Lalu bagaimana dengan cara cara kita mengelola negara ini, karena pada saat ini sudah jamak banyak negara miskin yang terlilit hutabf, dan bahkan ada negara yang telah diambil alih pengelolaan objek vital milik negara bersangkutan oleh nagara yang selama ini menjadi pemasok hutang bagi negara miskin.
Baru baru ini pernah terjadi diskusi tajam antara pihak BUMN degan salah satu Komisi di DPR, pihak BUMN mengatakan bahwa Indonesia sebagai nagara kaya selalu mendaspat tawaran hutang. Dan hutang hutang Indonesia semua bisa dibayar dengan kekayaan Indonesia hingga mencapai puluhan tahun yang sudah lalu dan yang akan datang. Mungkin apa yang dikatakan oleh pejabat di BUMN itu benar adanya karena bumi Indonesia memang kayaraya, dan dunia tahu. Tetapi pertanyaan kita lalu haruskah para pejabat pemegang kekuasaan harus dengan santai melakukan penumpukan hutang dan mempersilakan asing mengeruk kekayaan kita sebagai imbalannya. Hendaknya kita memutus rantai huitang itu, Jangan sampai membayah hutang dengan hutang yang baru lagi.
Tentu saja yang paling selamat adalah seperti apa yang lakukan Rasulullah SAW, beliau itu orang kayaraya, tetapi yang doakan agar Dia terlepas dari jeratan hutang, bukan bangga dengan mudahnya cari utangan. Dengan kekayaan yang dimiliki Rasulullah akan dengan mudah beliau membayar hutang, tetapi bliau berdoa agar dilindungi dari lilitan hutang. Itulah indahnya ajaran Islam, bila ada seseorang yang menghutang karena sedang butuh, cepat berikan Iya utangan, agar lepas dari masalah. Dan jangan mencari untung dari hutangan orang yang sedang kepepet. Tetapi berhutang adalah sesuatu yang dihindari.
Tetapi zaman sekarang mereka yang kaya merayu rayu agar simiskin berani menumpuk hutang hutang, tetapi dalam waktu bersamaan mereka akan merampas kekayaan yang tersisas untuk membayar hutang dari sesuatu yang belum tentu mereka butuhkan.
Lazimkanlah membaca doa seperti ini :
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan utang dan kesewenang-wenangan manusia.”
,” (HR. Abu Dawud 4/353).Bagi ummat Islam mengaji agama, adalah jihad, demi keselamatan ummat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar