"BELAJAR DI WAKTU KECIL BAGAI MENGUKIR DI ATAS AIR"
SAYA DI WANTI WANTI untuk hadir dalam Reuni dadakan kata Seniorita Robi'ah Umar, Yunda yang satu ini sementara ini adalah sebagai satu satunya senior yang litingnya di atas saya dan beberapa orang seangkatan. Senior yang satu ini kebetulan juga seorang Qori'ah yang pada masanya dahulu sering mewakili daerah dan sempat beberapa kali mengguli peserta lainnya, selain itu beliau banyak hapal lagu lagu irama Padang Pasir di Era Rofiqoh Darto Wahab, Nur Asiah Djamil dan lain lain, yang kini tergolong Tembang Kenangan untuk masa sekarang. Tetapi lagu tersebut ternyata memang banyak dinyanyikan oleh penyanyi baru berikutnya bahkan hingga sekarang masih dirasakan perlu menyanyikan lagu itu. Konten dan judul lagu itu adalah "Belajar" di waktu kecil di waktu kecil, bagai mengukir di atas air.
Kita gak rame rame qok, kata Wahyuni yang juga menghubungi saya, nanti dia bertindak sebagai tuan rumah di pertemuan reunian dadakan ini. Ada beberapa orang teman yang sudah menyatakan gak bisa hadir dalam reunian kali ini, memang ini merupakan reunian kali pertama di masa virus corona ini.
Kita menunggu Prof. Faisal, kata Yunda Yunda Roabi'ah setelah mempersilakan saya duduk, Inilah satu satunya tamu yang paling ganteng kata Wahyuni, Dia bergurau karena sebagai satu satunya tamu laki laki karena Prof. Faisal dikabarkan masih dalam perjalanan. Ya ..., hanya kami berdua yang menyatakan siap untuk hadir dalam pertemuan yang sepertinya diseponsori oleh Emak Emak atau lebih tepatnya para Nenek Nenek itu. Tak lame kemudian Uda Faisal memang benar benar hadir. Kopi hangatpun tersaji dimeja dan kami berdua segera menikmatinya.
Ternyata secara diam diam pertemuan ini sebenarnya sudah mereka rancang, hanya saja masih terganjal oleh merebaknya Virus corona, di mana sebagai kesepakatan dan kebersamaan untuk mengantisipasinya dengan cara menghindari atau menunda pertemuan yang berpotensi membuat kerumunan kerumunan sehingga memberikan kesempatan virus berpindah dari kontak langsung itu. Sepertinya Pemeriuntah sudah mulai melonggarkan suasana, dan banyak pihak sudah mulai melakukan pertemuan dengan catatan tetap melaksanakan pertemuan yang disiplin dalam menyesuaikan dengan protokol kesehatan, agar tak terjadi hal hal yang tak diinginkan. Kata Yunda Robi'ah berdalil.
Akhirnya terungkap bahwa Emak Emak ini berharap agar para anggota grup memiliki keteramp[ilan untuk menyelenggarakan pertemuan jarak jauh secara terarah, dengan menggunakan fasilitas yang umum sekarang dilaksanakan karena hambatan virus corona, sedangkan kita bukan hanya corona tegas Kanda Robi'ah tetapi yang lebih penting adalah bahwa para anggota kita ini semakin hari akan semakin rua, lambat laun kita tak lagi mampu menghadiri pertemuan pertemuan reuni anggota grup kita ini, dan kendali akan lanjutkan oleh angkatan yang lebih muda.
Sedangkan kita yang sudah mulai uzur atau mendapatkan kesulitan untuk menuju ke lokasi pertemuan secara mandiri. Pada saat itu sebenarnya kita sudah membutuhkan untuk menggunakan fasilitas komunikasi yang tersedia dan sekarang mulai lazim digunakan. Tentu saja para nggota membutuhkan perjalanan panjang untuk menjadikan para anggota lazim dan terampil menggunakan fasilitas koimunikasi yang canggih itu.
Tentu saja tidak begitu diucapkan lalu mereka akan segera mampu untuk mengapresiasi masalah ini, tetapi mereka harus melihat dahulu bagaimana orang lain mampu melakukan, baru mereka tertarik. Sering sering dibicarakan baru mereka mengapresiasi, itu merupakan sesuatu yang lumrah. Yang paling penting kata Yuda Robi'ah kita harus memulai terlebih dahulu, nanti akan terjadi proses penanaman, pensosialisasian, dan bahkan nanti mereka yang akan lebih mengejar keterampilan keterampilan ini. Utuk tahap awal ini Emak Emak sudah mulai melakukan kontak dengan Rektor beserta Stafnya, yang tentu saja merupan pihak pembina bagi para alumni, yang nantinya akan semakin tua dan kehilangan peluang untuk menghadiri pertemuan, pungkas beliau.
Saya jadi teringat dengan lagu yang sering dinyanyikan oleh Yunda Robi'ah dulu awal mula kami masuk ke Perguruan Tinggi, beliau bersama rombongan setiap hari kami lihat mereka menyanyikan lagu yang akan ditampilkan pada malam kesenian yang syairnya Bewlajar di Waktu kecil bagai mengukir di atas air, Belajar sesudah dewasa bagai mengukir di atas batu. Program yang akan dilaksanakan oleh Yunda Robi'ah nanti benar benar akan dialami bagaimana mereka baru mengenal program itu nanti bagaikan mengukir di atas batu, harus menggunakan alat tatah dan hasilnya hanya sedikit dalam setiap kali belajar. Itu nanti akan dialami oleh yang benar benar baru belajar, sedang bagi yang belajar terlebih dahulu tinggal mendalami saja.
Mari kita doakan agar Emak Emak ini Sukses. Aamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar