimaksudkan untuk menghasilkan sesuatu yang nantinya tertuang dalam youtube, maka para narasumber dan pembicara spontan sekalipun dibutuhkan dukungan video sebagai autentisitas pembicaraan yang memang membutuhkan rujukan dari berbagai sumber, dan ini tidak mudah. Disadari sepenuhnya admin memang diharuskan kerja keras.

Sebagian grup WA memang terjebak dalam kemalasan dengan membiasakan copy paste dari grup WA sebelah. Dan banyak lagi mereka yang memiliki pemikiran yang bernas sangat tak suka untuk berkomunikasi dengan menggunakan WA karena WA banyak digunakan untuk penyebar hoax dan kabar bohong lainnya, baik untuk keuntungan bisnis dan keuntungan politik secara kurang elegan.