Selasa, 20 Juli 2021

JURUS PS VS KONSPIRASI PANDEMI

 ANGGOTA PS HARUS KEMBALI KE               AL QURAN


ADAKAH VENDEMI 19 ITU,  hampir 99% menyepakati "Yes"  Tetapi jika ditanyakan apakah ada konspirasi dalam vandemi 19 maka merekapun walaupun sebagian malu malu tetapi hati kecil bilang "Yes" banyak juga manusia biasa bukan ilmuan dan bukan peneliti ikut merasakan meningkatnya pengasilan ekonomi keluarganya lantaran kehadiran virus pandemi 19 ini.  mereka itu orang kecil saja, Mereka mereka ini bila dikasih kesempatan merenung secara jernih akan tiba juga pada titik yang mengatakan bahwa konspirasi dalam pandemi 19 ini ada, sengingga wajar saja bila muncul banyak pihak yang mengolok olok bahwa virus corona itu bukan vandemi tetapi plandemi, yaitu memanfaatkan atau mengambil keuntungan secara terencana, dan itulah yang kita maksudkan sebagaio konspirasi. Tetapi justeru pelaku konspirasi adalah pihak yang paling menentangnya dugaan ini.

Adanya konspirasi jahat itu memang sudah menggejala karena dijadikan bahan kampanye dalam  Pilpres Ameruika Serikat karena banyak orang kuat penguasa ekonomi dunia yang sangat berkepentingan siapa yang harus jadi Presiden Amertika demi keberlangsungan berkembangnya bisnis merea yang sejatinya memang mendunia. Banyak perusahaan perusahaan mereka yang membuka ribuan cabang diseantero dunia. 

GUNAKAN JURUS PS DALAM HADAPI PANDEMI COVID 19


 DALA  MASA PANDEMI 19   oleh kawan kawan saya lebih banyak  terseret membicarakannya pandemi 19 ke sisi politik, karena ternyata justeru seolah yang paling berkepentingan sepertinya dunia politik selain ekonomi, dua dunia itu sangat berpotensi  akan mendorong terjadi  kehancuran, atau kerugian, tetapi hal tersebut memang tidak mudah untuk dipahami, kita seerti mengalami kekurangan literasi, selain memang kebiasaan dan kemampuan membaca lemah  dan ini berimbas terhadap kemampuan memproduksi tulisan. Semula kita sangat terlindungi oleh kekuasaan, tetapi justeru belakangan kita semakin menyadari bhwa kekuasaan itu adalah peperangan dan persaingan yang tak kunjung selesai, pada saat itu maka kesejateraan dan kenyamanan masyarakat itu mulai trabaikan, dan ini sangat dirasakan manakala Pilkada, Pemilihan nggota Legislatip dan Pilpres selesai. Mereka akan melanjutkan aktivitas perang perangan lagi.   
Sehingga masyarakat semakin merasakan terombang ambing, sementara mereka sebenarnya membutuhkan tameng yang bisa melindungi diri mereka agar bisa berjalan lempeng dan lurus.  didan tameng akhir dari itu semua kita akan sangat tergantung kepada keberadaan ulama, dan pihak yang memproduk ulama adalah jelas. Padahal seharusnya masakh pandemi  ini sejatinya adalah peluang yang baik untuk memperkenalkan keberadaan Prana Sakti atau aktualisasi dalam pemanfaatan olmu Prana Sakti (PS).

Kelangkaan literasi dalam dunia yang didalami ileh PS ini membuat semua jangankan mereta pihak lain eksternal  pasti akan mengalami kesulitan,  kita yang ada di lingkup internal saja tidak gampang, jangankan menguasainya, untuk memahaminya saja kita butuh pendampingan yang ketat, karena ternyata ilmu PS hanya bisa dikembangkan  dengan kunci yang ketat, yaitu hubungan silaturrahmi antara murid dan guru serta hubungan silaturrahmi anatara senior dan unior. Silakan melakukan  riset mandiri secara pribadi bagaimana nasib perkembangan ilmu PS di tangan para senior dan anggota lainnya yang  yang tak berupaya atau gagal membina hubungan baik dengan Guru Besar dan juga dengan para seniornya. Berdasarkan pengamatan ringan saya mereka umumnya akan sulit mendapatkan kemulyaan dengan ilmu PS. Itu poin yang harus kita pegang secara kokoh. 

Saya ingin memanfaatkan  situasi hari ini kita merayakan Idul Adga atau Idul Qurban. Salah satu intisari dalam Idul Qurban ini ini adalah bahwa untuk mengukur apakah seseorang itu telah benar benar mencintai Allah, maka caranya mudah sekali apakah kita telah mencintai manusia, mereka manusia dan kita manusia, mereka diciptakan oleh Allah dan kita juga diciptakan oleh Allah, mereka akan kembali kepada Allah dan kita juga akan kembali kepada Allah. Salah satu media pelatihannya adalah penyembelihan Qurban di hari Raya Adha ini. Sebelihlah hewaqn Qurban dan kita senang manakala orang orang akan gembira dengan penerimaan hewan Qurban itu. Lalau sedalam apakah kegembiraan kita itu, maka sesungguhnya kita memiliki kemampuan untuk mengikurnya. 

Berkaca kepada keikhlasan dan kegembiraan kita dalam berkurban atau menyebelih Qurban, maka kita harus bersedia mengukur  sebenarnya apah kita memiliki kemampuan membina hubungan baik dengan Guru, apakah kita berhasil membina hubujngan baik dengan para senior kita senior kita, mereka kawan guru, mereka sahabat guru dan seterusnya. Orang lain tidak akan mampu menilainya, tetapi sesungguhnya kita sendiri yang paling mampu mengukurnya secara jujur dan benar. Oleh karena itu maka sejatinya kita pula yang paling tahu bagaimana cara mengobatinya. 

Sungguh ini di luar rencana saya dalam menulis,  dalam menulis sesungguhnya kita memiliki ancang ancang bagaimana cara menyajikan ending tulisan ini, tetapi setelah saya mengikuti alur pemikiran dalam tulisan ini ternyata saya tak memiliki kemampuan untuk mendekati ending  dalam tulisan ini tentu dikarenakan kita menggunakan variabel yang lebih lebar. Tetapi dengan segala keterpaksaan tentu kita harus berusaha keras mendekati ending tulisan ini. 

Ketika saya mencoba menulis Pandemi 19 secara politis tidak akan selesai manakala kita gagal menghapus kecurangan yang kita lakukan dengan sengaja atas persetunuan atau pembiaran antara pebisnis, penguasa dan para intelektual (ulama). Bagaimana menyelesaikan pandemi 19 ini dengan versi Prana Sakti haruslah di mulai dari internal atau pribadi dengan cara gerakan dari trik ptibadi dalam keharusan kita membina hubungan baik kita dengan Guru Besar dan Kita dengan para senior kita.  

Tentu kehebatan para senior kita yang ternyata bergerak meredup dan akhirnya hilang, walaupun semula menunjukkan keberhasilannya dalam ilmu PS ini, setelah kita amati kegagalan mereka ternyata mereka akan kehilangan makna sebuah ilmu ketika mereka gagal membina hubungan baik dengan Guru Besat dan juga gagal memelihara dan membangun hubungan baik dengan para senior, itulah makna yang dapat kita serap dari pelaksanaan pemotongan hewan qurban di Idul Adha.

Yang akan sampai kepada Allah bukanlah darah dan daging qurban yang kita sembelih, tetapi yang akan sampai kepada Allah adalah manakala kita menyembelih Qurban maka kita ingin menggembirakan hati orang lain terutama fakir dan miskin dan juga orang orang disekitar tempat kita akan gembira manakala orang lain akan merasa gembira. Karena bukti Cinta Kepad  Allah yang paling  signivikan adalah rasa cinta kepada manusia. Itu adalah start awal kita dalam upaya untuk bisa memanfaatkan jurus jurus PS untuk mengatasi permasalahan terkait vandemi 19. 

Wallohu a'lam bishowab. 

Sabtu, 17 Juli 2021

HINDARI KESEPAKATAN UNTUK MAIN CURANG

KESEPAKATAN CURANG BERUJUNG PADA  KEHANCURAN BANGSA

 

PERMAINAN CURANG itu adalah untuk menguntungkan sedikit orang dan sekaligus merugikan banyak orang, dengan kata lain penyebab kemiskinan itu adalah kecurangan, kecurangan itu akan terjadi ketika Penguasa membiarkan kecurangan, lebih bahaya lagi manakala Penguasa tak Berdata dan apatah lagi justeru kerjasama dan pelaku kecurangan. Ketika itu terjadi maka satu satunya harapan hanya tinggal lagi kepada para ilmuan, cerdik Pandai, atau dalam bahasa Agama Islam disebut Ulama. Sudah terlalu banyak bangsa yang hancur karena ketidak berdayaan Penguasa dan Ilmuan / Ulama menghadapi atau mengatasi keinginan para pihak yang menguasai perekonomian di mana mereka hanya mmikirkan keuntungan semata. Nanti kita lihat adanya satu tahap antara Penguasa dan Ilmuan atau Ulama itu mampu mereka adudomba, Malapetakan akan datang dengan sendirinya manakala Penguasa  dan Ilmuan atau Ulama itu berhasil diadudomba lalu keduanya tunduk kepada keinginan para Pebisnis untuk mendapatkan keuntungan bagi mereka. Dan Bangsa itu akan hancur manakala justeru telah terjadi Kesepakatan untuk melaksanakan praktek kecurangan. Dan dalam hal ini Al-Quran nampaknya sengaja mengabadikan Kisah Kota Irom sebagai pelajaran bagi kita semua betapa dahsyatnya praktik kecurangan itu. 

Contoh praktek kecurangan yang diabadikan dalam Al Quran ketika Penguasa Ekonomi, Penguasa setempat dan para intelektual seolah menyepakati sesuatu, yaitu memanipulasi timbangan, takaran dan ukuran atau semacamnya menjadi  sebuah kewajaran atau kelumrahan  Sehingga bersepakat untuk tak mempersoalkannya. kesepakatan untuk melakukan kecurangan tentu melalui proses prokontra yang berlangsung secara dialektika hingga pada akhirnya akan muncul kesepakatan kesepakatan dengan cara menyingkirkan mereka yang brtahan atar kebenaran, yang tentu saja setelah terjadinya proses tawar menawar tukar tambah keuntungan sehingga sehingga kesepakatan menjadi Bulat. 

Dan biasanya untuk menyingkirkan mereka yang konsisten bertahan pada kebenaran dicarikan upaya untuk mengungkap sisi buruknya yang lain, baik itu memang benar ada atau dicarikan upaya kebehongan karena memang kenyataan bahwa kebohongan yang diucapkan terus menerus lama lama akan dianggap sebagai kebenaran yang bisa dipertanggung jawabkan. Dan unuk itu memang dibutuhkan pihak yang  dipersiapkan untuk menyuarakan atau menggaungkan pernyataan itu, dengan rumus bahwa sesatu yang salah skalipun manaka sering di gaungkan maka akan berubah menjadi sebuah kebenaran adanya. Kita meyakini hal tersebut dijadikan alat untuk mereka yang mencurangi timbangan ukuran dan takaran di Kota Irum itu justeru dianggap memiliki kebaikan dan kebenaran yang sangat penting disepakati bersama. 

Dikota Irom disepakatinya sebuah kecurangan dan berhasil pula menyingkirkan orang orang yang berusaha mempertahankan kebenaran,    Setelah itu terlaksana secara pertahun tahun maka nampaklah akibat dari kecurangan itu adanya kerusakan yang luar biasa, yaitu sulitnya dicari sebuah informasi jujur. Taka ada sesuatu yang tidak digunakan untuk mencari keuntuingan spihak. Hampirt tak ada lagi orang bisa dipercaya, justeru ssuatu yang sejatinya benar diponis bohong oleh masyarakat, kebenaran itu sepakat diputuskan memang sudah tak adalagi/ Setiap seseorang itu harus membayar mahal untuk memperjuangkan kebenaran sebagai kebenaran. 

Mereka yang berusaha untuk jujur dan benar semakin tidak mendapatkan tempat, sedang mereka yang jelas jelas kecurangannya, tetapi pandai membuat dalih dan mmang menunjukkan kemampuan mempersilhatkan kesuksesan atas prilaku yang sejatinya tak terpuji  justeru dielu elukan sebagai pihak cerdas yang memiliki kemampuan untuk bersama sama mencapai kebahagiaan. Keberhasilan akan lebih dipoujikan tinimbang kebenaran. Dan ketikas mereka benar benar menguasai situasi dan berhasil membungkam pendapat pndapat  mereka yang berhasilk merebut kekuasaan maka banyak sekali  warga mereka menyingkir jauh. Situasi seperti itu membuat munculnya kemiskinan  kemiskinan baru. 

Kesulitan untuk mendapatkan kebenaran ternyata paralel dengan sulitnya mencukupi kebutuhan hidup, hidup akan layak dan sebagainya,  hanya bisa dicapai dngan  berbagai kecurangan, dan kecurangan demi kecurangan yang sepakat dilaksanakan itu juga sebenarnya seseorang memang harus biaya tinggi. Seseorang memang harus membayar dengan harga tinggi kendatipun untuk menuntut haknya. Maka kita sudah bisa membayangkan apa yang terjadi pada masa mendatang  ketika ketika mereka harus mengembalikan segala ongkos onhgkos mahal itu bahkan brsama keuntungannta sekaligus. 

Ketika simiskin merasa terlalu sulit membeli hak hak yang seharusnya mereka dapatkan, maka pada saat saatitulah musibah satu persatu akan menyantroni kita. Allah tak ingin menjatuhkan malapetaka bagi ummatnya, tetapi justeru ummat manusia itu sendiri yang melaklukan sesuatu, yang mengakbatkan turunhnya malapetaka itu.