SEORANG BUZER kesohor tingkat nasional, mrngapu semenjak Iya mnjadi aktivis Buzer Pandukung Pemerintah Penuasa maka ekonomi keluargnya melambung tinggi. karena dana yang dibayarkan oleh Kakak Pembina kepada mereka sangatlah memuaskan. Bisa jadi ini brt;au hukum Ada Rupa Ada Harga, dan bisa jadi ini yang tejadi smpai saat ini. Apalagi banyak pihak yang mengpara Buzer Bayaran Pemerintah itu dibayar dengan Dana APBN
Tugas Buzer Bayaran Pemrerinth sepertinya adalah untuk mempermalukan tokoh tokoh dan lebih penting lagi adalah ulama yang berseberangan dengan Pemerintah. Belakangan kita kita juga mnjadi paham, bahwa sistem kerja Buzer bayaran Pemrintah ibni, kebenaran bukanlah menjdi target, yang pentn menggigit, bila perlu lang membunh kaeakter mereka yng diserang. menjadiremuk.
Para Buzer Bayaran ini nampoaknya memang tidak diperintahkan untuk berbicara benar atau berbuat benar atau bersikap benar. yang paling penting apa yang disampaiukan oleh para Buzer itu harus memiliki daya bunuh, yaitu tetapatnya pembunuhan karakter. Yang penting sasaran itu harus dibuat malu semalu malunya, sehingga karakternya terbunuh dan sulit untuk bangkit kembali
Setelah mereka menerima keterangan dari Anies bahwa Anies menerima indangan dari Keluarga Kerajaan Arab Saudi, spontan mereka itu pasti hoak, karena itu dimaksudkan ahw tidak masuk akal Anies akan mendapatkan undangan dari Keluarga Raja Aran Saudi, karena Anis bukan siapa siapa dan juga bukan apa apa. Sehingga para Buzer sangat yakin Apa yang disampaikan oleh nies itu hanya sebiah halusi belaka, dari pikiran murahan itu tiba tiba muncul Gambar Editan. Wajah Anis menggantikan Wajah Presiden Jokowi ketika diterima sebagai Tamu Kehormatan. Kerajaan, tetapi nampaknya sipembuat edit gambar itu sengaja tidak menghapus Gambar Gibran sehingga Anis akan nampak semakin dungu.
KEMARIN setelah diskusi ringan akhirnya kami berdua mencapat kesepakatan untuk Sholat Ied Adha mengikuti Pendapat yang mengatakan sebainya dilaksanakan Pada Rabu 28 Juni 2023, Walauoun saya sebutkan kami sebelumnya diskusi, tetapi uingin saya katakan terus terang kami hanya kebetulan bersimpati kepada Narasumber yang sama. Kebetulan pada Tahun ini terjadi dualisme ada yang sholat Ied di Hari Rabu dan yang lain sholat Ied di Hari Kamis 29 Juni 2023, yang hari Rabu versi Muhammadiyah dan yang Kamis Versi Pemeritah. Tetapi jika disebut Versi Muhammadiyah, itu tidak terlalu benar, karena yang sholat di temat kami sholat, pada hari Rabu itu saya tidak yakin didominasi Muhammadiyah.
Jika yang mendominasi Sholat Ied Hari Rabu itu Muhammadiyah maka saya yakin Muhammadiyah akan jauh lebih maju di Indonesia. Karena dengan jumlah yang Minoritas saja Muhammadiyah mampu mendirikan Banyak Sekolah dan Rumas Sakit. Bahkan saya dengar Muhammadiyah juga sudah membangun Hotel. Dan sebenarnya yang bukan anggota Muhammadiyahpun boleh boleh saja menyumbangkan sebagian dari kekayaannya atau penghjasilannya setiap bulan ataupun berkala kepada muhammadyah. Demikian juga untuk Organisasi Sosial Islam lainnya, seperti untuk Organisasi Islam terbesar terbesar di Indonesia NU umpamanya dan juga untuk yang lain sehingga para pengguna bisa terlindungi bari berbagai cobaan melakukan sesuatu yang dilarang dalam Islam.
,
Dalam Khutbah kali ini kami selaku jama'ah disuguhi Khutbah yang sangat bermutu, Khatib berkesempatan sekelumit mengkaitkan kondisi ummat Islam sekarang yang sedang dalam ancaman. keterpecahan karena Pemerintah memilih sikap Ingin Cawe Cawqe dan tidak Netral serta tertarik bermain mata dengan pihak Asing. Walaupun Lhatib tidak bicara selengkap itu tetpi arah pembicaraan sangat kita pahami karena memang sudah terlalu serting diucapkan dan di durespon masyarakat.
Ada pihak asing pemilik dana yang besar yang sepertinya berhasil merebut hati Pemerintah sehingga POemerintrah terjebak dalam hutng yang Maha Banyak. Hal ini akn menjadi beban yang terlampau berat bagi Presiden yang datang walaupun Pilpres Nanti Kita Mendapatkan Presuden yang menjadi Antitesa Kepemimpinan yang sekarang.
Memang sudah puluhan tahun yang lalu walaupoun secara san
mar samar kita tidak membawa bawa agama dalam berpolitik, tetapi pada sepuluh tahun terakhir ini tidak kurang dri Pimpinan Tertinggi mengatakan bahwa bila ada melakukan Politik Identitas maka Pihak Asing akan menghancurkan Bangsa iuni. Tidak jelas apa arti Pidato yang disampaikan langsung Presiden, pihak asing yang mana yang akan meluluh lantakkan Indonesia bila ada yang mempraktekkan Politik Identitas, karena sepnjng pidato pidato tentang politik Identitas itu, maka yang dimaksud adalah Politiki Islam. Mka sulit sekali kita mencari kaitannya dengan sejumlah Orang Orang Muda yang datang dari Cina diduga jumlahnya sudah mencapai jutaan, mereka mengantongi surat keterangan sebagai tenaga kerja, tetapi dari versi lain,banyak jurnalis yang menyebut mereka itu adalah Tentra Cina, Tetapi itu masih menjadi teka teki bagi kita sebagai Pecinta Negeri ini.
Saya juga teringat dengn ceramah Pendeta DR. Esra Soru beliu mengatakan bahwa PBB melalui WHO akan mendirikan Agama Baru, Salah satu Curi Agama baru itu adalah menerim kebebasan perkawinan sejenis, laki laki boleh kawin dengan laki laki, dan Perempuan boleh Kawin dengan Perempuan. Konsep itu sebenarny sudah mulai dikampanyekan pada saatnya kita marak mengkampanyekan
KINI POLITIK MENGANGGAP KITA BERHUTANG JASA HARUS MEMINTA MAAF KEPADA KOMUNIS.
Thun 1968 saya sudah duduk di SLTP, artinya menjelang pristiwa G 30 S PKI tetapi sudah ada dibagian Penghujung atau akhir saya ikut merasakan tetapi tentu saja dalam ketidak mengertian. Tetapi saya masih ingat pada saat kecil saya di Desa Pagelaran sekarang termasuk Wilayah Kabupaten Pringsewu, saya ingt sekali betapa seringnya PKI melaksanakan Apel dan Pawai besr besaran justeru setiap kali melintas disekitar tempat kami tinggal rombongan besar itu melintas Pas Menjelkang Magrib dan saya ingat walaupun bersamaan dengan waktunya adzan Magrib justeru mereka sedang keras kerasnya berteriak teriak.
Tidak jarang kami senagai nak anak yang asik menonton kelakuan mereka tk sadar kami dijemput orang tua kami, smbil membisikkan di telinga kami... Naak ... Pulang ... sudah Magrib ... Banyak Setan ... sulit kami memahami makna kata kata itu tetpi kami memng diajarkan bahwa pada saat Magrib .. tak boleh ada anak anak diluar rumah karena banyak makhtuk halus dan Jahat berkeiiaran di luar rumah.
Dan kami juga tahu bahwa setiap kali maghrib ada sekumpulan orang berteriak teriak walaupun kami tak menangkap makna dari teriakan itu, tetapi kami juga tahu bahwa bebari malamnya akan ada penampilan seni, yang saya kenal itu adalah Seni Ludruk, kami anak anak setiap kali ada seni ludruk yang dipoentaskan oleh PKI itu maka kami selalu menuntut orang tua kami untuk dibawa mendatangi lokasi pementasan kesenian itu, sesampai di lokasi kami dibelikan jajanan ala desa, tetapi tk begitu lama kami anak anak diajak pulang, tentu sebagai anak kecil kami tak diajak penikmati pementsan itu.
Pada saat anak anak saya masih ingat bahwa ada teriakan teriakan orang orang dewasa, yang kami juga tak tahu apa artinya, saya ingat betul pada saat itu yag diteriakkan yaitu kata kata Nasakom, dan mungkin membutuhkan waktu hingga satu Tahun baru saya tahu jika maksudnya itu Kependekn dri Nasionalis, Agama dan Komunis. itu juga hasil dari mendengar teriakan teriakan Kakak Kelas. kami terpaut beberpoa kelas atau beberapa tahun.