SALAH MENGAMBIL KESIMPULAN DIKATAKAN BAHWA AGAMA ITU SAMA DAN ISLAM TIDAKLAH AJARAN TERBAIK.
PENCERAMAH ITU HARUS ADIL apalagi audiennya terbilang heterogin maka ajaklah Islam untuk meyakini akan kebenaran Islam, tetapi dalam waktu bersamaan kita tak beralasan untuk membenci agama lain selagi mereka juga masih menghornati sesama agama. Jika kita penceramah di depan audien yang heterogin, coba saja iseng iseng untuk melaksanakan sedikit survey kecil kecilan. Ini terjadi di Indonesia (Jakarta ?) kira kira berapa audien yang bergama Islam, lalu berapa persen kira kira yng non muslim. Lalu secara sekilas bahwa ceramahyang satu ini isinya maki maki, tetapi sebaiknya berilah blangan yang lebih berfariasim tetapi yang paling mudah kita menangkap adanya maki maki. taroklah materi maki maki sekitar 80%.
Bagi saja maki makian itu berapoa persen yang memaki maki Islam, berapa persen memaki maki Kristen/ Katholik dan berapa persen untuk memaki maki agama lainnya. Maka secara kasar kita mungkin akan setuju bahwa makin untuk Islam sebanyak 98%. Ini hitungan secara kasar.
Maka jika hasilnya kita akan sesuaikan dengan persentase maki maka, bisa jadi hasilnya kan mencapai 80 % kebencian untuk Islam. Lalu apakah hasil ceramah itu akan berguna bagi Bangsa ini, saya ingin mengatakan nonsen .... ceramah ini tak banyak gunanya, melainkan justeru modhorat dan bahkan akan mmbahayakan pesatuan dan persatuan. Coba bayangkan bahwa audien ceramah ini adalah Mahasiswa IPDN Institut Pemerintahan Dalam Negeri, dan mereka umumnya menjadi calon calon camat. Katakanlah tidak semua mereka menjadi camat, tetapi kita masih beralasan bahwa sebagian besar camat telah berhasil dieacuni oleh rasa benci kepada Islam.
Jika kita mengacu kepada keluarga besar kita sendiri, ayah Ibu, adik, kakak. Lalu kita luaskan lagi tetangga, teman sahabat dan semacamnya, maka Allah melarang kita mengumbar kejelekan mereka, Allah akan mengumbar kejelekan kita bila kita membuka kejelekan keluarga bahkan sahabat dan tetangga tetangga kita. Apakah yang dilakukan oleh penceramah ini tadi bukan menjelek jelekkan saudara seagamnya. Belum tentu yang diceritakannya itu benar benar jelek, tetapi yang pasti dijelek jelekkan. Lalu siapa yang akan berterimakasih ketika ada Muslim yang senang menjelek jelekkan saudaranya.
Lalu megapa penceramah seperti ini bisa hadir di forum yang sangat penting seperti ini, tentu ada pihak yang sudah mengenal si penceramah dan merasa seide dengan si penceramah ini. lalu kira kira apa yang terjadi kira kira. Saya tampilkan juga cerita tentang dibomnya dua gedung secara persamaan di Amerika. hancur seketika. Sejak saat itu terbentuklah sebagai cerita tentang sesuatu kejahatan di dunia Islam. Apa yang disampaikan oleh penceramah yang sekarang kita jadikan objek pembahasan , ualama ulama besar, penulis buku yang terkenal dijadikan rentetan cerita kejahatan kelas dunia, lalu muncul program yang disebut Islamophobia yaitu menanmkan kebencian Islam kepada masyarakat dunia. Dan dimintakan agar para pemikir pemikir dari kalangan Islam sendiri untuk bertindak sebagai narasumber Islamophobia ini, materinya kira kira sama persis sama dengan apa yang disampaikan oleh narasumber yang kita bahas ini. Amerika menjadi penggerak untuk menghadirkan penceramah seperti ini terkait program yang bernama Islamophobiya.
Kampanye menghancurkan Islam sangat sukses, dan pritiwa Bom di Amerika semakin didengar secara merata, Islampun sangat buruk di Amerika, bahkan lalu upaya ditingkatkan untuk mengkampanyekan keburukan Islam di dunia. Islamophobia dijadikan genderang perang dan banyak ummat Islam yang ambil bagian dalam rangku pencaciu maki dan memburukkan ummat Islam.
Tetapi sayang ada pihak yang lalu berbicara lain, Pihak asuransi telah membayar dengan harga besar besaran, tetapi mereka menyesalkan karena pihak pemilik gedung seoertinya sudah mengetahui rencana pemboman gedung itu, gedung itu sperti telah terjadi pengusongan sebelumnya, dan persis pada saat terjadinya pemboman mereka yang tercatat sebagai orang penting memang telah ambil cuti atau sengaja tak masuk kantor, sehingga tak ada orang penting yang menjadi korban, dn memang pengelola sangat diuntungkan atas terjadinya pengeboman ini, dan gedung juga sebelumnya telah memilih dan memilah barang barang yang dikorbankan, terutama orang orang penting. Bom bunuh diri itu bukan merugikan, tetapi sebaliknya sangat menguntungkan. Demiukian analisa analisa yanfg berseliweran di medsos. Bagimana kebenarannya, entahlah.
Tetapi yang lebih mengejutkan adalah PBB menetapkan bahwa tanggal 15 Maret telah ditetapkan sebagai Hari Anti Islamphobiya diminta oleh PBB termasuk di Amerika untuk menghentikan upaya untuk menjelak jelekkan agama Islam dan Ummat Islam. Tetapi sayang seribu sayang di Indonesia Islamophobiya nampaknya masih berjalan lancar dan masih banyak orang yang sangat enjoi dan bahagia sekali manakala ada pihak yang menjelek jelekkan Islam.
Mari kita tetap berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah, dahulu juga sepertinya PKI berhasil menanamlan kebencian terhadap Islam. Berdasarkan perhitungan biasa maka seharusnya Indonesia seopenuhnya dikuasai PKI tetapi ternyata tidak, karena memang masih banyak pimpinan pimpinan kita sengaja bangun tengah malam dan meminta lindungan dari Allah, sehingga Allah berkenan melindunginya dan tetapada hingga sekarang. Wallohi a'lam bishowab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar