'
TEPUK TANGAN UNTUK MAHFUD MD.
VERSI GRUNG SKOR 5><0 untuk Mahfud MD
'
TEPUK TANGAN UNTUK MAHFUD MD.
VERSI GRUNG SKOR 5><0 untuk Mahfud MD
'
JAKSA DAN HAKIM TAK TEGA DIPERLAKUKAN SEPERTI MAHASISWA PROGRAM S1
Tetapi memeng Saksi Ahli yang satu ini Unik. Walaupun dia memiliki 5 macam Jaket mahasiwa karena yang bersangkutan sempat diterima oleh lima Fakultas di UI tapi kuliah kuliuah itu tidak diselsaikannya karena beliau merasa apa yang dikejarnya di Fakultas itu
'
ADA KISAH BERJALAN SEKITAR TIGA TAHUN LEBIH DI SEKITAR SAYA
Saya merasa sangat bahagia dan bangga ketika keesokan Harinya Nya Almarhum Bambang Ekawijayamenampilkan tilsannya dan mengulas tentang kegaiatan kami itu dan kami merasa bahwa dengan kemunculan tulisan Almarhum di Lampos itu juga adalah sanjungan beliau terhadap kegiatan yang kami selenggarakan VWRI Dikbudparpora Prov Lampung, beliau menjadi tertarik karena Semua Aspek Pelatihan yang kami selenggarakan itu Kami Kaitkan dengan Piil Pesenggiri, yang meliputi Nemui Nyimah (Produktip), Nengah Nyappur (Kompetitip) dan Sakai Sambayan (Kooperatip). Narasi yang kami gunakan adalah berdasarkan pendekatan filsafat. baru kemudian pendekatan narasi adat. Sehingga siapapun bisa terlibt dalam pembahasannya.
BUDI HUTASUHUT
Yang ingin saya sampaikan bahwa saya mendapatkan peluang menulis di Lampos adalah ketika saya ditugaskan untuk mendampingi Budi Hutasuhud ketika beliau diutus Lampos untuk menyampaikan materi Pelatihan bagi Tenaga Fungsional di lingkungan UPTD BPKP dengan maksud agar para Tenaga Fungsional itu mengakrabkan diri dengan dunia tulis menulis. Dengan cara memiliki kemampuan menulis yang ringan dan komunikatip. Pada saat itu saya dia, diam menyimak serius ceramah yang disampaikan oleh Budi Hutasuhud, Karena jam yang diberikan kepada beliau seharian maka saya berkesempatan berakrab ria dengan Budi Hutasuhud.Dalam kesempatan itu saya manfaatkan untuk bertanya tentang Siapa Udo Z Karzi, dan saya bilang bahwa terraeik dengan tulisan tulisan beliau, dari Budi Hutasuhud saya mendapatkan berbagai pujian beliau kepada Udo Z Karzi, saya berterima kasih sekali kepada Budi yang banyk memberikan sisi posituip Udo Z Karzi.
Tentang Pertemuan dan Perkenalan saya dengan Hutasuhud, nampaknya demikian, Udo Z Karzi menceritakan sisi sisi positip dan keuntungan bergaul dengan Budi Hutasuhud. Saya mendapatkan keuntungan besar atas perkenalan saya dengan Udo Z Karzi dan Budi Hutasuhud, yaiyu kesempatan saya menulis di Lampos. Saya bangga sekali karena ketika tulisan saya muncul di Lampos, pagi pagi saya saya sudah menerima telepon dari kawan kawan yang mengucapkankan selamat dan pujian mereka terhadap tulisan saya yang dimuat di Lampos pada pagi iytu. Tentu saja pada pagi itu saya masuk ke Kantor dengan hati yang berbunga bunga, karena karena sesungguhnya bagi mereka yang membaca Koran Pagi Lampos kemungkinan besar membaca tulisa saya, dan saya tahu tidak banyak Karyawan yang mendapoatkan kesempatan itu septi ini, jangankan Stap administratip, tenaga edukasipun ternyata masih langka. itulah sebabnya saya merasa perlu berterima kasih secara khusus Kepada Budi Hutasuhud, Ydo Z Karzi, dan tentu saja Eka Wiujaya sebagai Pembina Mereka untuk beraktivitas sebagai Pegiat Jurnalistik di masa masa itu. .
Kontak dengan Udo Z Karzi terjadi pada masa pandemi yang lalu, beliau mengajak sejumlah kawannya umtu ,emulis bersama prihal pamdemi, mereka bersepakat untuk menulisdengan judul besarnya Pandemi Pasti Berlalu. Seyelah tahu itu sayapun tertarik untuk berpartisipasi dalam menulis buku itu. Mengingat yang sudah sudah Udo Z Kazzi nebfhibdar untuk menulis tentang Piil Pesenggiri, Maka saya berketetapan tidak mengaitkannya dengan Falsafah Piil Pesenggiri, tetapi saya menulis masalah Pandemi ini terkait dengan Sejarah Kehancuran Kota Termodern pada saat , yaitu Kota Irom dan kota berkhir dengan kehancuran kotanya, dan meninggal secara masal Penduduknya.
Tidak terlalu banyak orang orang disekitar Pak Bambang Ekawijaya yang nelakukan kontak dengan saya, tetapi dilain pihak saya sangat enikmati dan memiliki serenteng kengan indah yang sekali ingin saya katan sangat sulit untuk dicari , demian berharganya Bambang Ekowijaya di mata saya yang miskin p-engalaman ini. terima kasih