Kamis, 10 Desember 2020

BANYAK YANG KUPUJIKAN KEPADA PROF. FAYZI NURDIN.

INNA LILLAHI WAINNA ILAIHI ROOJI'UUN  telah meninggal dunia dunia Prof. Fauzi Nurdin, demikian kiriman di  kanda Shodri Daram di Grup WA alumni PGA.  jika tak salah mereka berdua satu kelas di PGAN 6 tahun Tanjungkarang  atau Prof. Fauzi lebih senio setahun. Sebenarnya saya telah lama berniat berjumpa dengan almarhum, tetapi terhambat karena adanya covid 19 ini. Sedang beliau kurang suka bermain main di Medsos sehingga saya tak memiliki no WA nya, sepertinya beliau memiliki akun facebook, tetapi sepertinya jarang beraktivitas. Saya ingin menyusun sebuah tulisan singkat yang hampir saya pastikan atak akajn banyak manfaatnya bagi orang lain. Tetapi bagi kami berdua atau setidaknya bagi saya sendiri, itu mertupakan sesuatu yang sangat berharga dan tak boleh dilupakan begitu saja.

Sebagai senior saya kami berdua nyaris tak berjarak, 

Minggu, 06 Desember 2020

MENGENAL TIGA VARIABEL ILMU PS.

SEBAGAI LANGKAH PENTING REVOLUSI ALA BANG ZEN. 

SETIDAKNYA ADA TIGA variabel ilmu Prana Sakti (PS) yang harus kita pahami agar ilmu itu bisa berkembang di tangan kita. Ilmu ini akan berkembang manakala ilmu ini kia pegunakan atau kita manfaatkan sesuai dengan kegunaannya, peruntukannya dan kemanfatannya. Menggunakan jurus jurus PS itu sekaligus juga sebagai konfirmasi, karena jurus yang diajarkan adalah sebuah informasi. Manakala jurus itu digunakan maka akan melahirkan informasi baru, dan manakala informasi baru itu  kembali kita gunakan, maka itu merupakan konfirmasi baru lagi dan selanjutnya akan mengundan infirmasi yang baru lagi. Sehingga ilmu PS ini akan berkembang, sesuai dengan apa yang sering diceramahkan oleh Bang Asfan sebagai Guru Besar yang pertama, sekalugus sebagai pendiri Prana Sakti bahwa ilmu Prana sakti bagaikan tak bertepi. Dalam waktu bersamaan Beliau menganjurkan untuk membaca buku Samudera Alfatihan, Ilmu dan jurus Prana Sakti itu bagaikan sebuah samudera yang tak bertepi. Semakin diselami akan semakin dalam, dan semakin diarungi akan semakin luas. Guru Besar Prana Sakti adalah al-Quran. Dan alquran yang luas itu adalah alquran yang terkembang dipermukaan alam. 

Ketiga variabel ilmu PS itu terdiri dari pertama,  Gerak dan juruis Ilmu PS, kedua sistem pernafasan PS, dan yang ketika adalah Aqidah dan kaidah PS yang seluruhnya mengacu kepada kaidah dan aqidah Islamiayah. Maka untuk memahami PS maka harus memahami ketiga variabel tersebut di atas, manakala ada satu saja variabel yang kurang difahaminya maka  gagal lah Ia untu dikatakan memahami PS. Dan tentu saja dikatakan sam dengan kita yang hanya memahami PS itu secara sebagian sebagian. Secara tidak utuh. Dan sebagai suatu Perguruan seyogyanya memang ada uipaya upaya agar para anggotanya bisa memahami itu secara tuntas. 

Saya memiliki pemikiran bahwa setiap seseorang yang belajar ilmu PS harus mempraktekkan apa yang sudah didapatkannya dari PS, dalam bentukl jurus jurus itu dan didalam jurus itu nantinya akan ada gerak, nafas danm lafaz, berisikan doa dan ikrar tentunya. sesuai peruntukan seperti apa yang diajarkan oleh organisasi. Penggunaan atau pemanfatan jurus sesuai dengan peruntukannya itu adalah merupakan konfirmasi sedang jurus yang diajarkan adalah sebagai informasinya. Ketika kita mengkobfirmasi jurusd PS, maka biasanya kita akan mebneruna informasi baru sesuai dengan tingkat kesempurnaan jurus kita, semakin baik jurus kita maka semakin bernilai informasi baru yang bisa kita terima. Demikian sebaliknya, ketika jurus kita itu tidak kita pakai dengan cara yang sempurna maka jangan terlalu berharap untuk mendapatkan informasi baru, 

Revolusi Bang Zen, yaitu pernyataan ikrar PS dengan menggunakan kedua tangan itu membutuhkan seseorang anggota yang sering mengkonfirmasi jurus jurus yang telah diterima sebagai informasi awal. Hanya mereka yang rajin mengkonfirmasi jurus saja yang bisa melakukan revolusi Bang Zen. Kartena kedua tangan seorang anggota PS itu tak akan mampu membuat apa apa tampa adanya informasi baru sebagai akibat dari melakukan konfirmasi jurus itu, informasi baru hanya didapatkan oleh mereka yang mengkonfirmasinya. Mereka yang banyak mendapatkan informasi baru itulah yang memiliki peluang melaksanakan  revolusi versi Bang Zen, sebuah revolusi dikembangkan dengan cipta, rasa dan karsa. 

 Sesuatu yang sudafh terformulasi di otak, harus segera diwujudkan dalam kerja kerja tangan, ituilah sebabnya harus ada jurus julus PS, jurtus PS yang motoriknya dikembangkan oleh tangan atas dukungan kaki, dan itu semua dihidupkan dayanya melalui gerakan kaki dan tangan yang kita lakukan selama ini, manakala di awali dengan konfirmasi jurus maka sesungguhnya dengan konfirmasi itulah terbukakan jalan untuk berkembangnya bergai informasi. 

Wallohui a'lam bishowa. 

ILMU PS ITU PENTING DIKEMBANGKA

 

ILMU PS ITU bagi saya termasuk langka, setidaknya bagi saya yang sejak awal mencoba mnulis tentang Prana Sakti atau PS hingga sekarang masih belum menemukan tulisan tulisan tentang PS sekedar pembanding dan sekaligus modal mengumpulkan gagasan tentang PS. tetapi saya sadar se sadar-sdarnya bahwa pengetahuan saya sangat tidak memiliki arti dibanding keluasan Ilmu PS. Sejatinya sudah sangat banyak ara senior kami di PS itu memiliki pengetahuan yang demikian luas, tetapi sebagian besar diantara mereka sedang memilih diam, sehingga tidak mudah bagi saya untuk mendapatkan pemikiran mereka tentang PS. 

Ketika saya menulis buku tentang PS di zaman Bang Asfan selaku pendiri dan Guru Besar PS, sayua tidak dilarang menulis, walaupun beliau tahu tulisan saya tak memiliki isi apa apa, di zaman Guru Besar pengganti saya tidak menulis buku, tetapi saya di Blog PS Lampung, para senor kita di PS menyesalkan mengapa sya menulis di Blog milik PS Lampung, karena akan mengesankan seolah itu adalah PS yang sebenarnya. Semula saya berani berani menyematkan gambar Logo PS, bahkan gambar Guru Besar PS di tuliusan saya  hanya berhasil mengundang kemarahan para senir yang saya hormati. 

Guru besar PS, Bang Zen, sangat tahu akan keburukan tulisan saya tentang PS, krena keterbatasan pengetahuan yang saya miliki, tetapi beliau tidak tidak melarang, bahkan didepan beberapa orang senir saya, setidaknya di depan Bang Anto, Bang Yusuf, Bang Ishak di Lampung dan didepan Bapak Datuk Soda di Palembang, beliau menyuruh saya menulis tentang PS sebanyak mungkin. Saya sangat menghormati pare senior kita di PS, tetapi saya  ingin tradisi tulis menulis suatu saat akan tumbuh di lingkungan PS, tulisan tentang PS yang sebenarnya, ditulis oleh mereka yang benar benar memahami PS. 

Saya belajar dari penayangan rekjlame, promosi, ada semula promosi berdurasi hingga empat menit, setelah pemirsa memiliki pemahaman  memadaiu, lalu durasi dikurangi menjadi tiga menit, suatu saat menjadi dua menit. bahkan bisa jadi satu menit, suatu saat memang tak lagi membutuhkan  promosi apapun. Saya yakin para senior sangat terganggu, tetapi saya berharap terbukanya pintu maaf, karena pada saatnya nanti mungkin saja tulisan saya tak lagi menampilkan foto Guru Besar dan tak lagi menyebut nyebut nama PS, wakaupun antah kapan akan mencapai itu. Hal ini tak terlepas dari kekurangan saya yang sulit dimaafkan oleh siapapun. Saya berharap pintu maaf itu akan memuliyakan para senir sekalian, karena saya akan berhenti menulis ketika Guru Besar benar benar melarang saya. 

Ketika ada respon dari siappu yang mengusik perasaan saya, maka saya akan mengistirahakan kegiatan tulis menulis tentang PS ini, karena saya tak ingin kehilangan objektivitas dalam menulis tentang PS. Rasulullah melarang hakim memutuskan sesuatu ketika sedang marah, Sahabat Rasul segera menyarungkan pedangnya  dalam sebuah peperangan yang genting, hanya lantaran musuh meludahi Wajah sahabat Rasul itu, Pedang dia sarungkan ketika saedfang marah karena perkara pribadi, sesbuah peperangan yang diwarnai perasaan pribadi tidak akan mendapatkan pahala, bahkan hanya akan menambah dosa yang besar. Saya tidak menulius apapun ketika hati sedang kecewa atau marah, apalagai kepada para senir yang selalu saya hormati. 

Mungkinsaya salah dan terlampau besar merasakan diri, bahwa saya sedang mengupayakan terbentuknya sebuah mata rantai, agar mata rantai Ilmu Prana Sakti itu tak pernah terputus. Sebab manakala rantai itu terputus, maka sekuat apapun mata rantai itu  maka akan sangat terbatas sekali fungsinya,  bila saja saya berhasil membuatkan sebah mata rantai penyambung maka tentu mata rantai yang saya ciptakan ini akan menjadi mata rantai yang lemah, memang mata rantai lemah itu untuk sementara bisa jadi penolong, tetapi dipastikan nantinya akan menjadi masalah bagi  semua mata rantai yang kuat kuiat itu. Dengan kat5a lain apa yang saya lakukan  dan tulisan tulisan yang tebilang buruk itu akan memiliki peran walaupun kecil, tetapi justeru akan menjadi masalah pada saat yang akan datang, maka saya berharap tulisan tulisan dari para senir kan bermunculan. Sehingga matarantai ilmu PS itu akan tetap berkembang dan berkesinambungan. 

Wallohu a'lam bishowab.